Sabtu, 20 Juni 2026
- Advertisement -

Nah, Anggota Sunda Empire Diperiksa Polisi

BANDUNG (RIAUPOS.CO) – Bermaksud gagah-gagahan memiliki kerajaan dengan segala atributnya dan ilusi memiliki kekuasaan, akhirnya harus berujung ke polisi.

Nah ini yang terjadi pada anggota Sunda Empire, "kerajaan" yang diklaim berdiri di Jawa Barat (Jabar) ini. Para anggotanya satu per satu diperiksa polisi. Itu dilakukan oleh Polda Jabar menindaklanjuti keresahan masyarakat.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Saptono Erlangga mengatakan, Direktorat Reserse Kriminal Umum memeriksa pemimpin Sunda Empire berinisial NB, dan anggotanya berinisial A.

"Dia menyebut dirinya perdana menteri, berinisial NB, dan salah satu anggotanya berinisial A," kata Saptono, Selasa (21/1/2020).

Selain itu, kata Saptono, pihaknya juga telah memeriksa seorang staf dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) karena kampus tersebut pernah menjadi tempat berkegiatan Sunda Empire.

Baca Juga:  Bansos Dipastikan Lanjut sampai Juni

Saptono mengatakan, polisi akan melibatkan budayawan Sunda untuk membantu mencari titik terang sejarah yang diklaim oleh perkumpulan Sunda Empire.

"Nanti akan kami cek, kami teliti, bersama teman-teman dari ahli sejarah dan budayawan Sunda, kan yang menyampaikan ini katanya ada sertifikat dari NATO (Pakta Pertahanan Atlantik Utara, red)," katanya. 

Editor: Hary B Koriun
Sumber: Antara/jpnn.com

BANDUNG (RIAUPOS.CO) – Bermaksud gagah-gagahan memiliki kerajaan dengan segala atributnya dan ilusi memiliki kekuasaan, akhirnya harus berujung ke polisi.

Nah ini yang terjadi pada anggota Sunda Empire, "kerajaan" yang diklaim berdiri di Jawa Barat (Jabar) ini. Para anggotanya satu per satu diperiksa polisi. Itu dilakukan oleh Polda Jabar menindaklanjuti keresahan masyarakat.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Saptono Erlangga mengatakan, Direktorat Reserse Kriminal Umum memeriksa pemimpin Sunda Empire berinisial NB, dan anggotanya berinisial A.

"Dia menyebut dirinya perdana menteri, berinisial NB, dan salah satu anggotanya berinisial A," kata Saptono, Selasa (21/1/2020).

Selain itu, kata Saptono, pihaknya juga telah memeriksa seorang staf dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) karena kampus tersebut pernah menjadi tempat berkegiatan Sunda Empire.

- Advertisement -
Baca Juga:  Uni Eropa Rusak Tatanan Perdagangan Global

Saptono mengatakan, polisi akan melibatkan budayawan Sunda untuk membantu mencari titik terang sejarah yang diklaim oleh perkumpulan Sunda Empire.

"Nanti akan kami cek, kami teliti, bersama teman-teman dari ahli sejarah dan budayawan Sunda, kan yang menyampaikan ini katanya ada sertifikat dari NATO (Pakta Pertahanan Atlantik Utara, red)," katanya. 

- Advertisement -

Editor: Hary B Koriun
Sumber: Antara/jpnn.com

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

BANDUNG (RIAUPOS.CO) – Bermaksud gagah-gagahan memiliki kerajaan dengan segala atributnya dan ilusi memiliki kekuasaan, akhirnya harus berujung ke polisi.

Nah ini yang terjadi pada anggota Sunda Empire, "kerajaan" yang diklaim berdiri di Jawa Barat (Jabar) ini. Para anggotanya satu per satu diperiksa polisi. Itu dilakukan oleh Polda Jabar menindaklanjuti keresahan masyarakat.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Saptono Erlangga mengatakan, Direktorat Reserse Kriminal Umum memeriksa pemimpin Sunda Empire berinisial NB, dan anggotanya berinisial A.

"Dia menyebut dirinya perdana menteri, berinisial NB, dan salah satu anggotanya berinisial A," kata Saptono, Selasa (21/1/2020).

Selain itu, kata Saptono, pihaknya juga telah memeriksa seorang staf dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) karena kampus tersebut pernah menjadi tempat berkegiatan Sunda Empire.

Baca Juga:  Sikap Prabowo soal Natuna, Gerindra Membelanya

Saptono mengatakan, polisi akan melibatkan budayawan Sunda untuk membantu mencari titik terang sejarah yang diklaim oleh perkumpulan Sunda Empire.

"Nanti akan kami cek, kami teliti, bersama teman-teman dari ahli sejarah dan budayawan Sunda, kan yang menyampaikan ini katanya ada sertifikat dari NATO (Pakta Pertahanan Atlantik Utara, red)," katanya. 

Editor: Hary B Koriun
Sumber: Antara/jpnn.com

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari