Senin, 17 Agustus 2026
- Advertisement -

Peneliti Ungkap Risiko Gumpalan Darah Usai Vaksinasi Covid-19 Rendah

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Sejumlah kasus gumpalan darah usai divaksinasi Covid-19 menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat atau calon penerima vaksin. Sejumlah vaksin seperti AstraZeneca dikaitkan dengan kejadian tersebut. Namun penelitian baru-baru ini memastikan risiko gumpalan darah usai vaksinasi sangat rendah.

Dilansir dari Science Times, Senin (3/5), dalam panduannya, The American Heart Association (AHA) menegaskan, kemungkinan mengalami trombosis sinus vena serebral (CVST) setelah menerima vaksin Covid-19 sangat rendah. Ini diungkapkan setelah laporan mengaitkan kondisi tersebut dengan vaksin Johnson & Johnson dan AstraZeneca.

Panduan ini dirilis setelah Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS dan Food and Drug Administration, yang mencabut perintah jeda untuk penggunaan vaksin Johnson & Johnson atas kaitannya dengan CVST atau pembekuan darah dan sindrom trombosis-trombositopenia (TTS), yang merupakan gumpalan darah dengan jumlah trombosit rendah.

Baca Juga:  Cerita Prilly Latuconsina dalam Series "Ustad Milenial" Jadi Saleha dan Berhijab

Kondisi ini juga terkait dengan pasien di Kanada dan Eropa yang diberikan vaksin AstraZeneca. Dalam panduan, diagnosis dan pengelolaan trombosis sinus vena serebral dengan trombositopenia trombotik imun yang diinduksi oleh vaksin, para peneliti menganalisis database dari 59 organisasi perawatan kesehatan dan 81 juta pasien, 98 persen di antaranya berada di AS.

"Bahkan risiko CVST akibat infeksi Covid-19 bisa 8 hingga 10 kali lebih tinggi dibandingkan risiko CVST setelah menerima vaksin," kata penulis utama Karen L. Fune, yang juga ketua Departemen Neurologi di Sekolah Kedokteran Warren Alpert, Universitas Brown di Providence, Rhode Island, dalam pernyataan AHA yang disiapkan. Mereka meyakinkan publik bahwa kemungkinan terjadinya CVST atau gumpalan darah setelah menerima vaksin Covid-19 sangat rendah. Artinya hasil ini akan mendorong semua orang dewasa untuk menggunakan vaksin yang disetujui FDA.(jpg)

Baca Juga:  Pengujian Materi UU Pers oleh Mahasiswa Ditolak MK

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Sejumlah kasus gumpalan darah usai divaksinasi Covid-19 menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat atau calon penerima vaksin. Sejumlah vaksin seperti AstraZeneca dikaitkan dengan kejadian tersebut. Namun penelitian baru-baru ini memastikan risiko gumpalan darah usai vaksinasi sangat rendah.

Dilansir dari Science Times, Senin (3/5), dalam panduannya, The American Heart Association (AHA) menegaskan, kemungkinan mengalami trombosis sinus vena serebral (CVST) setelah menerima vaksin Covid-19 sangat rendah. Ini diungkapkan setelah laporan mengaitkan kondisi tersebut dengan vaksin Johnson & Johnson dan AstraZeneca.

Panduan ini dirilis setelah Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS dan Food and Drug Administration, yang mencabut perintah jeda untuk penggunaan vaksin Johnson & Johnson atas kaitannya dengan CVST atau pembekuan darah dan sindrom trombosis-trombositopenia (TTS), yang merupakan gumpalan darah dengan jumlah trombosit rendah.

Baca Juga:  Daerah Belum Salurkan Insentif Nakes

Kondisi ini juga terkait dengan pasien di Kanada dan Eropa yang diberikan vaksin AstraZeneca. Dalam panduan, diagnosis dan pengelolaan trombosis sinus vena serebral dengan trombositopenia trombotik imun yang diinduksi oleh vaksin, para peneliti menganalisis database dari 59 organisasi perawatan kesehatan dan 81 juta pasien, 98 persen di antaranya berada di AS.

"Bahkan risiko CVST akibat infeksi Covid-19 bisa 8 hingga 10 kali lebih tinggi dibandingkan risiko CVST setelah menerima vaksin," kata penulis utama Karen L. Fune, yang juga ketua Departemen Neurologi di Sekolah Kedokteran Warren Alpert, Universitas Brown di Providence, Rhode Island, dalam pernyataan AHA yang disiapkan. Mereka meyakinkan publik bahwa kemungkinan terjadinya CVST atau gumpalan darah setelah menerima vaksin Covid-19 sangat rendah. Artinya hasil ini akan mendorong semua orang dewasa untuk menggunakan vaksin yang disetujui FDA.(jpg)

Baca Juga:  Jeremy Teti Setuju Gaji Pejabat Dipotong Tanggulangi Corona
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Sejumlah kasus gumpalan darah usai divaksinasi Covid-19 menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat atau calon penerima vaksin. Sejumlah vaksin seperti AstraZeneca dikaitkan dengan kejadian tersebut. Namun penelitian baru-baru ini memastikan risiko gumpalan darah usai vaksinasi sangat rendah.

Dilansir dari Science Times, Senin (3/5), dalam panduannya, The American Heart Association (AHA) menegaskan, kemungkinan mengalami trombosis sinus vena serebral (CVST) setelah menerima vaksin Covid-19 sangat rendah. Ini diungkapkan setelah laporan mengaitkan kondisi tersebut dengan vaksin Johnson & Johnson dan AstraZeneca.

Panduan ini dirilis setelah Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS dan Food and Drug Administration, yang mencabut perintah jeda untuk penggunaan vaksin Johnson & Johnson atas kaitannya dengan CVST atau pembekuan darah dan sindrom trombosis-trombositopenia (TTS), yang merupakan gumpalan darah dengan jumlah trombosit rendah.

Baca Juga:  Jeremy Teti Setuju Gaji Pejabat Dipotong Tanggulangi Corona

Kondisi ini juga terkait dengan pasien di Kanada dan Eropa yang diberikan vaksin AstraZeneca. Dalam panduan, diagnosis dan pengelolaan trombosis sinus vena serebral dengan trombositopenia trombotik imun yang diinduksi oleh vaksin, para peneliti menganalisis database dari 59 organisasi perawatan kesehatan dan 81 juta pasien, 98 persen di antaranya berada di AS.

"Bahkan risiko CVST akibat infeksi Covid-19 bisa 8 hingga 10 kali lebih tinggi dibandingkan risiko CVST setelah menerima vaksin," kata penulis utama Karen L. Fune, yang juga ketua Departemen Neurologi di Sekolah Kedokteran Warren Alpert, Universitas Brown di Providence, Rhode Island, dalam pernyataan AHA yang disiapkan. Mereka meyakinkan publik bahwa kemungkinan terjadinya CVST atau gumpalan darah setelah menerima vaksin Covid-19 sangat rendah. Artinya hasil ini akan mendorong semua orang dewasa untuk menggunakan vaksin yang disetujui FDA.(jpg)

Baca Juga:  Vladimir Putin Tegaskan Rusia Tak Keberatan Ukraina Gabung Uni Eropa

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari