Selasa, 28 April 2026
- Advertisement -

Inggris Serang Cina soal Virus Corona

LONDON (RIAUPOS.CO) — Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace meminta Cina terbuka mengenai informasi wabah virus corona atau Covid-19. Ia mengatakan Cina perlu menjawab pertanyaan soal informasi yang dibagikan tentang wabah Covid-19.

"Cina harus menjawab hal itu setelah kita semua berhasil mengendalikan Covid-19 dan ekonomi kita kembali normal," ujar Ben Wallace.

"Cina harus terbuka dan transparan tentang apa yang perlu diterangkannya, kekurangan dan kesuksesannya," katanya.

Sebelumnya pada Ahad (3/5), Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo mengatakan ada "sejumlah bukti kuat" bahwa virus corona jenis baru itu muncul dari laboratorium Cina.

"Ada sejumlah bukti kuat bahwa ini berasal dari laboratorium di Wuhan," kata Pompeo kepada ABC. Ia merujuk pada virus yang muncul akhir tahun lalu di Cina dan telah menewaskan sekitar 240.000 orang di seluruh dunia, termasuk lebih dari 67.000 di Amerika Serikat.

Baca Juga:  Kejagung Periksa Tiga Saksi Jiwasraya

Pompeo kemudian secara singkat membantah pernyataan yang dikeluarkan beberapa hari sebelumnya oleh badan intelijen AS, yang menyebutkan bahwa virus itu tampaknya tidak dibuat oleh manusia atau dimodifikasi secara genetis.

Cina berulang kali membantah menutup-nutupi informasi wabah Covid-19. Duta Besar Cina untuk Inggris bulan lalu mengatakan Amerika Serikat seharusnya tidak berusaha menggertak Cina dengan cara yang mengingatkan pada perang kolonial Eropa abad ke-19.

Sumber: JPNN.Com
Editor: Rinaldi

 

LONDON (RIAUPOS.CO) — Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace meminta Cina terbuka mengenai informasi wabah virus corona atau Covid-19. Ia mengatakan Cina perlu menjawab pertanyaan soal informasi yang dibagikan tentang wabah Covid-19.

"Cina harus menjawab hal itu setelah kita semua berhasil mengendalikan Covid-19 dan ekonomi kita kembali normal," ujar Ben Wallace.

"Cina harus terbuka dan transparan tentang apa yang perlu diterangkannya, kekurangan dan kesuksesannya," katanya.

Sebelumnya pada Ahad (3/5), Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo mengatakan ada "sejumlah bukti kuat" bahwa virus corona jenis baru itu muncul dari laboratorium Cina.

"Ada sejumlah bukti kuat bahwa ini berasal dari laboratorium di Wuhan," kata Pompeo kepada ABC. Ia merujuk pada virus yang muncul akhir tahun lalu di Cina dan telah menewaskan sekitar 240.000 orang di seluruh dunia, termasuk lebih dari 67.000 di Amerika Serikat.

- Advertisement -
Baca Juga:  Kejagung Periksa Tiga Saksi Jiwasraya

Pompeo kemudian secara singkat membantah pernyataan yang dikeluarkan beberapa hari sebelumnya oleh badan intelijen AS, yang menyebutkan bahwa virus itu tampaknya tidak dibuat oleh manusia atau dimodifikasi secara genetis.

Cina berulang kali membantah menutup-nutupi informasi wabah Covid-19. Duta Besar Cina untuk Inggris bulan lalu mengatakan Amerika Serikat seharusnya tidak berusaha menggertak Cina dengan cara yang mengingatkan pada perang kolonial Eropa abad ke-19.

- Advertisement -

Sumber: JPNN.Com
Editor: Rinaldi

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

LONDON (RIAUPOS.CO) — Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace meminta Cina terbuka mengenai informasi wabah virus corona atau Covid-19. Ia mengatakan Cina perlu menjawab pertanyaan soal informasi yang dibagikan tentang wabah Covid-19.

"Cina harus menjawab hal itu setelah kita semua berhasil mengendalikan Covid-19 dan ekonomi kita kembali normal," ujar Ben Wallace.

"Cina harus terbuka dan transparan tentang apa yang perlu diterangkannya, kekurangan dan kesuksesannya," katanya.

Sebelumnya pada Ahad (3/5), Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo mengatakan ada "sejumlah bukti kuat" bahwa virus corona jenis baru itu muncul dari laboratorium Cina.

"Ada sejumlah bukti kuat bahwa ini berasal dari laboratorium di Wuhan," kata Pompeo kepada ABC. Ia merujuk pada virus yang muncul akhir tahun lalu di Cina dan telah menewaskan sekitar 240.000 orang di seluruh dunia, termasuk lebih dari 67.000 di Amerika Serikat.

Baca Juga:  Berani Ambil Risiko, Tiga Anak Muda Ini Menjemput Bantuan APD Langsung ke Cina

Pompeo kemudian secara singkat membantah pernyataan yang dikeluarkan beberapa hari sebelumnya oleh badan intelijen AS, yang menyebutkan bahwa virus itu tampaknya tidak dibuat oleh manusia atau dimodifikasi secara genetis.

Cina berulang kali membantah menutup-nutupi informasi wabah Covid-19. Duta Besar Cina untuk Inggris bulan lalu mengatakan Amerika Serikat seharusnya tidak berusaha menggertak Cina dengan cara yang mengingatkan pada perang kolonial Eropa abad ke-19.

Sumber: JPNN.Com
Editor: Rinaldi

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari