Jumat, 3 April 2026
- Advertisement -

Prancis, Rusia, dan AS Serukan Penghentian Konflik Armenia vs Azerbaijan

PARIS (RIAUPOS.CO) – Presiden Prancis Emmanuel Macron, Presiden Rusia Vladimir Putin, dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Kamis (1/10/2020), menyampaikan pernyataan bersama terkait konflik Armenia dan Azerbaijan.

Mereka menyerukan gencatan senjata di wilayah pertempuran Nagorno-Karabakh serta mendesak Armenia dan Azerbaijan berkomitmen melakukan pembicaraan tanpa syarat dan ditunda-tunda.

"Kami menyerukan penghentian segera permusuhan antara pasukan militer terkait," kata Macron, Putin, dan Trump, dalam sebuah pernyataan bersama yang dirilis Istana Elysee, dikutip dari AFP.

"Kami juga menyerukan para pemimpin Armenia dan Azerbaijan untuk berkomitmen melanjutkan perundingan substantif tanpa penundaan ," kata para pemimpin.

Prancis, AS, dan Rusia menjadi ketua bersama Minsk Group yang difasilitasi Organisasi Kerja Sama Keamanan Eropa (OCSE) dan dibentuk pada 1992.

Baca Juga:  Vaksinasi Secara Masif, Kunci Tekan Penyebaran Covid-19

Pernyataan tersebut juga mengungkap, pembicaraan damai harus disertai dengan iktikad baik, tanpa prasyarat, serta dilakukan di bawah naungan ketua bersama OSCE Minsk Group.

Minsk Group sudah beberapa mengawasi pertemuan puncak pemimpin Armenia dan Azerbaijan namun gagal mencapai penyelesaian konflik yang langgeng.

Bentrokan terbaru ini merupakan yang paling berdarah dan sengit sejak beberapa tahun terakhir dan sudah memasuki hari kelima pada Kamis. Sejauh ini korban tewas dari kedua pihak mendekati 130 orang.

Deklarasi kemerdekaan Karabakh dari Azerbaijan oleh separatis Armenia memicu perang di awal 1990-an yang merenggut 30.000 nyawa. Nagorno-Karabakh belum diakui sebagai negara merdeka oleh negara mana pun, termasuk Armenia.

Baca Juga:  Bupati Harapkan 12 Ranperda Segera Disahkan

Sumber: AFP/News/Daily Mail
Editor: Hary B Koriun

PARIS (RIAUPOS.CO) – Presiden Prancis Emmanuel Macron, Presiden Rusia Vladimir Putin, dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Kamis (1/10/2020), menyampaikan pernyataan bersama terkait konflik Armenia dan Azerbaijan.

Mereka menyerukan gencatan senjata di wilayah pertempuran Nagorno-Karabakh serta mendesak Armenia dan Azerbaijan berkomitmen melakukan pembicaraan tanpa syarat dan ditunda-tunda.

"Kami menyerukan penghentian segera permusuhan antara pasukan militer terkait," kata Macron, Putin, dan Trump, dalam sebuah pernyataan bersama yang dirilis Istana Elysee, dikutip dari AFP.

"Kami juga menyerukan para pemimpin Armenia dan Azerbaijan untuk berkomitmen melanjutkan perundingan substantif tanpa penundaan ," kata para pemimpin.

Prancis, AS, dan Rusia menjadi ketua bersama Minsk Group yang difasilitasi Organisasi Kerja Sama Keamanan Eropa (OCSE) dan dibentuk pada 1992.

- Advertisement -
Baca Juga:  Dumai Produksi 50 Ton Sampah per Hari

Pernyataan tersebut juga mengungkap, pembicaraan damai harus disertai dengan iktikad baik, tanpa prasyarat, serta dilakukan di bawah naungan ketua bersama OSCE Minsk Group.

Minsk Group sudah beberapa mengawasi pertemuan puncak pemimpin Armenia dan Azerbaijan namun gagal mencapai penyelesaian konflik yang langgeng.

- Advertisement -

Bentrokan terbaru ini merupakan yang paling berdarah dan sengit sejak beberapa tahun terakhir dan sudah memasuki hari kelima pada Kamis. Sejauh ini korban tewas dari kedua pihak mendekati 130 orang.

Deklarasi kemerdekaan Karabakh dari Azerbaijan oleh separatis Armenia memicu perang di awal 1990-an yang merenggut 30.000 nyawa. Nagorno-Karabakh belum diakui sebagai negara merdeka oleh negara mana pun, termasuk Armenia.

Baca Juga:  Tampilkan 25 Karya dari Perupa Lima Provinsi Pameran ”Kembali ke Pangkal”

Sumber: AFP/News/Daily Mail
Editor: Hary B Koriun

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PARIS (RIAUPOS.CO) – Presiden Prancis Emmanuel Macron, Presiden Rusia Vladimir Putin, dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Kamis (1/10/2020), menyampaikan pernyataan bersama terkait konflik Armenia dan Azerbaijan.

Mereka menyerukan gencatan senjata di wilayah pertempuran Nagorno-Karabakh serta mendesak Armenia dan Azerbaijan berkomitmen melakukan pembicaraan tanpa syarat dan ditunda-tunda.

"Kami menyerukan penghentian segera permusuhan antara pasukan militer terkait," kata Macron, Putin, dan Trump, dalam sebuah pernyataan bersama yang dirilis Istana Elysee, dikutip dari AFP.

"Kami juga menyerukan para pemimpin Armenia dan Azerbaijan untuk berkomitmen melanjutkan perundingan substantif tanpa penundaan ," kata para pemimpin.

Prancis, AS, dan Rusia menjadi ketua bersama Minsk Group yang difasilitasi Organisasi Kerja Sama Keamanan Eropa (OCSE) dan dibentuk pada 1992.

Baca Juga:  Dumai Produksi 50 Ton Sampah per Hari

Pernyataan tersebut juga mengungkap, pembicaraan damai harus disertai dengan iktikad baik, tanpa prasyarat, serta dilakukan di bawah naungan ketua bersama OSCE Minsk Group.

Minsk Group sudah beberapa mengawasi pertemuan puncak pemimpin Armenia dan Azerbaijan namun gagal mencapai penyelesaian konflik yang langgeng.

Bentrokan terbaru ini merupakan yang paling berdarah dan sengit sejak beberapa tahun terakhir dan sudah memasuki hari kelima pada Kamis. Sejauh ini korban tewas dari kedua pihak mendekati 130 orang.

Deklarasi kemerdekaan Karabakh dari Azerbaijan oleh separatis Armenia memicu perang di awal 1990-an yang merenggut 30.000 nyawa. Nagorno-Karabakh belum diakui sebagai negara merdeka oleh negara mana pun, termasuk Armenia.

Baca Juga:  Vaksinasi Secara Masif, Kunci Tekan Penyebaran Covid-19

Sumber: AFP/News/Daily Mail
Editor: Hary B Koriun

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari