Jumat, 24 April 2026
- Advertisement -

Satgas Khusus KPK Gagal Temukan Harun Masiku

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) khusus untuk mencari keberadaan Harun Masiku. Satgas khusus itu hingga kini masih mencari persembunyian politisi PDIP, Harun Masiku.

"Kami sudah bentuk tim juga, satgas khusus. Kami sudah keluarkan DPO, tapi sampai sekarang kami belum mendapatkan," kata Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (14/2).

Alex menyampaikan, tim itu sudah satu bulan mencari Harun. Alex mengklaim, KPK telah melakukan berbagai upaya untuk dapat menangkap tersangka kasus dugaan suap terkait penetapan anggota DPR Pergantian Antar Waktu (PAW) tersebut.

Misalnya, dengan meminta bantuan Polri, kemudian menetapkan Harun Masiku dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), serta mencegahnya ke luar negeri. Namun, upaya tersebut hingga kini belum membuahkan hasil.

Baca Juga:  Siswa SMA yang Diduga Bunuh Begal Hanya Dituntut Pembinaan Setahun

"Yang jelas kami sudah memerintahkan, sudah membentuk satgas untuk mencari yang bersangkutan," pungkasnya.

Harun diduga merupakan salah satu kunci perkara yang diduga melibatkan petinggi PDIP. Penyidik lembaga antirasuah hingga kini masih mendalami asal-usul uang Rp400 juta yang diberikan untuk Wahyu Setiawan melalui sejumlah perantara.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) khusus untuk mencari keberadaan Harun Masiku. Satgas khusus itu hingga kini masih mencari persembunyian politisi PDIP, Harun Masiku.

"Kami sudah bentuk tim juga, satgas khusus. Kami sudah keluarkan DPO, tapi sampai sekarang kami belum mendapatkan," kata Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (14/2).

Alex menyampaikan, tim itu sudah satu bulan mencari Harun. Alex mengklaim, KPK telah melakukan berbagai upaya untuk dapat menangkap tersangka kasus dugaan suap terkait penetapan anggota DPR Pergantian Antar Waktu (PAW) tersebut.

Misalnya, dengan meminta bantuan Polri, kemudian menetapkan Harun Masiku dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), serta mencegahnya ke luar negeri. Namun, upaya tersebut hingga kini belum membuahkan hasil.

Baca Juga:  Pembunuhan Sadis: Ibu Bunuh Anak yang Minta Minum Air

"Yang jelas kami sudah memerintahkan, sudah membentuk satgas untuk mencari yang bersangkutan," pungkasnya.

- Advertisement -

Harun diduga merupakan salah satu kunci perkara yang diduga melibatkan petinggi PDIP. Penyidik lembaga antirasuah hingga kini masih mendalami asal-usul uang Rp400 juta yang diberikan untuk Wahyu Setiawan melalui sejumlah perantara.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

- Advertisement -

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) khusus untuk mencari keberadaan Harun Masiku. Satgas khusus itu hingga kini masih mencari persembunyian politisi PDIP, Harun Masiku.

"Kami sudah bentuk tim juga, satgas khusus. Kami sudah keluarkan DPO, tapi sampai sekarang kami belum mendapatkan," kata Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (14/2).

Alex menyampaikan, tim itu sudah satu bulan mencari Harun. Alex mengklaim, KPK telah melakukan berbagai upaya untuk dapat menangkap tersangka kasus dugaan suap terkait penetapan anggota DPR Pergantian Antar Waktu (PAW) tersebut.

Misalnya, dengan meminta bantuan Polri, kemudian menetapkan Harun Masiku dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), serta mencegahnya ke luar negeri. Namun, upaya tersebut hingga kini belum membuahkan hasil.

Baca Juga:  Tak Mudik, Tak Sabar Open House di Kedutaan

"Yang jelas kami sudah memerintahkan, sudah membentuk satgas untuk mencari yang bersangkutan," pungkasnya.

Harun diduga merupakan salah satu kunci perkara yang diduga melibatkan petinggi PDIP. Penyidik lembaga antirasuah hingga kini masih mendalami asal-usul uang Rp400 juta yang diberikan untuk Wahyu Setiawan melalui sejumlah perantara.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari