Sabtu, 25 Mei 2024

Pastikan Stok Daging Aman

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Sepekan jelang Hari Raya Idulfitri 1445 H, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru memastikan ketersediaan daging sapi dan ayam mencukupi hingga perayaan hari raya tersebut.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Pekanbaru H Maisisco SSos MSi mengatakan, pihaknya telah menggelar Rapat Koordinasi Ketersediaan Daging menjelang Idulfitri. Tapat tersebut membantu untuk memastikan stabilitas harga menjelang Idulfitri tetap terjaga.

Yamaha

Rapat dihadiri sejumlah dinas terkait, yakni Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Pekanbaru, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) bersama sejumlah distributor dan pemasok daging sapi dan ayam di Kota Pekanbaru.

Maisisco katakan, dari rapat terungkap bahwa persediaan daging sapi berkisar 500 ekor atau berkisar 80 ton daging sapi segar. Sementara daging sapi beku berkisar 40 ton. Daging ayam segar berkisar 250.000 ekor atau 25 ton, dan daging ayam beku sebanyak 10 ton.

Ditambahkan Maisisco, setelah mendapat masukan dan gambaran pasokan dari unsur distributor dan pemasok, ternyata jumlah ketersediaan untuk daging mengalami penambahan menjadi sebanyak 600 ekor atau bertambah 100 ekor. ”Dengan adanya penambahan tersebut, rapat sekaligus memberikan kepastian bahwa untuk daging sapi di Kota Pekanbaru tidak akan mengalami kekurangan ketersediaan,” katanya.

- Advertisement -
Baca Juga:  Pusat Minta Pemko Siapkan Data DTKS Masyarakat Miskin

Pasalnya, jika barang tersedia, tidak ada alasan untuk terjadinya kenaikan harga. Karena itulah, perkirakan dari rapat tersebut, harga daging sapi segar  bertahan di kisaran Rp140.000 per kilogram hingga menjelang Idulfitri nanti.

”Kalaupun dalam praktiknya nanti akan ada kenaikan harga, dipastikan kalau kenaikan tersebut lebih dikarenakan permainan di tingkat penjual, bukan  dikarenakan kurangnya ketersediaan,” ungkapnya. Dia juga menjelaskan kalau sapi yang akan disembelih untuk memenuhi keperluan persediaan daging sapi segar di Kota Pekanbaru akan didatangkan dari beberapa daerah, di antaranya Lampung. Selain daging sapi segar, dalam rapat tersebut juga dilaporkan tentang ketersediaan daging beku sapi sekitar 60 ton dengan harga diperkirakan berkisar Rp107.000 per kilogram.

- Advertisement -
Baca Juga:  Personel Terbatas, Mobil Adminduk Belum Operasi Keliling Kota

”Untuk daging beku ini bukan daging beku yang dijual Bulog, tapi adalah pasokan daging beku dari pedagang daging yang ada di Kota Pekanbaru,” sebutnya.

Dalam rapat tersebut, lanjut  juga dibahas tentang ketersediaan daging ayam beku sebanyak 40 ton dengan estimasi harga diperkirakan berkisar Rp38.000 per kilogram.

Adapun untuk ayam hidup diperkirakan akan tersedia sebanyak 100 ton, telur sebanyak 60 ton. Selain tentang ketersediaan, pada rapat tersebut juga dibahas tentang kesehatan hewan ternak yang akan disembelih untuk memenuhi keperluan warga menjelang Idulfitri.

”Semua tentang kesehatan hewan ternak, kelayakan konsumsi daging, seperti bukan daging gelonggongan, bukan ayam tiren, bebas penyakit, itu juga dibahas dalam rapat tersebut. Dan dari Dinas Pertanian dan Perikanan sudah ada petugas kesehatan hewan yang juga akan melakukan pemantauan di lapangan,” katanya.(ayi)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Sepekan jelang Hari Raya Idulfitri 1445 H, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru memastikan ketersediaan daging sapi dan ayam mencukupi hingga perayaan hari raya tersebut.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Pekanbaru H Maisisco SSos MSi mengatakan, pihaknya telah menggelar Rapat Koordinasi Ketersediaan Daging menjelang Idulfitri. Tapat tersebut membantu untuk memastikan stabilitas harga menjelang Idulfitri tetap terjaga.

Rapat dihadiri sejumlah dinas terkait, yakni Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Pekanbaru, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) bersama sejumlah distributor dan pemasok daging sapi dan ayam di Kota Pekanbaru.

Maisisco katakan, dari rapat terungkap bahwa persediaan daging sapi berkisar 500 ekor atau berkisar 80 ton daging sapi segar. Sementara daging sapi beku berkisar 40 ton. Daging ayam segar berkisar 250.000 ekor atau 25 ton, dan daging ayam beku sebanyak 10 ton.

Ditambahkan Maisisco, setelah mendapat masukan dan gambaran pasokan dari unsur distributor dan pemasok, ternyata jumlah ketersediaan untuk daging mengalami penambahan menjadi sebanyak 600 ekor atau bertambah 100 ekor. ”Dengan adanya penambahan tersebut, rapat sekaligus memberikan kepastian bahwa untuk daging sapi di Kota Pekanbaru tidak akan mengalami kekurangan ketersediaan,” katanya.

Baca Juga:  20 Tahun, PCR Sudah Hasilkan 4.181 Alumni

Pasalnya, jika barang tersedia, tidak ada alasan untuk terjadinya kenaikan harga. Karena itulah, perkirakan dari rapat tersebut, harga daging sapi segar  bertahan di kisaran Rp140.000 per kilogram hingga menjelang Idulfitri nanti.

”Kalaupun dalam praktiknya nanti akan ada kenaikan harga, dipastikan kalau kenaikan tersebut lebih dikarenakan permainan di tingkat penjual, bukan  dikarenakan kurangnya ketersediaan,” ungkapnya. Dia juga menjelaskan kalau sapi yang akan disembelih untuk memenuhi keperluan persediaan daging sapi segar di Kota Pekanbaru akan didatangkan dari beberapa daerah, di antaranya Lampung. Selain daging sapi segar, dalam rapat tersebut juga dilaporkan tentang ketersediaan daging beku sapi sekitar 60 ton dengan harga diperkirakan berkisar Rp107.000 per kilogram.

Baca Juga:  Gepeng Masih Menjamur di Kota Bertuah

”Untuk daging beku ini bukan daging beku yang dijual Bulog, tapi adalah pasokan daging beku dari pedagang daging yang ada di Kota Pekanbaru,” sebutnya.

Dalam rapat tersebut, lanjut  juga dibahas tentang ketersediaan daging ayam beku sebanyak 40 ton dengan estimasi harga diperkirakan berkisar Rp38.000 per kilogram.

Adapun untuk ayam hidup diperkirakan akan tersedia sebanyak 100 ton, telur sebanyak 60 ton. Selain tentang ketersediaan, pada rapat tersebut juga dibahas tentang kesehatan hewan ternak yang akan disembelih untuk memenuhi keperluan warga menjelang Idulfitri.

”Semua tentang kesehatan hewan ternak, kelayakan konsumsi daging, seperti bukan daging gelonggongan, bukan ayam tiren, bebas penyakit, itu juga dibahas dalam rapat tersebut. Dan dari Dinas Pertanian dan Perikanan sudah ada petugas kesehatan hewan yang juga akan melakukan pemantauan di lapangan,” katanya.(ayi)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari