Rabu, 8 Juli 2026
- Advertisement -

Mencuri Untuk Biaya Hidup Sehari-hari, Remaja Ini Dibui

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Diusianya yang masih remaja, J alias Janu (15) harus berurusan dengan pihak berwajib. Lantaran melakukan pencurian laptop milik anak sekolah dasar. Dengan alasan untuk biaya hidup, ia pun kini berada di Polsek Tenayan Raya.

"Jadi pelaku ini merupakan anak yatim. Ibu nya menikah lagi. Dia sudah tiga bulan mencoba cari kerja tapi tak dapat. Sehingga mencuri laptop anak kelas III SD Taruna Islam," sebut Kapolresta Pekanbaru Kombes Nandang Mu'min Wijaya melalui Kapolsek Tenayan Raya Kompol M Hanafi.

Dikisahkannya, kejadian itu terjadi pada 4 Agustus 2020 pukul 06.00 WIB. Saat korban terbangun di ruang kelasnya, tidak menemukan satu buah laptop Asus warna putih dan satu buah cas handphone Sony experia Z 5 warna putih yang mana diletakkan di samping nya. 

Baca Juga:  Zul Zivilia Divonis 18 Tahun Penjara, Pengacara Ajukan Kasasi

"Kemudian, korban menghubungi Kepala Yayasan Supriyadi untuk meminta rekaman di tempat korban tidur. Hasil rekaman terlihat satu orang tidak dikenal (tersangka red). Saat beraksi memakai masker putih, berbaju merah maron, dan bercelana pendek kuning masuk ke dalam ruangan kelas dan mengambil barang-barang milik korban," urainya.

Hanafi sebut, hasil CCTV menunjukan, pelaku melakukan dengan cara masuk dengan memanjat pagar sekolah. Kemudian, memanjat ke jendela lalu mengambil barang milik korban kemudian keluar melalui pintu ruangan.

Selanjutnya, korban menyebarkan dan memberitahukan kepada warga sekitar sekolah tentang kejadian pencurian itu. Lalu, pada Senin (10/8) warga sekitar pernah melihat orang yang menggunakan pakaian yang sama di salah satu rumah warga bernama Teddi. 

Baca Juga:  Tersangka Kasus KTP-el, Paulus Tannos Dua Kali Gagal Ganti Kewarganegaraan

"Masih di hari yang sama sekira pukul 18.00 WIB, korban mendatangi rumah Teddi. Namun, sudah tidak ada. Kemudian pada pukul 22.00 WIB didapatlah tersangka sedang berada di jalan Melur," paparnya.

Hasil penyidikan, selain korban anak SD, J pun pernah melakukan pencurian di Jalan Slamet Seroso namun diselesaikan secara kekeluargaan. 

"Pelaku dikenakan pasal 363 KUHPidana. Hasil kejahatan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dikarenakan pelaku menumpang di rumah orang lain," terangnya. 

Laporan: Sofiah (Pekanbaru)

Editor: Eka G Putra

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Diusianya yang masih remaja, J alias Janu (15) harus berurusan dengan pihak berwajib. Lantaran melakukan pencurian laptop milik anak sekolah dasar. Dengan alasan untuk biaya hidup, ia pun kini berada di Polsek Tenayan Raya.

"Jadi pelaku ini merupakan anak yatim. Ibu nya menikah lagi. Dia sudah tiga bulan mencoba cari kerja tapi tak dapat. Sehingga mencuri laptop anak kelas III SD Taruna Islam," sebut Kapolresta Pekanbaru Kombes Nandang Mu'min Wijaya melalui Kapolsek Tenayan Raya Kompol M Hanafi.

Dikisahkannya, kejadian itu terjadi pada 4 Agustus 2020 pukul 06.00 WIB. Saat korban terbangun di ruang kelasnya, tidak menemukan satu buah laptop Asus warna putih dan satu buah cas handphone Sony experia Z 5 warna putih yang mana diletakkan di samping nya. 

Baca Juga:  Konstruksikan Kasus Sampah dari Awal

"Kemudian, korban menghubungi Kepala Yayasan Supriyadi untuk meminta rekaman di tempat korban tidur. Hasil rekaman terlihat satu orang tidak dikenal (tersangka red). Saat beraksi memakai masker putih, berbaju merah maron, dan bercelana pendek kuning masuk ke dalam ruangan kelas dan mengambil barang-barang milik korban," urainya.

Hanafi sebut, hasil CCTV menunjukan, pelaku melakukan dengan cara masuk dengan memanjat pagar sekolah. Kemudian, memanjat ke jendela lalu mengambil barang milik korban kemudian keluar melalui pintu ruangan.

- Advertisement -

Selanjutnya, korban menyebarkan dan memberitahukan kepada warga sekitar sekolah tentang kejadian pencurian itu. Lalu, pada Senin (10/8) warga sekitar pernah melihat orang yang menggunakan pakaian yang sama di salah satu rumah warga bernama Teddi. 

Baca Juga:  Gagalkan Penyeludupan 20 Kg Sabu dari Malaysia

"Masih di hari yang sama sekira pukul 18.00 WIB, korban mendatangi rumah Teddi. Namun, sudah tidak ada. Kemudian pada pukul 22.00 WIB didapatlah tersangka sedang berada di jalan Melur," paparnya.

- Advertisement -

Hasil penyidikan, selain korban anak SD, J pun pernah melakukan pencurian di Jalan Slamet Seroso namun diselesaikan secara kekeluargaan. 

"Pelaku dikenakan pasal 363 KUHPidana. Hasil kejahatan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dikarenakan pelaku menumpang di rumah orang lain," terangnya. 

Laporan: Sofiah (Pekanbaru)

Editor: Eka G Putra

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Diusianya yang masih remaja, J alias Janu (15) harus berurusan dengan pihak berwajib. Lantaran melakukan pencurian laptop milik anak sekolah dasar. Dengan alasan untuk biaya hidup, ia pun kini berada di Polsek Tenayan Raya.

"Jadi pelaku ini merupakan anak yatim. Ibu nya menikah lagi. Dia sudah tiga bulan mencoba cari kerja tapi tak dapat. Sehingga mencuri laptop anak kelas III SD Taruna Islam," sebut Kapolresta Pekanbaru Kombes Nandang Mu'min Wijaya melalui Kapolsek Tenayan Raya Kompol M Hanafi.

Dikisahkannya, kejadian itu terjadi pada 4 Agustus 2020 pukul 06.00 WIB. Saat korban terbangun di ruang kelasnya, tidak menemukan satu buah laptop Asus warna putih dan satu buah cas handphone Sony experia Z 5 warna putih yang mana diletakkan di samping nya. 

Baca Juga:  Polsek Tenayanraya Musnahkan Sabu Milik Pengemudi Ojol 162,2 Gram

"Kemudian, korban menghubungi Kepala Yayasan Supriyadi untuk meminta rekaman di tempat korban tidur. Hasil rekaman terlihat satu orang tidak dikenal (tersangka red). Saat beraksi memakai masker putih, berbaju merah maron, dan bercelana pendek kuning masuk ke dalam ruangan kelas dan mengambil barang-barang milik korban," urainya.

Hanafi sebut, hasil CCTV menunjukan, pelaku melakukan dengan cara masuk dengan memanjat pagar sekolah. Kemudian, memanjat ke jendela lalu mengambil barang milik korban kemudian keluar melalui pintu ruangan.

Selanjutnya, korban menyebarkan dan memberitahukan kepada warga sekitar sekolah tentang kejadian pencurian itu. Lalu, pada Senin (10/8) warga sekitar pernah melihat orang yang menggunakan pakaian yang sama di salah satu rumah warga bernama Teddi. 

Baca Juga:  Konstruksikan Kasus Sampah dari Awal

"Masih di hari yang sama sekira pukul 18.00 WIB, korban mendatangi rumah Teddi. Namun, sudah tidak ada. Kemudian pada pukul 22.00 WIB didapatlah tersangka sedang berada di jalan Melur," paparnya.

Hasil penyidikan, selain korban anak SD, J pun pernah melakukan pencurian di Jalan Slamet Seroso namun diselesaikan secara kekeluargaan. 

"Pelaku dikenakan pasal 363 KUHPidana. Hasil kejahatan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dikarenakan pelaku menumpang di rumah orang lain," terangnya. 

Laporan: Sofiah (Pekanbaru)

Editor: Eka G Putra

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari