Rabu, 20 Mei 2026
- Advertisement -

Demonstran Hong Kong Serang Toko Milik Pengusaha Tiongkok Daratan

HONGKONG (RIAUPOS.CO) — Demonstran Hong Kong mengekspresikan kekesalan mereka kepada pemerintah Tiongkok dengan menyasar gerai-gerai bisnis asal daratan dan para pendukung Beijing, Rabu (2/10). Mereka membuat coret-coretan di depan toko dan merusak gerai di bagian tengah pusat keuangan itu.

Pemrotes membidik bank-bank terbesar Tiongkok dengan menuliskan slogan-slogan anti-pemerintah dan menutup kantor cabang serta mengotori mesin ATM. Pada saat yang sama, kantor bank-bank dari negara lain seperti Standart Charted, tak tersentuh sama sekali.

Sasaran lain adalah toko yang dioperasikan oleh Maxim's Caterers. Penyebabnya, puteri pendiri perusahaan tersebut di mengutuk pemrotes di Dewan Hak Asasi Manusia PBB di Jenewa.

Perusahaan di seluruh Hong Kong, berada dalam posisi rumit di antara pemrotes dan penguasa Partai Komunis Tiongkok di Beijing.

Baca Juga:  Dua Pelaku Curanmor Asal Aceh Didor Polisi

Cathay Pacific Airways adalah perusahaan terbesar yang menjadi korban ketika Tiongkok pada Agustus menuntut perusahaan tersebut agar menskors stafnya yang terlibat dalam gerakan protes. Menurut Hong Kong Confederation of Trade Unions, sedikitnya 20 pilot dan awak kabin telah dipecat sejak itu. (ant/dil/jpnn)

Sumber: Jpnn.com
Editor: Erizal

HONGKONG (RIAUPOS.CO) — Demonstran Hong Kong mengekspresikan kekesalan mereka kepada pemerintah Tiongkok dengan menyasar gerai-gerai bisnis asal daratan dan para pendukung Beijing, Rabu (2/10). Mereka membuat coret-coretan di depan toko dan merusak gerai di bagian tengah pusat keuangan itu.

Pemrotes membidik bank-bank terbesar Tiongkok dengan menuliskan slogan-slogan anti-pemerintah dan menutup kantor cabang serta mengotori mesin ATM. Pada saat yang sama, kantor bank-bank dari negara lain seperti Standart Charted, tak tersentuh sama sekali.

Sasaran lain adalah toko yang dioperasikan oleh Maxim's Caterers. Penyebabnya, puteri pendiri perusahaan tersebut di mengutuk pemrotes di Dewan Hak Asasi Manusia PBB di Jenewa.

Perusahaan di seluruh Hong Kong, berada dalam posisi rumit di antara pemrotes dan penguasa Partai Komunis Tiongkok di Beijing.

Baca Juga:  Arab Saudi Larang Warganya Kunjungi 16 Negara, Termasuk Indonesia

Cathay Pacific Airways adalah perusahaan terbesar yang menjadi korban ketika Tiongkok pada Agustus menuntut perusahaan tersebut agar menskors stafnya yang terlibat dalam gerakan protes. Menurut Hong Kong Confederation of Trade Unions, sedikitnya 20 pilot dan awak kabin telah dipecat sejak itu. (ant/dil/jpnn)

- Advertisement -

Sumber: Jpnn.com
Editor: Erizal

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

HONGKONG (RIAUPOS.CO) — Demonstran Hong Kong mengekspresikan kekesalan mereka kepada pemerintah Tiongkok dengan menyasar gerai-gerai bisnis asal daratan dan para pendukung Beijing, Rabu (2/10). Mereka membuat coret-coretan di depan toko dan merusak gerai di bagian tengah pusat keuangan itu.

Pemrotes membidik bank-bank terbesar Tiongkok dengan menuliskan slogan-slogan anti-pemerintah dan menutup kantor cabang serta mengotori mesin ATM. Pada saat yang sama, kantor bank-bank dari negara lain seperti Standart Charted, tak tersentuh sama sekali.

Sasaran lain adalah toko yang dioperasikan oleh Maxim's Caterers. Penyebabnya, puteri pendiri perusahaan tersebut di mengutuk pemrotes di Dewan Hak Asasi Manusia PBB di Jenewa.

Perusahaan di seluruh Hong Kong, berada dalam posisi rumit di antara pemrotes dan penguasa Partai Komunis Tiongkok di Beijing.

Baca Juga:  Mendampingi Anak Belajar di Rumah

Cathay Pacific Airways adalah perusahaan terbesar yang menjadi korban ketika Tiongkok pada Agustus menuntut perusahaan tersebut agar menskors stafnya yang terlibat dalam gerakan protes. Menurut Hong Kong Confederation of Trade Unions, sedikitnya 20 pilot dan awak kabin telah dipecat sejak itu. (ant/dil/jpnn)

Sumber: Jpnn.com
Editor: Erizal

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari