24.2 C
Pekanbaru
Kamis, 3 April 2025
spot_img

Tari Zapin Pukau Turis Malaysia dan Thailand

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Sejumlah wisatawan negeri jiran Malaysia, Thailand dan Jakarta mengunjungi Kampung Meskom di Kabupaten Bengkalis, Riau, Sabtu (26/1). Kunjungan wisatawan itu disambut tarian Zapin yang merupakan tari khas daerah itu.

Kepala Dinas Kebudayaan Riau, Raja Yoserizal menyampaikan, tari Zapin di Riau dianggap sebagai buah akulturasi budaya Arab dan budaya Melayu di masa silam. Nilai dan filosofi dari ragam gerak tari Zapin Bengkalis diciptakan berdasarkan unsur sosial masyarakat pendukungnya.

"Tari ini bukan hanya semata-mata sebagai ungkapan ekspresi, tetapi merupakan wajah batiniah dan ekspresi kultural masyarakat yang melahirkan. Lahir dilingkungan masyarakat melayu Riau yang sarat dengan berbagai tata nilai," kata Raja Yoserizal, Senin (27/1).

Ia menjelaskan, bagi wisatawan domestik dan mancanegara, selain bisa mengunjungi destinasi wisata bahari, tari Zapin di Bengkalis juga bisa menjadi atraksi wisata unik.

"Di Kampung Zapin Mes­kom, selain disuguhi tari Zapin wisatawan juga ikut belajar menari dan menggali sejarahnya," ujar pria yang juga menjabat sebagai Plt Kepala Dinas Pariwisata Riau, Raja Yoserizal.

Sementara itu, wisatawan dari Malaysia Juhfaidzal Azwad menuturkan, di Kampung Zapin Meskom pengunjung bisa mendapatkan pengalaman yang menarik. Menurutnya warga di kampung itu jelas terlihat secara bersama-sama menaikkan martabat warisan budaya daerahnya.  "Kalau di Malaysia juga ada Zapin tapi hanya satu-satu saja. Di Meskom ada Zapin dalam satu kampung dan ini sangat luar biasa. Anak-anak muda di sini masih banyak yang berminat mempelajari tari Zapin sehingga budaya Zapin terus hidup tidak mati ditinggal jaman. Atraksi ini sangat menarik," ucap Juhfaidzal.

Baca Juga:  Parit Terkikis, Jalan Srikandi Retak

Ia menyarankan, alangkah lebih baik lagi bila di Kampung Zapin Meskom disediakan home stay atau pondok wisata bagi wisatawan yang hendak mempelajari tari Zapin Riau lebih banyak.

Para pelancong yang datang ke Kampung Zapin Meskom hanya melihat atraksi ini selama 2 hingga 3 jam. Menari bersama sambil mencicipi kuliner lokal. Apabila ada biro perjalanan pariwisata yang menawarkan penginapan pondok wisata, mungkin para pelancong bisa menginap di sini untuk mempelajari gerakan tari Zapin lebih banyak dan menggali kearifan lokal lainya di kampung ini," pungkasnya.

- Advertisement -

Zapin merupakan salah satu dari beberapa jenis tarian Melayu yang masih tumbuh dan tarian ini diilhami oleh peranakan Arab yang berasal dari Yaman. Diperkirakan pada abad ke 16, tarian ini dibawa oleh pedagang Arab yang kemudian merebak ke negeri-negeri di sekitar Johor, mulai Riau, Singapura, Serawak hingga Brunei Darussalam.

Baca Juga:  Trotoar Simpang Imam Munandar Amblas

Tari Zapin jika dirunut dari sejarahnya sebetulnya bermula dari sebuah tarian khusus bagi kalangan istana di kesultanan Yaman, Timur Tengah di masa silam. Nama Zapin sendiri berasal dari kata "Zafn" yang dalam bahasa Arab berarti gerak cepat.

Sedangkan Zapin masuk ke nusantara, sejalan pula dengan berkembangnya Islam sejak abad ke 13 Masehi. Tarian ini berkembang dan dilestarikan di kalangan masyarakat pemeluk Islam. Populernya tari ini tidak lepas dari nilai hiburan dan estetika yang dimiliki setiap gerakannya.

Untuk gerakan tari Zapin Melayu terbagi atas tiga gerakan, gerak pembuka (salam), gerak inti dan gerak penutup (tahto). Elemen pengiring dalam tarian ini yakni, musik Syair Melayu Gambus dan Marwas.(dof)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

BERITA LAINNYA

Genangan Tak Surut, Warga Keluhkan Kerusakan Jalan Lintas Siak-Tanjung Buton

Selama dua bulan terakhir, Jalan Lintas Siak-Tanjung Buton di perbatasan Kampung Dosan, Kecamatan Pusako, dengan Mengkapan, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, masih tergenang air.

Hujan Ringan hingga Sedang Diprediksi Guyur Riau Saat Malam Takbiran

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru memprediksi hujan ringan hingga sedang akan mengguyur sejumlah wilayah di Riau pada malam Takbiran Idulfitri 1446 H, yang jatuh pada Ahad (30/3/2025).

Bandara SSK II Pekanbaru Buka Rute Baru ke Padang dan Rengat, Mudahkan Akses Mudik

Penerbangan perdana rute Pekanbaru-Padang dilaksanakan pada Rabu, 26 Maret 2025, pukul 07:00 WIB dan dihadiri oleh sejumlah pejabat, termasuk Radityo Ari Purwoko, General Manager Bandara SSK II, Roni Rakhmat SSTP MSi

Gubernur Riau Abdul Wahid Gelar Open House Idulfitri, Ajak Masyarakat Jalin Silaturahmi

Gubernur Riau, Abdul Wahid, menjelaskan bahwa open house ini terbuka bagi semua kalangan tanpa ada pembatasan. Masyarakat umum dipersilakan untuk hadir dan berinteraksi langsung dengan dirinya, Wakil Gubernur, kepala OPD, serta warga lainnya.