Sabtu, 10 Oktober 2026
- Advertisement -

Peneliti Ungkap Risiko Gumpalan Darah Usai Vaksinasi Covid-19 Rendah

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Sejumlah kasus gumpalan darah usai divaksinasi Covid-19 menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat atau calon penerima vaksin. Sejumlah vaksin seperti AstraZeneca dikaitkan dengan kejadian tersebut. Namun penelitian baru-baru ini memastikan risiko gumpalan darah usai vaksinasi sangat rendah.

Dilansir dari Science Times, Senin (3/5), dalam panduannya, The American Heart Association (AHA) menegaskan, kemungkinan mengalami trombosis sinus vena serebral (CVST) setelah menerima vaksin Covid-19 sangat rendah. Ini diungkapkan setelah laporan mengaitkan kondisi tersebut dengan vaksin Johnson & Johnson dan AstraZeneca.

Panduan ini dirilis setelah Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS dan Food and Drug Administration, yang mencabut perintah jeda untuk penggunaan vaksin Johnson & Johnson atas kaitannya dengan CVST atau pembekuan darah dan sindrom trombosis-trombositopenia (TTS), yang merupakan gumpalan darah dengan jumlah trombosit rendah.

Baca Juga:  Konser Kiss End of the Road Tour Ditunda

Kondisi ini juga terkait dengan pasien di Kanada dan Eropa yang diberikan vaksin AstraZeneca. Dalam panduan, diagnosis dan pengelolaan trombosis sinus vena serebral dengan trombositopenia trombotik imun yang diinduksi oleh vaksin, para peneliti menganalisis database dari 59 organisasi perawatan kesehatan dan 81 juta pasien, 98 persen di antaranya berada di AS.

"Bahkan risiko CVST akibat infeksi Covid-19 bisa 8 hingga 10 kali lebih tinggi dibandingkan risiko CVST setelah menerima vaksin," kata penulis utama Karen L. Fune, yang juga ketua Departemen Neurologi di Sekolah Kedokteran Warren Alpert, Universitas Brown di Providence, Rhode Island, dalam pernyataan AHA yang disiapkan. Mereka meyakinkan publik bahwa kemungkinan terjadinya CVST atau gumpalan darah setelah menerima vaksin Covid-19 sangat rendah. Artinya hasil ini akan mendorong semua orang dewasa untuk menggunakan vaksin yang disetujui FDA.(jpg)

Baca Juga:  Aksi Berbikini Protes PPKM di Trotoar Jalan, Dinar Candy Tersangka

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Sejumlah kasus gumpalan darah usai divaksinasi Covid-19 menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat atau calon penerima vaksin. Sejumlah vaksin seperti AstraZeneca dikaitkan dengan kejadian tersebut. Namun penelitian baru-baru ini memastikan risiko gumpalan darah usai vaksinasi sangat rendah.

Dilansir dari Science Times, Senin (3/5), dalam panduannya, The American Heart Association (AHA) menegaskan, kemungkinan mengalami trombosis sinus vena serebral (CVST) setelah menerima vaksin Covid-19 sangat rendah. Ini diungkapkan setelah laporan mengaitkan kondisi tersebut dengan vaksin Johnson & Johnson dan AstraZeneca.

Panduan ini dirilis setelah Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS dan Food and Drug Administration, yang mencabut perintah jeda untuk penggunaan vaksin Johnson & Johnson atas kaitannya dengan CVST atau pembekuan darah dan sindrom trombosis-trombositopenia (TTS), yang merupakan gumpalan darah dengan jumlah trombosit rendah.

Baca Juga:  Nikita Mirzani Pilih Tidak Masak Opor Ayam

Kondisi ini juga terkait dengan pasien di Kanada dan Eropa yang diberikan vaksin AstraZeneca. Dalam panduan, diagnosis dan pengelolaan trombosis sinus vena serebral dengan trombositopenia trombotik imun yang diinduksi oleh vaksin, para peneliti menganalisis database dari 59 organisasi perawatan kesehatan dan 81 juta pasien, 98 persen di antaranya berada di AS.

"Bahkan risiko CVST akibat infeksi Covid-19 bisa 8 hingga 10 kali lebih tinggi dibandingkan risiko CVST setelah menerima vaksin," kata penulis utama Karen L. Fune, yang juga ketua Departemen Neurologi di Sekolah Kedokteran Warren Alpert, Universitas Brown di Providence, Rhode Island, dalam pernyataan AHA yang disiapkan. Mereka meyakinkan publik bahwa kemungkinan terjadinya CVST atau gumpalan darah setelah menerima vaksin Covid-19 sangat rendah. Artinya hasil ini akan mendorong semua orang dewasa untuk menggunakan vaksin yang disetujui FDA.(jpg)

Baca Juga:  Nyetir Bugil karena Kepanasan
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Sejumlah kasus gumpalan darah usai divaksinasi Covid-19 menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat atau calon penerima vaksin. Sejumlah vaksin seperti AstraZeneca dikaitkan dengan kejadian tersebut. Namun penelitian baru-baru ini memastikan risiko gumpalan darah usai vaksinasi sangat rendah.

Dilansir dari Science Times, Senin (3/5), dalam panduannya, The American Heart Association (AHA) menegaskan, kemungkinan mengalami trombosis sinus vena serebral (CVST) setelah menerima vaksin Covid-19 sangat rendah. Ini diungkapkan setelah laporan mengaitkan kondisi tersebut dengan vaksin Johnson & Johnson dan AstraZeneca.

Panduan ini dirilis setelah Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS dan Food and Drug Administration, yang mencabut perintah jeda untuk penggunaan vaksin Johnson & Johnson atas kaitannya dengan CVST atau pembekuan darah dan sindrom trombosis-trombositopenia (TTS), yang merupakan gumpalan darah dengan jumlah trombosit rendah.

Baca Juga:  Tegas, Firli Sebut Jabatan Ketua KPK Bukan Penugasan Kapolri

Kondisi ini juga terkait dengan pasien di Kanada dan Eropa yang diberikan vaksin AstraZeneca. Dalam panduan, diagnosis dan pengelolaan trombosis sinus vena serebral dengan trombositopenia trombotik imun yang diinduksi oleh vaksin, para peneliti menganalisis database dari 59 organisasi perawatan kesehatan dan 81 juta pasien, 98 persen di antaranya berada di AS.

"Bahkan risiko CVST akibat infeksi Covid-19 bisa 8 hingga 10 kali lebih tinggi dibandingkan risiko CVST setelah menerima vaksin," kata penulis utama Karen L. Fune, yang juga ketua Departemen Neurologi di Sekolah Kedokteran Warren Alpert, Universitas Brown di Providence, Rhode Island, dalam pernyataan AHA yang disiapkan. Mereka meyakinkan publik bahwa kemungkinan terjadinya CVST atau gumpalan darah setelah menerima vaksin Covid-19 sangat rendah. Artinya hasil ini akan mendorong semua orang dewasa untuk menggunakan vaksin yang disetujui FDA.(jpg)

Baca Juga:  Ahok Hadir di Pelantikan Presiden Jokowi dan Ma’ruf Amin

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari