Sabtu, 16 Mei 2026
- Advertisement -

Puluhan TKA Asal Cina Bekerja di Meikarta

BEKASI (RIAUPOS.CO) — Pengelola Meikarta membantah telah mempekerjakan ribuan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Cina secara ilegal di proyek yang berlokasi di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Direktur Komunikasi Meikarta Danang Kemayan Jati mengatakan, jumlah TKA yang bekerja di Meikarta sebanyak 86 orang, sementara pekerja lokalnya berjumlah 5.000 orang.

"Status pekerja WNA yang dipekerjakan di Meikarta minimal supervisor atau key specialist," kata Danang di Bekasi, Rabu.

Ia menjelaskan, seluruh TKA yang dipekerjakan di proyek Meikarta direkrut oleh jasa kontraktor bernama China Contractor.

Danang menegaskan, seluruh TKA yang bekerja di Meikarta sudah memiliki izin resmi sesuai dengan undang-undang. Pihaknya menempatkan prioritas tinggi kepada semua kontraktor atas keselamatan kerja.

Baca Juga:  Danpaspampres dan 129 Perwira Tinggi dan Menengah Dimutasi oleh Panglima TNI

Pihaknya memprioritaskan putra daerah dalam membangun Kota Baru Meikarta di mana dari 5.000 pekerja lokal yang bekerja sebagian besar merupakan warga Bekasi dan sisanya merupakan pekerja dari luar daerah Bekasi.

Danang juga memastikan seluruh pekerja di lokasi proyek Meikarta terbebas dari virus corona atau Covid-19 sekaligus membantah tudingan salah seorang WNA yang meninggal di area proyek itu beberapa hari lalu akibat virus berbahaya tersebut.

"Mengenai WNA yang meninggal, dia bukan karyawan Meikarta, melainkan karyawan kontraktor dan sudah dievakuasi pihak berwajib bahwa kematiannya disebabkan oleh kecelakaan kerja, bukan karena virus corona," ucapnya.

DPRD Kabupaten Bekasi sebelumnya menduga ada ribuan TKA asal China ilegal yang bekerja di proyek Meikarta, Lippo Cikarang, Kabupaten Bekasi. (jpnn)

Baca Juga:  Bupati Apresiasi Peran Ansor 

Sumber: Jpnn.com
Editor: Erizal
 

BEKASI (RIAUPOS.CO) — Pengelola Meikarta membantah telah mempekerjakan ribuan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Cina secara ilegal di proyek yang berlokasi di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Direktur Komunikasi Meikarta Danang Kemayan Jati mengatakan, jumlah TKA yang bekerja di Meikarta sebanyak 86 orang, sementara pekerja lokalnya berjumlah 5.000 orang.

"Status pekerja WNA yang dipekerjakan di Meikarta minimal supervisor atau key specialist," kata Danang di Bekasi, Rabu.

Ia menjelaskan, seluruh TKA yang dipekerjakan di proyek Meikarta direkrut oleh jasa kontraktor bernama China Contractor.

Danang menegaskan, seluruh TKA yang bekerja di Meikarta sudah memiliki izin resmi sesuai dengan undang-undang. Pihaknya menempatkan prioritas tinggi kepada semua kontraktor atas keselamatan kerja.

- Advertisement -
Baca Juga:  30 September, Demo Jilid 3, Mahasiswa Bergerak Lagi

Pihaknya memprioritaskan putra daerah dalam membangun Kota Baru Meikarta di mana dari 5.000 pekerja lokal yang bekerja sebagian besar merupakan warga Bekasi dan sisanya merupakan pekerja dari luar daerah Bekasi.

Danang juga memastikan seluruh pekerja di lokasi proyek Meikarta terbebas dari virus corona atau Covid-19 sekaligus membantah tudingan salah seorang WNA yang meninggal di area proyek itu beberapa hari lalu akibat virus berbahaya tersebut.

- Advertisement -

"Mengenai WNA yang meninggal, dia bukan karyawan Meikarta, melainkan karyawan kontraktor dan sudah dievakuasi pihak berwajib bahwa kematiannya disebabkan oleh kecelakaan kerja, bukan karena virus corona," ucapnya.

DPRD Kabupaten Bekasi sebelumnya menduga ada ribuan TKA asal China ilegal yang bekerja di proyek Meikarta, Lippo Cikarang, Kabupaten Bekasi. (jpnn)

Baca Juga:  Awal Bros Edukasi Masyarakat Bahaya HPV, Cacar Air dan Rubella

Sumber: Jpnn.com
Editor: Erizal
 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

BEKASI (RIAUPOS.CO) — Pengelola Meikarta membantah telah mempekerjakan ribuan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Cina secara ilegal di proyek yang berlokasi di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Direktur Komunikasi Meikarta Danang Kemayan Jati mengatakan, jumlah TKA yang bekerja di Meikarta sebanyak 86 orang, sementara pekerja lokalnya berjumlah 5.000 orang.

"Status pekerja WNA yang dipekerjakan di Meikarta minimal supervisor atau key specialist," kata Danang di Bekasi, Rabu.

Ia menjelaskan, seluruh TKA yang dipekerjakan di proyek Meikarta direkrut oleh jasa kontraktor bernama China Contractor.

Danang menegaskan, seluruh TKA yang bekerja di Meikarta sudah memiliki izin resmi sesuai dengan undang-undang. Pihaknya menempatkan prioritas tinggi kepada semua kontraktor atas keselamatan kerja.

Baca Juga:  Menggapai Mimpi dari Sawit Riau

Pihaknya memprioritaskan putra daerah dalam membangun Kota Baru Meikarta di mana dari 5.000 pekerja lokal yang bekerja sebagian besar merupakan warga Bekasi dan sisanya merupakan pekerja dari luar daerah Bekasi.

Danang juga memastikan seluruh pekerja di lokasi proyek Meikarta terbebas dari virus corona atau Covid-19 sekaligus membantah tudingan salah seorang WNA yang meninggal di area proyek itu beberapa hari lalu akibat virus berbahaya tersebut.

"Mengenai WNA yang meninggal, dia bukan karyawan Meikarta, melainkan karyawan kontraktor dan sudah dievakuasi pihak berwajib bahwa kematiannya disebabkan oleh kecelakaan kerja, bukan karena virus corona," ucapnya.

DPRD Kabupaten Bekasi sebelumnya menduga ada ribuan TKA asal China ilegal yang bekerja di proyek Meikarta, Lippo Cikarang, Kabupaten Bekasi. (jpnn)

Baca Juga:  Lahan Perbukitan di Merangin Terbakar, 44 Kali Bom Air Dijatuhkan

Sumber: Jpnn.com
Editor: Erizal
 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari