Minggu, 23 Juni 2024

Roda Dua Kembali Dilarang Melintasi Jalintim

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Banjir Jalan Lintas Timur (Jalintim) Sumatera Km 83 Desa Kemang, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan kembali meningkat Kamis (1/2) siang. Tinggi air mencapai 60 sentimeter (cm) dan pengendara roda dua pun dilarang melewati jalan ini.

“Ya, tinggi permukaan air yang merendam badan Jalintim Km 83 kembali bertambah atau naik 15 cm sehingga saat ini tinggi genangan air mencapai 60 sentimeter-70 sentimeter. Dengan adanya peningkatan tinggi permukaan air, maka sepeda motor sudah kami larang untuk melintas,’’ ujar Kapolres Pelalawan AKBP Suwinto SH SIK melalui Kasatlantas AKP Akira Ceria SIK MM kepada Riau Pos, Kamis (1/2).

- Advertisement -

“Kami larang melintas agar kendaraan roda dua tersebut tidak mogok yang dapat menghambat kelancaran arus lalu lintas. Begitu juga dengan kendaraan roda empat pribadi, khususnya berbodi kecil atau rendah, kami wanti-wanti agar tetap mengikuti arahan dan petunjuk petugas gabungan di lokasi titik banjir agar tidak terjadi mati mesin,” tambahnya.

Selain tidak mengizinkan kendaraan roda dua melintas, Akira mengatakan, peningkatan debit air di Jalintim Km 83 ini juga kembali menyebabkan terjadi antrean panjang kendaraan. Pasalnya, sistem jalan satu jalur atau buka tutup jalan masih diterapkan agar lalu lintas tetap bergerak.

“Dampak peningkatan tinggi permukaan air banjir ini kembali menyebabkan terjadinya antrean kendaraan sekitar 5 kilometer. Meski antrean kendaraan kembali padat merayap, tapi arus lalu lintas masih tetap berjalan lancar, meskipun secara perlahan,” paparnya.

- Advertisement -

Mantan Kasatlantas Polres Dumai ini mengatakan, peningkatan tinggi permukaan air di Jalintim Km 83 ini merupakan dampak adanya air kiriman dari hulu Sungai Kampar karena bukaan pintu air Waduk PLTA Koto Panjang beberapa waktu lalu yang cukup tinggi dan dampak dari gelombang pasang-surut debit air aliran Sungai Kampar.

“Kami terus mengimbau agar para pengendara senantiasa mengikuti arahan dari petugas di lapangan. Jangan menerobos antrean yang menyebabkan arus lalu lintas menjadi terkunci dan akan menghambat kelancaran moda transportasi di jalan nasional ini,” tuturnya.

Baca Juga:  Rasanya seperti Terlahir Kembali

Hal senada juga disampaikan Kepala Pelaksana (Kalaksa) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pelalawan Zulfan. ‘’Dampak dibukanya pintu pembuangan Waduk PLTA ini telah menyebabkan terjadinya kenaikan debit air Sungai Kampar dengan ketinggian hingga 50 sentimeter. Ini mulai dirasakan masyarakat dengan kembali naiknya tinggi permukaan air yang menggenangi pemukiman warga dan juga akses jalan,” tuturnya.

Dikatakan Zulfan, berdasarkan alat pengukuran debit air Sungai Kampar di ponton penyeberangan Kecamatan Langgam, volume air yang menggenangi permukaan badan jalan dan permukiman warga naik sekitar 10 cm hingga 15 cm. Dan peningkatan tinggi air banjir ini, juga terjadi di tujuh kecamatan yang telah dilanda banjir sejak satu bulan terakhir.

Tak hanya Jalintim KM 83 di Pelalawan, di Pekanbaru sepeda motor dengan ground clearance rendah juga tidak disarankan melewati Jalan Jenderal Sudirman Ujung, Jembatan Siak IV, Kecamatan Rumbai Pesisir. Pengendara yang tetap memaksa akan menjadi korban genangan banjir di lokasi tersebut.

Seperti Kamis (1/2) sore, beberapa sepeda motor bertransmisi otomatis atau motor matik yang rendah terlihat mogok karena memaksa melintasi jalan tergenang itu. Mereka datang arah pusat kota menuju Rumbai Pesisir.

Seperti yang dialami Aldo S (23). Sore itu, pemuda yang ingin menuju ke wilayah Palas ini tidak sendiri. Seorang mahasiswa lainnya yang datang dari arah sama, juga mengalami motor mogok.

Aldo mengaku baru pertama kali melintas ruas jalan di ujung Jembatan Siak IV sejak musim banjir ini. Biasanya, bila ingin menuju ke Palas, dirinya lewat Jembatan Siak I Jalan Yos Sudarso. ‘’Iya baru ini, ndak tahu (ada banjir). Biasa  ke Palas lewat sana (Jembatan Siak I, red),’’ ungkapnya.

Pantauan Riau Pos sore kemarin, ada banyak remaja dan anak-anak di lokasi banjir. Mereka kebanyakan mencegah sepeda motor matik lewat. Motor tinggi seperti jenis motor sport kelas ringan, tidak mereka peringatkan karena biasanya aman.

Baca Juga:  Ketum FPI Pekanbaru Segera Disidang

Di tengah lokasi banjir yang genangannya mencapai sekitar 100 meter itu, sejumlah anak-anak berdiri pula. Titik di mana anak-anak itu berdiri merupakan titik terdalam di lokasi banjir tersebut. Menurut mereka, ada lubang di titik tersebut. ‘’Awas ada lobang, ke sana sedikit,’’ kata seorang anak meminta Riau Pos agak ke tengah bagian jalan pada titik lubang itu.

Tidak hanya sepeda motor mogok, plat mobil yang lepas juga menjadi pemandangan unik sore itu. Di salah satu titik median jalan yang tidak tergenang, terlihat sejumlah plat nomor kendaraan berserakan di atas permukaan tanah berumput itu. Ada plat hitam, putih, bahkan kuning seakan dibiarkan berserakan di sana.

Inhu Perpanjang Status Tanggap Darurat Banjir

Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) memperpanjang Status Tanggap Darurat Bencana Banjir. Salah satunya disebabkan kondisi curah hujan di Kabupaten Inhu pada Februari ini termasuk tinggi.

Perpanjangan status ini diputuskan dalam Rapat Koordinasi Status Tanggap Darurat Bencana Tahun 2024 di Kantor Bupati Inhu, Rabu (31/1).

Rapat ini dipimpin Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Inhu, Syahrudin dan dihadiri Wakil Ketua DPRD Inhu Rosman Yatim, Kepala BMKG Meteorologi Japura Nengsi Damanik, perwakilan forkopimda, kepala OPD terkait, beserta camat se-Kabupaten Inhu. “Curah hujan masih tinggi sehingga perlu persiapan penanganan kondisi banjir di Kabupaten Inhu,” ujar Syahrudin, Kamis (1/2).

Menurutnya, rakor ini merupakan tindak lanjut kondisi banjir terutama pada wilayah yang terdampak langsung pada 11 kecamatan di Kabupaten Inhu, daerah rendah sepanjang daerah aliran sungai.

Perpanjangan masa tanggap darurat ini juga atas masukan yang disampaikan Kepala BMKG Meteorologi Bandara Japura, Nengsi Damanik. “Pihak BMKG menyampaikan bahwa, perkiraan curah hujan di Inhu pada Februari masih dalam kondisi menengah ke tinggi, dan diperkirakan akan berangsur surut di bulan Maret,” ungkapnya.(amn/end/kas/das)

Laporan TIM RIAU POS, Pekanbaru

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Banjir Jalan Lintas Timur (Jalintim) Sumatera Km 83 Desa Kemang, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan kembali meningkat Kamis (1/2) siang. Tinggi air mencapai 60 sentimeter (cm) dan pengendara roda dua pun dilarang melewati jalan ini.

“Ya, tinggi permukaan air yang merendam badan Jalintim Km 83 kembali bertambah atau naik 15 cm sehingga saat ini tinggi genangan air mencapai 60 sentimeter-70 sentimeter. Dengan adanya peningkatan tinggi permukaan air, maka sepeda motor sudah kami larang untuk melintas,’’ ujar Kapolres Pelalawan AKBP Suwinto SH SIK melalui Kasatlantas AKP Akira Ceria SIK MM kepada Riau Pos, Kamis (1/2).

“Kami larang melintas agar kendaraan roda dua tersebut tidak mogok yang dapat menghambat kelancaran arus lalu lintas. Begitu juga dengan kendaraan roda empat pribadi, khususnya berbodi kecil atau rendah, kami wanti-wanti agar tetap mengikuti arahan dan petunjuk petugas gabungan di lokasi titik banjir agar tidak terjadi mati mesin,” tambahnya.

Selain tidak mengizinkan kendaraan roda dua melintas, Akira mengatakan, peningkatan debit air di Jalintim Km 83 ini juga kembali menyebabkan terjadi antrean panjang kendaraan. Pasalnya, sistem jalan satu jalur atau buka tutup jalan masih diterapkan agar lalu lintas tetap bergerak.

“Dampak peningkatan tinggi permukaan air banjir ini kembali menyebabkan terjadinya antrean kendaraan sekitar 5 kilometer. Meski antrean kendaraan kembali padat merayap, tapi arus lalu lintas masih tetap berjalan lancar, meskipun secara perlahan,” paparnya.

Mantan Kasatlantas Polres Dumai ini mengatakan, peningkatan tinggi permukaan air di Jalintim Km 83 ini merupakan dampak adanya air kiriman dari hulu Sungai Kampar karena bukaan pintu air Waduk PLTA Koto Panjang beberapa waktu lalu yang cukup tinggi dan dampak dari gelombang pasang-surut debit air aliran Sungai Kampar.

“Kami terus mengimbau agar para pengendara senantiasa mengikuti arahan dari petugas di lapangan. Jangan menerobos antrean yang menyebabkan arus lalu lintas menjadi terkunci dan akan menghambat kelancaran moda transportasi di jalan nasional ini,” tuturnya.

Baca Juga:  Tak Jadi Ditilang Gara-Gara Nama Brigjen

Hal senada juga disampaikan Kepala Pelaksana (Kalaksa) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pelalawan Zulfan. ‘’Dampak dibukanya pintu pembuangan Waduk PLTA ini telah menyebabkan terjadinya kenaikan debit air Sungai Kampar dengan ketinggian hingga 50 sentimeter. Ini mulai dirasakan masyarakat dengan kembali naiknya tinggi permukaan air yang menggenangi pemukiman warga dan juga akses jalan,” tuturnya.

Dikatakan Zulfan, berdasarkan alat pengukuran debit air Sungai Kampar di ponton penyeberangan Kecamatan Langgam, volume air yang menggenangi permukaan badan jalan dan permukiman warga naik sekitar 10 cm hingga 15 cm. Dan peningkatan tinggi air banjir ini, juga terjadi di tujuh kecamatan yang telah dilanda banjir sejak satu bulan terakhir.

Tak hanya Jalintim KM 83 di Pelalawan, di Pekanbaru sepeda motor dengan ground clearance rendah juga tidak disarankan melewati Jalan Jenderal Sudirman Ujung, Jembatan Siak IV, Kecamatan Rumbai Pesisir. Pengendara yang tetap memaksa akan menjadi korban genangan banjir di lokasi tersebut.

Seperti Kamis (1/2) sore, beberapa sepeda motor bertransmisi otomatis atau motor matik yang rendah terlihat mogok karena memaksa melintasi jalan tergenang itu. Mereka datang arah pusat kota menuju Rumbai Pesisir.

Seperti yang dialami Aldo S (23). Sore itu, pemuda yang ingin menuju ke wilayah Palas ini tidak sendiri. Seorang mahasiswa lainnya yang datang dari arah sama, juga mengalami motor mogok.

Aldo mengaku baru pertama kali melintas ruas jalan di ujung Jembatan Siak IV sejak musim banjir ini. Biasanya, bila ingin menuju ke Palas, dirinya lewat Jembatan Siak I Jalan Yos Sudarso. ‘’Iya baru ini, ndak tahu (ada banjir). Biasa  ke Palas lewat sana (Jembatan Siak I, red),’’ ungkapnya.

Pantauan Riau Pos sore kemarin, ada banyak remaja dan anak-anak di lokasi banjir. Mereka kebanyakan mencegah sepeda motor matik lewat. Motor tinggi seperti jenis motor sport kelas ringan, tidak mereka peringatkan karena biasanya aman.

Baca Juga:  Pemkab Diminta Berikan Perhatian Maksimal pada Bencana Banjir

Di tengah lokasi banjir yang genangannya mencapai sekitar 100 meter itu, sejumlah anak-anak berdiri pula. Titik di mana anak-anak itu berdiri merupakan titik terdalam di lokasi banjir tersebut. Menurut mereka, ada lubang di titik tersebut. ‘’Awas ada lobang, ke sana sedikit,’’ kata seorang anak meminta Riau Pos agak ke tengah bagian jalan pada titik lubang itu.

Tidak hanya sepeda motor mogok, plat mobil yang lepas juga menjadi pemandangan unik sore itu. Di salah satu titik median jalan yang tidak tergenang, terlihat sejumlah plat nomor kendaraan berserakan di atas permukaan tanah berumput itu. Ada plat hitam, putih, bahkan kuning seakan dibiarkan berserakan di sana.

Inhu Perpanjang Status Tanggap Darurat Banjir

Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) memperpanjang Status Tanggap Darurat Bencana Banjir. Salah satunya disebabkan kondisi curah hujan di Kabupaten Inhu pada Februari ini termasuk tinggi.

Perpanjangan status ini diputuskan dalam Rapat Koordinasi Status Tanggap Darurat Bencana Tahun 2024 di Kantor Bupati Inhu, Rabu (31/1).

Rapat ini dipimpin Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Inhu, Syahrudin dan dihadiri Wakil Ketua DPRD Inhu Rosman Yatim, Kepala BMKG Meteorologi Japura Nengsi Damanik, perwakilan forkopimda, kepala OPD terkait, beserta camat se-Kabupaten Inhu. “Curah hujan masih tinggi sehingga perlu persiapan penanganan kondisi banjir di Kabupaten Inhu,” ujar Syahrudin, Kamis (1/2).

Menurutnya, rakor ini merupakan tindak lanjut kondisi banjir terutama pada wilayah yang terdampak langsung pada 11 kecamatan di Kabupaten Inhu, daerah rendah sepanjang daerah aliran sungai.

Perpanjangan masa tanggap darurat ini juga atas masukan yang disampaikan Kepala BMKG Meteorologi Bandara Japura, Nengsi Damanik. “Pihak BMKG menyampaikan bahwa, perkiraan curah hujan di Inhu pada Februari masih dalam kondisi menengah ke tinggi, dan diperkirakan akan berangsur surut di bulan Maret,” ungkapnya.(amn/end/kas/das)

Laporan TIM RIAU POS, Pekanbaru

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari