Sabtu, 4 Juli 2026
- Advertisement -

21 Peserta Ultramarathon Meninggal, 27 Pejabat Cina Dihukum 

BEIJING (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Cina dilaporkan telah menjatuhkan hukuman terhadap 27 pejabat pasca insiden kematian 21 peserta ultramarathon 100 km yang diselenggarakan pada Mei 2021 lalu. Insiden itu merupakan salah satu tragedi olah raga paling mematikan di dunia.

Dilaporkan  CNBC, salah satu pejabat yang mendapat hukuman adalah kepala daerah Kabupaten Jingtai. Dia diberhentikan dari jabatannya pascapenyelidikan dilakukan.

Pejabat lain yang dimintai pertanggungjawaban adalah walikota dan ketua Partai Komunis Kota Baiyin, kota di bawah yurisdiksi Jingtai. Pejabat lain sisanya yang terkait acara itu mendapat peringatan disiplin.

Di tengah penyelidikan, Ketua Partai Komunis Kabupaten Jingtai, Li Zuobi, dilapokan jatuh dari gedung apartemennya dan meninggal. Polisi mengesampingkan dugaan pembunuhan atau bunuh diri karena kematian Li masih diselidiki.

Baca Juga:  Penghargaan Spesial untuk Almarhum Haidir

Tidak jelas apakah kematian Li terkait dengan lomba marathon mematikan atau tidak.

Sebagai informasi, 21 pelari meninggal karena hipotermia ketika cuaca yang sangat dingin tiba-tiba turun di lokasi berlangsungnya lomba di Provinsi Gansu.

Melansir CNA, para penyelidik mengatakan selain disebabkan oleh cuaca ekstrem, tragedi itu juga disebabkan oleh organisasi dan penyelenggaraan yang tidak profesional.

Administrasi olahraga Cina mengatakan bahwa pihaknya menangguhkan semua acara olahraga berisiko tinggi yang tidak memiliki badan pengawas, aturan yang resmi, dan standar keselamatan yang jelas.

Kegiatan yang dihentikan termasuk olahraga gunung dan gurun, terbang dengan setelan sayap, dan lari jarak jauh.

Sumber: CNBC/CNA/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

Baca Juga:  Kerugian Kasus Jiwasraya Tembus Rp17 Triliun

Saksikan Video di Bawah Ini:

BEIJING (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Cina dilaporkan telah menjatuhkan hukuman terhadap 27 pejabat pasca insiden kematian 21 peserta ultramarathon 100 km yang diselenggarakan pada Mei 2021 lalu. Insiden itu merupakan salah satu tragedi olah raga paling mematikan di dunia.

Dilaporkan  CNBC, salah satu pejabat yang mendapat hukuman adalah kepala daerah Kabupaten Jingtai. Dia diberhentikan dari jabatannya pascapenyelidikan dilakukan.

Pejabat lain yang dimintai pertanggungjawaban adalah walikota dan ketua Partai Komunis Kota Baiyin, kota di bawah yurisdiksi Jingtai. Pejabat lain sisanya yang terkait acara itu mendapat peringatan disiplin.

Di tengah penyelidikan, Ketua Partai Komunis Kabupaten Jingtai, Li Zuobi, dilapokan jatuh dari gedung apartemennya dan meninggal. Polisi mengesampingkan dugaan pembunuhan atau bunuh diri karena kematian Li masih diselidiki.

Baca Juga:  Penghargaan Spesial untuk Almarhum Haidir

Tidak jelas apakah kematian Li terkait dengan lomba marathon mematikan atau tidak.

- Advertisement -

Sebagai informasi, 21 pelari meninggal karena hipotermia ketika cuaca yang sangat dingin tiba-tiba turun di lokasi berlangsungnya lomba di Provinsi Gansu.

Melansir CNA, para penyelidik mengatakan selain disebabkan oleh cuaca ekstrem, tragedi itu juga disebabkan oleh organisasi dan penyelenggaraan yang tidak profesional.

- Advertisement -

Administrasi olahraga Cina mengatakan bahwa pihaknya menangguhkan semua acara olahraga berisiko tinggi yang tidak memiliki badan pengawas, aturan yang resmi, dan standar keselamatan yang jelas.

Kegiatan yang dihentikan termasuk olahraga gunung dan gurun, terbang dengan setelan sayap, dan lari jarak jauh.

Sumber: CNBC/CNA/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

Baca Juga:  Kasus SPPD Fiktif Tinggal Perhitungan Final BPKP

Saksikan Video di Bawah Ini:

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

BEIJING (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Cina dilaporkan telah menjatuhkan hukuman terhadap 27 pejabat pasca insiden kematian 21 peserta ultramarathon 100 km yang diselenggarakan pada Mei 2021 lalu. Insiden itu merupakan salah satu tragedi olah raga paling mematikan di dunia.

Dilaporkan  CNBC, salah satu pejabat yang mendapat hukuman adalah kepala daerah Kabupaten Jingtai. Dia diberhentikan dari jabatannya pascapenyelidikan dilakukan.

Pejabat lain yang dimintai pertanggungjawaban adalah walikota dan ketua Partai Komunis Kota Baiyin, kota di bawah yurisdiksi Jingtai. Pejabat lain sisanya yang terkait acara itu mendapat peringatan disiplin.

Di tengah penyelidikan, Ketua Partai Komunis Kabupaten Jingtai, Li Zuobi, dilapokan jatuh dari gedung apartemennya dan meninggal. Polisi mengesampingkan dugaan pembunuhan atau bunuh diri karena kematian Li masih diselidiki.

Baca Juga:  Riau Rhythm in Orchestra 2020: Pengembaraan di Tengah Pandemi

Tidak jelas apakah kematian Li terkait dengan lomba marathon mematikan atau tidak.

Sebagai informasi, 21 pelari meninggal karena hipotermia ketika cuaca yang sangat dingin tiba-tiba turun di lokasi berlangsungnya lomba di Provinsi Gansu.

Melansir CNA, para penyelidik mengatakan selain disebabkan oleh cuaca ekstrem, tragedi itu juga disebabkan oleh organisasi dan penyelenggaraan yang tidak profesional.

Administrasi olahraga Cina mengatakan bahwa pihaknya menangguhkan semua acara olahraga berisiko tinggi yang tidak memiliki badan pengawas, aturan yang resmi, dan standar keselamatan yang jelas.

Kegiatan yang dihentikan termasuk olahraga gunung dan gurun, terbang dengan setelan sayap, dan lari jarak jauh.

Sumber: CNBC/CNA/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

Baca Juga:  Korea Utara Rayakan Sepuluh Tahun Kekuasaan Kim Jong-un

Saksikan Video di Bawah Ini:

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari