Selasa, 10 Maret 2026
- Advertisement -

Agung Nugroho Targetkan 5.000 Warga Ramaikan Petang Belimau

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menyiapkan pelaksanaan tradisi Petang Belimau dalam rangka menyambut Ramadan 1447 Hijriah, Rabu (18/2). Kegiatan ini ditargetkan diikuti minimal 5.000 warga, melihat tingginya antusias masyarakat setiap tahun.

Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, Selasa (17/2) mengatakan, Petang Belimau merupakan budaya yang telah mengakar di tengah masyarakat Melayu sebagai bentuk kebahagiaan dalam menyambut datangnya Ramadan sekaligus mempererat silaturahmi.

“Persiapan Petang Belimau ini akan diikuti minimal 5.000 masyarakat Kota Pekanbaru. Antusiasnya sangat tinggi. Ini budaya yang menjadi kebahagiaan dalam menyambut bulan suci Ramadan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kegiatan tahun ini dipusatkan di Rumah Singgah Tuan Kadi yang berada di tepian Sungai Siak. Lokasi tersebut dipilih karena memiliki nilai sejarah dan budaya kuat bagi masyarakat Pekanbaru.

Baca Juga:  Tuntut Wako Terbitkan Perwako Pembatasan Sampah Plastik

Menurut Agung, Petang Belimau murni tradisi kebudayaan masyarakat yang menekankan kebersamaan dan kepedulian sosial. Di dalamnya terdapat santunan anak yatim, pasar murah, pembagian sembako, serta kegiatan sosial lainnya.

Diawali Ziarah Makam Pendiri Kota

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Pekanbaru, Akmal Khairi, menyebutkan rangkaian kegiatan diawali dengan ziarah makam pendiri Kota Pekanbaru di kawasan Masjid Raya Pekanbaru, Rabu (18/2) pukul 13.30 WIB.

Ziarah dilakukan ke makam Marhum Pekan Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah sebagai pendiri Kota Pekanbaru. Kegiatan dilanjutkan dengan Salat Ashar berjemaah, kemudian arak-arakan menuju tepian Sungai Siak untuk mengikuti prosesi adat.

Setelah itu, rombongan menuju Rumah Singgah Tuan Kadi untuk mengikuti seremonial, termasuk penyerahan santunan kepada anak yatim serta prosesi memandikan anak yatim dengan air limau secara simbolis oleh wali kota. Seluruh peserta mengenakan pakaian Melayu lengkap sebagai bentuk penghormatan terhadap adat.

Baca Juga:  Warga Antusias, Dua Ton Beras Habis Terjual

Lepas 10.000 Bibit Patin

Selain kegiatan sosial dan adat, Pemko Pekanbaru juga menargetkan pelepasan 10.000 bibit ikan patin ke Sungai Siak. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan populasi patin sungai sekaligus mendukung ketahanan pangan dan pelestarian ekosistem.

Agung menambahkan, kegiatan tersebut juga selaras dengan program Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan konsep Ruang Terbuka Hijau Biru (RTHB) guna menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Dengan rangkaian kegiatan ini, kami berharap tradisi Petang Belimau tidak hanya menjadi simbol budaya, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat dan pelestarian lingkungan,” tutupnya.(ali/ilo/yls)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menyiapkan pelaksanaan tradisi Petang Belimau dalam rangka menyambut Ramadan 1447 Hijriah, Rabu (18/2). Kegiatan ini ditargetkan diikuti minimal 5.000 warga, melihat tingginya antusias masyarakat setiap tahun.

Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, Selasa (17/2) mengatakan, Petang Belimau merupakan budaya yang telah mengakar di tengah masyarakat Melayu sebagai bentuk kebahagiaan dalam menyambut datangnya Ramadan sekaligus mempererat silaturahmi.

“Persiapan Petang Belimau ini akan diikuti minimal 5.000 masyarakat Kota Pekanbaru. Antusiasnya sangat tinggi. Ini budaya yang menjadi kebahagiaan dalam menyambut bulan suci Ramadan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kegiatan tahun ini dipusatkan di Rumah Singgah Tuan Kadi yang berada di tepian Sungai Siak. Lokasi tersebut dipilih karena memiliki nilai sejarah dan budaya kuat bagi masyarakat Pekanbaru.

Baca Juga:  Seribu Meter Jalan Langgam-Tambak Selesai Diperbaiki

Menurut Agung, Petang Belimau murni tradisi kebudayaan masyarakat yang menekankan kebersamaan dan kepedulian sosial. Di dalamnya terdapat santunan anak yatim, pasar murah, pembagian sembako, serta kegiatan sosial lainnya.

- Advertisement -

Diawali Ziarah Makam Pendiri Kota

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Pekanbaru, Akmal Khairi, menyebutkan rangkaian kegiatan diawali dengan ziarah makam pendiri Kota Pekanbaru di kawasan Masjid Raya Pekanbaru, Rabu (18/2) pukul 13.30 WIB.

Ziarah dilakukan ke makam Marhum Pekan Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah sebagai pendiri Kota Pekanbaru. Kegiatan dilanjutkan dengan Salat Ashar berjemaah, kemudian arak-arakan menuju tepian Sungai Siak untuk mengikuti prosesi adat.

- Advertisement -

Setelah itu, rombongan menuju Rumah Singgah Tuan Kadi untuk mengikuti seremonial, termasuk penyerahan santunan kepada anak yatim serta prosesi memandikan anak yatim dengan air limau secara simbolis oleh wali kota. Seluruh peserta mengenakan pakaian Melayu lengkap sebagai bentuk penghormatan terhadap adat.

Baca Juga:  Hari Ini PTM, Kapasitas 50 Persen

Lepas 10.000 Bibit Patin

Selain kegiatan sosial dan adat, Pemko Pekanbaru juga menargetkan pelepasan 10.000 bibit ikan patin ke Sungai Siak. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan populasi patin sungai sekaligus mendukung ketahanan pangan dan pelestarian ekosistem.

Agung menambahkan, kegiatan tersebut juga selaras dengan program Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan konsep Ruang Terbuka Hijau Biru (RTHB) guna menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Dengan rangkaian kegiatan ini, kami berharap tradisi Petang Belimau tidak hanya menjadi simbol budaya, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat dan pelestarian lingkungan,” tutupnya.(ali/ilo/yls)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menyiapkan pelaksanaan tradisi Petang Belimau dalam rangka menyambut Ramadan 1447 Hijriah, Rabu (18/2). Kegiatan ini ditargetkan diikuti minimal 5.000 warga, melihat tingginya antusias masyarakat setiap tahun.

Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, Selasa (17/2) mengatakan, Petang Belimau merupakan budaya yang telah mengakar di tengah masyarakat Melayu sebagai bentuk kebahagiaan dalam menyambut datangnya Ramadan sekaligus mempererat silaturahmi.

“Persiapan Petang Belimau ini akan diikuti minimal 5.000 masyarakat Kota Pekanbaru. Antusiasnya sangat tinggi. Ini budaya yang menjadi kebahagiaan dalam menyambut bulan suci Ramadan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kegiatan tahun ini dipusatkan di Rumah Singgah Tuan Kadi yang berada di tepian Sungai Siak. Lokasi tersebut dipilih karena memiliki nilai sejarah dan budaya kuat bagi masyarakat Pekanbaru.

Baca Juga:  Gowes Bangkitkan Semangat Berolahraga

Menurut Agung, Petang Belimau murni tradisi kebudayaan masyarakat yang menekankan kebersamaan dan kepedulian sosial. Di dalamnya terdapat santunan anak yatim, pasar murah, pembagian sembako, serta kegiatan sosial lainnya.

Diawali Ziarah Makam Pendiri Kota

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Pekanbaru, Akmal Khairi, menyebutkan rangkaian kegiatan diawali dengan ziarah makam pendiri Kota Pekanbaru di kawasan Masjid Raya Pekanbaru, Rabu (18/2) pukul 13.30 WIB.

Ziarah dilakukan ke makam Marhum Pekan Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah sebagai pendiri Kota Pekanbaru. Kegiatan dilanjutkan dengan Salat Ashar berjemaah, kemudian arak-arakan menuju tepian Sungai Siak untuk mengikuti prosesi adat.

Setelah itu, rombongan menuju Rumah Singgah Tuan Kadi untuk mengikuti seremonial, termasuk penyerahan santunan kepada anak yatim serta prosesi memandikan anak yatim dengan air limau secara simbolis oleh wali kota. Seluruh peserta mengenakan pakaian Melayu lengkap sebagai bentuk penghormatan terhadap adat.

Baca Juga:  Menuju Green City, Pekanbaru Tegaskan Aturan Wajib Tanpa Kantong Plastik

Lepas 10.000 Bibit Patin

Selain kegiatan sosial dan adat, Pemko Pekanbaru juga menargetkan pelepasan 10.000 bibit ikan patin ke Sungai Siak. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan populasi patin sungai sekaligus mendukung ketahanan pangan dan pelestarian ekosistem.

Agung menambahkan, kegiatan tersebut juga selaras dengan program Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan konsep Ruang Terbuka Hijau Biru (RTHB) guna menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Dengan rangkaian kegiatan ini, kami berharap tradisi Petang Belimau tidak hanya menjadi simbol budaya, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat dan pelestarian lingkungan,” tutupnya.(ali/ilo/yls)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari