Senin, 20 April 2026
- Advertisement -

Diskes Minta Masyarakat Waspada DBD

ROKANHULU (RIAUPOS.CO) — Mengingat curah hujan yang tidak menentu di Riau khususnya di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), terkadang cuaca panas dan hujan sangat berpengaruh terhadap serangan wabah penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

Untuk mengantisipasi berkembangnya wabah penyakit DBD, pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan (Diskes) Rohul meminta proaktif masyarakat di 16 kecamatan se Rohul untuk melakukan pencegahan dengan membersihkan lingkungan dan sarang nyamuk dilingkungan tempat tinggalnya.

Dengan tidak, membiarkan air hujan tertampung dan tergenang disuatu tempat seperti kaleng, botol dan ban  bekas, ember dan lain sebagainya. Sebab dalam tampungan air itu, akan dapat berkembangbiaknya perindukan nyamuk aedes aegypty melalui gigitan dapat menyebabkan penyakit DBD.

Baca Juga:  Turbin Pesawat Ditemukan, Dibawa ke JICT 2 Tanjung Priok

"Kita imbau kepada seluruh masyarakat  di Rohul, untuk tetap waspada terhadap penyebaran dan gigitan nyamuk aedes aegypty yang dapat menyebabkan penyakit DBD di lingkungan tempat tinggalnya. Karena cuaca ekstrim yang terjadi di Rohul serta lingkungan pemukiman masyarakat yang kurang bersih, sangat berpotensi berkembangnya wabah DBD atau nyamuk aedes aegypti," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Rohul dr Bambang Triono kepada Riau Pos, Jumat (15/11).

Menurutnya, Diskes Rohul menginstruksikan seluruh Kepala Puskesmas se Rohul, untuk dapat melakukan pemantauan dan penyululuan kepada masyarakat terhadap antisipasi dini penyebaran wabah DBD di wilayah kerjanya masing-masing.

Selain bergerak cepat melakukan pemberantasan sarang nyamuk pihaknya minta masyarakat harus waspada dan antisipasi dini dengan melakukan gotong royong, membersihkan perkarangan di lingkungan rumah. Karena lingkungan yang bersih, dapat terhindar dari berbagai penyakit," katanya.

Baca Juga:  Kerugian Kasus Jiwasraya Tembus Rp17 Triliun

Bambang meminta kepala desa, Lurah se Rohul untuk menggalakan kegiatan goro massal di daerahnya dalam rangka membersihkan lingkungan, antisipasi agar tidak berkembang sarang nyamuk aedes aegypt dan melakukan gerakan 3 M yakni Menguras (bak mandi), Mengubur (barang-barang bekas) dan Menutup serta menaburkan bubuk abate sekaligus memasang kasa nyamuk. Bila prinsip itu dilaksanakan, maka dapat terhindar dari penyakit DBD," tuturnya.

Sebab, bila masyarakat mempraktekan prilaku hidup sehat dan menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggalnya, maka akan dapat terhindar dari penyakit yang bisa memamtikan itu.(adv)

ROKANHULU (RIAUPOS.CO) — Mengingat curah hujan yang tidak menentu di Riau khususnya di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), terkadang cuaca panas dan hujan sangat berpengaruh terhadap serangan wabah penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

Untuk mengantisipasi berkembangnya wabah penyakit DBD, pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan (Diskes) Rohul meminta proaktif masyarakat di 16 kecamatan se Rohul untuk melakukan pencegahan dengan membersihkan lingkungan dan sarang nyamuk dilingkungan tempat tinggalnya.

Dengan tidak, membiarkan air hujan tertampung dan tergenang disuatu tempat seperti kaleng, botol dan ban  bekas, ember dan lain sebagainya. Sebab dalam tampungan air itu, akan dapat berkembangbiaknya perindukan nyamuk aedes aegypty melalui gigitan dapat menyebabkan penyakit DBD.

Baca Juga:  Kerugian Kasus Jiwasraya Tembus Rp17 Triliun

"Kita imbau kepada seluruh masyarakat  di Rohul, untuk tetap waspada terhadap penyebaran dan gigitan nyamuk aedes aegypty yang dapat menyebabkan penyakit DBD di lingkungan tempat tinggalnya. Karena cuaca ekstrim yang terjadi di Rohul serta lingkungan pemukiman masyarakat yang kurang bersih, sangat berpotensi berkembangnya wabah DBD atau nyamuk aedes aegypti," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Rohul dr Bambang Triono kepada Riau Pos, Jumat (15/11).

Menurutnya, Diskes Rohul menginstruksikan seluruh Kepala Puskesmas se Rohul, untuk dapat melakukan pemantauan dan penyululuan kepada masyarakat terhadap antisipasi dini penyebaran wabah DBD di wilayah kerjanya masing-masing.

- Advertisement -

Selain bergerak cepat melakukan pemberantasan sarang nyamuk pihaknya minta masyarakat harus waspada dan antisipasi dini dengan melakukan gotong royong, membersihkan perkarangan di lingkungan rumah. Karena lingkungan yang bersih, dapat terhindar dari berbagai penyakit," katanya.

Baca Juga:  Penambahan Pasien Positif Makin Melambat

Bambang meminta kepala desa, Lurah se Rohul untuk menggalakan kegiatan goro massal di daerahnya dalam rangka membersihkan lingkungan, antisipasi agar tidak berkembang sarang nyamuk aedes aegypt dan melakukan gerakan 3 M yakni Menguras (bak mandi), Mengubur (barang-barang bekas) dan Menutup serta menaburkan bubuk abate sekaligus memasang kasa nyamuk. Bila prinsip itu dilaksanakan, maka dapat terhindar dari penyakit DBD," tuturnya.

- Advertisement -

Sebab, bila masyarakat mempraktekan prilaku hidup sehat dan menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggalnya, maka akan dapat terhindar dari penyakit yang bisa memamtikan itu.(adv)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

ROKANHULU (RIAUPOS.CO) — Mengingat curah hujan yang tidak menentu di Riau khususnya di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), terkadang cuaca panas dan hujan sangat berpengaruh terhadap serangan wabah penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

Untuk mengantisipasi berkembangnya wabah penyakit DBD, pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan (Diskes) Rohul meminta proaktif masyarakat di 16 kecamatan se Rohul untuk melakukan pencegahan dengan membersihkan lingkungan dan sarang nyamuk dilingkungan tempat tinggalnya.

Dengan tidak, membiarkan air hujan tertampung dan tergenang disuatu tempat seperti kaleng, botol dan ban  bekas, ember dan lain sebagainya. Sebab dalam tampungan air itu, akan dapat berkembangbiaknya perindukan nyamuk aedes aegypty melalui gigitan dapat menyebabkan penyakit DBD.

Baca Juga:  Ketinggalan HP

"Kita imbau kepada seluruh masyarakat  di Rohul, untuk tetap waspada terhadap penyebaran dan gigitan nyamuk aedes aegypty yang dapat menyebabkan penyakit DBD di lingkungan tempat tinggalnya. Karena cuaca ekstrim yang terjadi di Rohul serta lingkungan pemukiman masyarakat yang kurang bersih, sangat berpotensi berkembangnya wabah DBD atau nyamuk aedes aegypti," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Rohul dr Bambang Triono kepada Riau Pos, Jumat (15/11).

Menurutnya, Diskes Rohul menginstruksikan seluruh Kepala Puskesmas se Rohul, untuk dapat melakukan pemantauan dan penyululuan kepada masyarakat terhadap antisipasi dini penyebaran wabah DBD di wilayah kerjanya masing-masing.

Selain bergerak cepat melakukan pemberantasan sarang nyamuk pihaknya minta masyarakat harus waspada dan antisipasi dini dengan melakukan gotong royong, membersihkan perkarangan di lingkungan rumah. Karena lingkungan yang bersih, dapat terhindar dari berbagai penyakit," katanya.

Baca Juga:  Turbin Pesawat Ditemukan, Dibawa ke JICT 2 Tanjung Priok

Bambang meminta kepala desa, Lurah se Rohul untuk menggalakan kegiatan goro massal di daerahnya dalam rangka membersihkan lingkungan, antisipasi agar tidak berkembang sarang nyamuk aedes aegypt dan melakukan gerakan 3 M yakni Menguras (bak mandi), Mengubur (barang-barang bekas) dan Menutup serta menaburkan bubuk abate sekaligus memasang kasa nyamuk. Bila prinsip itu dilaksanakan, maka dapat terhindar dari penyakit DBD," tuturnya.

Sebab, bila masyarakat mempraktekan prilaku hidup sehat dan menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggalnya, maka akan dapat terhindar dari penyakit yang bisa memamtikan itu.(adv)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari