Kamis, 30 April 2026
- Advertisement -

Pohon Juga Punya Hak Hidup Tanpa Disakiti

PEKANBARU, (RIAUPOS.CO) – DENGAN mengendarai sepeda ontel, berbekal sepotong kayu dan palu, Suhaimi Ilmi (63) menyusuri Kota Pekanbaru saban Sabtu pagi. Dia menghampiri pohon-pohon di tepi jalan yang terkadang penuh dengan gambar-gambar anggota dewan, atau iklan promosi usaha hingga sekolah.

Pria yang juga berprofesi sebagai dosen UIN Suska Riau ini mengatakan, dia merasa prihatin dengan pohon-pohon di tepi jalan yang digunakan masyarakat sebagai tempat media promosi, namun meninggalkan paku-paku tersebut tertancap cukup dalam.

Tanpa sadar, paku tersebut melukai pohon dan menghambat pertumbuhannya. Bagi Suhaimi, pohon lebih dari sekadar makhluk hidup. "Banyak orang tak peduli, kalau dibiarkan paku-paku ini nanti pohon akan semakin sakit," katanya, Sabtu (20/9).

Baca Juga:  Polri Terima Tujuh Kantong Jenazah

Suhaimi mengaku, hampir seluruh Kecamatam Tampan sudah pernah dijajakinya.  Ia juga telah mencabut paku-paku di pohon yang berada di Jalan Tuanku Tambusai, Soekarno-Hatta, Jalan Rambutan, Kartama, Jalan Riau, dan lain-lain. "Udah sekitar tahun 2016 atau 2017, dulu sama Komunitas Sepeda Ontel," ujarnya.

Apa yang dilakukannya adalah bentuk kepedulian. Ia mengharapkan orang-orang yang memasang iklan mencabut paku-paku yang ditancapkan setelah iklan selesai, akan sangat lebih baik jika tidak memaku pohon untuk memasang iklan. Tak hanya mencabut paku, terkadang Suhaimi juga memberikan edukasi kepada masyarakat yang suka memaku pohom jika tak sengaja bertemu ketika Suhaimi tengah mencabut paku. "Pohon itu juga makhluk hidup, dan seharusnya kita menjaga kelestariannya," ujarnya. (ali)

Baca Juga:  Vaksin Covid-19 Sedang Diuji ke Manusia, Harganya hanya Rp50 Ribu

Laporan :  Mujawarroh Annafi (Pekanbaru)

 

PEKANBARU, (RIAUPOS.CO) – DENGAN mengendarai sepeda ontel, berbekal sepotong kayu dan palu, Suhaimi Ilmi (63) menyusuri Kota Pekanbaru saban Sabtu pagi. Dia menghampiri pohon-pohon di tepi jalan yang terkadang penuh dengan gambar-gambar anggota dewan, atau iklan promosi usaha hingga sekolah.

Pria yang juga berprofesi sebagai dosen UIN Suska Riau ini mengatakan, dia merasa prihatin dengan pohon-pohon di tepi jalan yang digunakan masyarakat sebagai tempat media promosi, namun meninggalkan paku-paku tersebut tertancap cukup dalam.

Tanpa sadar, paku tersebut melukai pohon dan menghambat pertumbuhannya. Bagi Suhaimi, pohon lebih dari sekadar makhluk hidup. "Banyak orang tak peduli, kalau dibiarkan paku-paku ini nanti pohon akan semakin sakit," katanya, Sabtu (20/9).

Baca Juga:  Survei Ini Ungkap Pria Suka Perempuan Lebih Tinggi dan Tua

Suhaimi mengaku, hampir seluruh Kecamatam Tampan sudah pernah dijajakinya.  Ia juga telah mencabut paku-paku di pohon yang berada di Jalan Tuanku Tambusai, Soekarno-Hatta, Jalan Rambutan, Kartama, Jalan Riau, dan lain-lain. "Udah sekitar tahun 2016 atau 2017, dulu sama Komunitas Sepeda Ontel," ujarnya.

Apa yang dilakukannya adalah bentuk kepedulian. Ia mengharapkan orang-orang yang memasang iklan mencabut paku-paku yang ditancapkan setelah iklan selesai, akan sangat lebih baik jika tidak memaku pohon untuk memasang iklan. Tak hanya mencabut paku, terkadang Suhaimi juga memberikan edukasi kepada masyarakat yang suka memaku pohom jika tak sengaja bertemu ketika Suhaimi tengah mencabut paku. "Pohon itu juga makhluk hidup, dan seharusnya kita menjaga kelestariannya," ujarnya. (ali)

- Advertisement -
Baca Juga:  Banyak Lulusan LPTK Menganggur atau Menjadi Guru Honorer

Laporan :  Mujawarroh Annafi (Pekanbaru)

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU, (RIAUPOS.CO) – DENGAN mengendarai sepeda ontel, berbekal sepotong kayu dan palu, Suhaimi Ilmi (63) menyusuri Kota Pekanbaru saban Sabtu pagi. Dia menghampiri pohon-pohon di tepi jalan yang terkadang penuh dengan gambar-gambar anggota dewan, atau iklan promosi usaha hingga sekolah.

Pria yang juga berprofesi sebagai dosen UIN Suska Riau ini mengatakan, dia merasa prihatin dengan pohon-pohon di tepi jalan yang digunakan masyarakat sebagai tempat media promosi, namun meninggalkan paku-paku tersebut tertancap cukup dalam.

Tanpa sadar, paku tersebut melukai pohon dan menghambat pertumbuhannya. Bagi Suhaimi, pohon lebih dari sekadar makhluk hidup. "Banyak orang tak peduli, kalau dibiarkan paku-paku ini nanti pohon akan semakin sakit," katanya, Sabtu (20/9).

Baca Juga:  Kemenag Pertahankan Pembelajaran Jarak Jauh

Suhaimi mengaku, hampir seluruh Kecamatam Tampan sudah pernah dijajakinya.  Ia juga telah mencabut paku-paku di pohon yang berada di Jalan Tuanku Tambusai, Soekarno-Hatta, Jalan Rambutan, Kartama, Jalan Riau, dan lain-lain. "Udah sekitar tahun 2016 atau 2017, dulu sama Komunitas Sepeda Ontel," ujarnya.

Apa yang dilakukannya adalah bentuk kepedulian. Ia mengharapkan orang-orang yang memasang iklan mencabut paku-paku yang ditancapkan setelah iklan selesai, akan sangat lebih baik jika tidak memaku pohon untuk memasang iklan. Tak hanya mencabut paku, terkadang Suhaimi juga memberikan edukasi kepada masyarakat yang suka memaku pohom jika tak sengaja bertemu ketika Suhaimi tengah mencabut paku. "Pohon itu juga makhluk hidup, dan seharusnya kita menjaga kelestariannya," ujarnya. (ali)

Baca Juga:  Masa, Presiden Jokowi Takut pada FPI?

Laporan :  Mujawarroh Annafi (Pekanbaru)

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari