Kamis, 28 Mei 2026
- Advertisement -

“Cabut! Jangan Cuma Ditangguhkan”

Aksi massa besar-besaran yang dilakukan penduduk Hongkong membuahkan hasil. Pembahasan RUU ekstradisi dihentikan sementara. Tapi, perjuangan belum usai hingga RUU kontroversial itu dicabut sepenuhnya.

 

(RIAUPOS.CO) — CARRIE Lam harus menyerah. Setidaknya untuk saat ini. Sabtu (15/6) chief executive Hongkong itu terpaksa mengubah sikap. Dalam sesi konferensi pers, Lam berkata bahwa pembahasan rancangan undang-undang (RUU) ekstradisi akan dihentikan sementara. Padahal, sebelumnya dia kukuh melanjutkan pembahasan meski banyak yang menentang.

Pemimpin 62 tahun itu mengungkapkan, bahwa pemerintah sudah melakukan berbagai upaya untuk meminimalkan perbedaan. Kenyataannya, massa tetap turun ke jalan dengan jumlah massif. Itu adalah aksi terbesar sejak Hongkong diserahkan Inggris ke Tiongkok 1997 lalu. Kericuhan tak terelakkan sehingga banyak yang luka-luka, termasuk pekerja media.

Baca Juga:  Ombudsman Bentuk Tim Pemeriksaan Khusus Kasus Jiwasraya

’’Saya sedih mengetahui kenyataan itu,’’ terang chief executive Hongkong ke-4 tersebut seperti dikutip Agence France-Presse.

Karena itulah, pemerintah akhirnya memutuskan untuk menangguhkan pembahasan RUU. Seharusnya pembahasan kedua di parlemen dijadwalkan bulan. Lam juga berjanji untuk berkomunikasi lagi dengan semua sektor masyarakat dan mendengar berbagai pandangan sebelum melanjutkan pembahasan.

’’Kami tidak berniat menetapkan batas waktu untuk hal ini,’’ terangnya.

Pemerintah akan melapor dan berkonsultasi dengan komite keamanan dewan legislatif lebih dulu sebelum mengambil langkah selanjutnya.

Informasi penangguhan pembahasan RUU itu pertama muncul di media-media Cina seperti South Cina Morning Post, Now TV, TVB, dan RTHK. Semuanya mengutip sumber di pemerintahan Hongkong. Dilaporkan bahwa Lam menggelar rapat Jumat malam (14/6) dengan para penasihatnya. Di lain pihak, para pejabat di Cina juga menggelar rapat serupa di Shenzhen untuk memetakan situasi. (sha/c10/dos)

Baca Juga:  Sempat Dikaitkan Genosida Muslim Uighur, Xi Jinping Kunjungi Xinjiang

Laporan Siti Aisyah, Hongkong

>>>Selengkapnya baca Harian Riau Pos
Editor: Rindra Yasin

Aksi massa besar-besaran yang dilakukan penduduk Hongkong membuahkan hasil. Pembahasan RUU ekstradisi dihentikan sementara. Tapi, perjuangan belum usai hingga RUU kontroversial itu dicabut sepenuhnya.

 

(RIAUPOS.CO) — CARRIE Lam harus menyerah. Setidaknya untuk saat ini. Sabtu (15/6) chief executive Hongkong itu terpaksa mengubah sikap. Dalam sesi konferensi pers, Lam berkata bahwa pembahasan rancangan undang-undang (RUU) ekstradisi akan dihentikan sementara. Padahal, sebelumnya dia kukuh melanjutkan pembahasan meski banyak yang menentang.

Pemimpin 62 tahun itu mengungkapkan, bahwa pemerintah sudah melakukan berbagai upaya untuk meminimalkan perbedaan. Kenyataannya, massa tetap turun ke jalan dengan jumlah massif. Itu adalah aksi terbesar sejak Hongkong diserahkan Inggris ke Tiongkok 1997 lalu. Kericuhan tak terelakkan sehingga banyak yang luka-luka, termasuk pekerja media.

Baca Juga:  September-November Bantuan Kuota Internet dan UKT Turun

’’Saya sedih mengetahui kenyataan itu,’’ terang chief executive Hongkong ke-4 tersebut seperti dikutip Agence France-Presse.

- Advertisement -

Karena itulah, pemerintah akhirnya memutuskan untuk menangguhkan pembahasan RUU. Seharusnya pembahasan kedua di parlemen dijadwalkan bulan. Lam juga berjanji untuk berkomunikasi lagi dengan semua sektor masyarakat dan mendengar berbagai pandangan sebelum melanjutkan pembahasan.

’’Kami tidak berniat menetapkan batas waktu untuk hal ini,’’ terangnya.

- Advertisement -

Pemerintah akan melapor dan berkonsultasi dengan komite keamanan dewan legislatif lebih dulu sebelum mengambil langkah selanjutnya.

Informasi penangguhan pembahasan RUU itu pertama muncul di media-media Cina seperti South Cina Morning Post, Now TV, TVB, dan RTHK. Semuanya mengutip sumber di pemerintahan Hongkong. Dilaporkan bahwa Lam menggelar rapat Jumat malam (14/6) dengan para penasihatnya. Di lain pihak, para pejabat di Cina juga menggelar rapat serupa di Shenzhen untuk memetakan situasi. (sha/c10/dos)

Baca Juga:  Gula Darah Tinggi, Stop Makan Malam Mulai Pukul 20.00

Laporan Siti Aisyah, Hongkong

>>>Selengkapnya baca Harian Riau Pos
Editor: Rindra Yasin

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

Aksi massa besar-besaran yang dilakukan penduduk Hongkong membuahkan hasil. Pembahasan RUU ekstradisi dihentikan sementara. Tapi, perjuangan belum usai hingga RUU kontroversial itu dicabut sepenuhnya.

 

(RIAUPOS.CO) — CARRIE Lam harus menyerah. Setidaknya untuk saat ini. Sabtu (15/6) chief executive Hongkong itu terpaksa mengubah sikap. Dalam sesi konferensi pers, Lam berkata bahwa pembahasan rancangan undang-undang (RUU) ekstradisi akan dihentikan sementara. Padahal, sebelumnya dia kukuh melanjutkan pembahasan meski banyak yang menentang.

Pemimpin 62 tahun itu mengungkapkan, bahwa pemerintah sudah melakukan berbagai upaya untuk meminimalkan perbedaan. Kenyataannya, massa tetap turun ke jalan dengan jumlah massif. Itu adalah aksi terbesar sejak Hongkong diserahkan Inggris ke Tiongkok 1997 lalu. Kericuhan tak terelakkan sehingga banyak yang luka-luka, termasuk pekerja media.

Baca Juga:  Risiko Osteoartritis Lebih Besar pada Perempuan Obesitas

’’Saya sedih mengetahui kenyataan itu,’’ terang chief executive Hongkong ke-4 tersebut seperti dikutip Agence France-Presse.

Karena itulah, pemerintah akhirnya memutuskan untuk menangguhkan pembahasan RUU. Seharusnya pembahasan kedua di parlemen dijadwalkan bulan. Lam juga berjanji untuk berkomunikasi lagi dengan semua sektor masyarakat dan mendengar berbagai pandangan sebelum melanjutkan pembahasan.

’’Kami tidak berniat menetapkan batas waktu untuk hal ini,’’ terangnya.

Pemerintah akan melapor dan berkonsultasi dengan komite keamanan dewan legislatif lebih dulu sebelum mengambil langkah selanjutnya.

Informasi penangguhan pembahasan RUU itu pertama muncul di media-media Cina seperti South Cina Morning Post, Now TV, TVB, dan RTHK. Semuanya mengutip sumber di pemerintahan Hongkong. Dilaporkan bahwa Lam menggelar rapat Jumat malam (14/6) dengan para penasihatnya. Di lain pihak, para pejabat di Cina juga menggelar rapat serupa di Shenzhen untuk memetakan situasi. (sha/c10/dos)

Baca Juga:  September-November Bantuan Kuota Internet dan UKT Turun

Laporan Siti Aisyah, Hongkong

>>>Selengkapnya baca Harian Riau Pos
Editor: Rindra Yasin

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari