Senin, 9 Februari 2026
- Advertisement -

Hasil Cek Kesehatan Gratis Pemerintah: Jutaan Warga Tak Sadar Mengidap Diabetes

RIAUPOS.CO – Program cek kesehatan gratis (CKG) menjadi salah satu terobosan unggulan pada tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Selama delapan bulan berjalan, tercatat 44,9 juta warga telah mendaftar, dengan 31,5 juta di antaranya sudah menyelesaikan pemeriksaan.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), sebagian besar peserta berasal dari kalangan usia sekolah, yaitu 7–17 tahun, disusul kelompok usia 40–59 tahun. Program ini sudah menjangkau 510 kabupaten/kota di 38 provinsi, dengan Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat menjadi wilayah dengan peserta terbanyak.

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menjelaskan, CKG menjadi langkah penting untuk memetakan kondisi kesehatan masyarakat Indonesia. “Angka harapan hidup kita kini mencapai 71 tahun. Melalui CKG, kita bisa tahu penyakit apa saja yang paling banyak menyebabkan kematian dan bagaimana mencegahnya,” ujarnya.

Setiap harinya, program ini mampu melayani hingga 600 ribu orang. Hasil skrining menunjukkan sejumlah masalah kesehatan yang perlu perhatian, mulai dari berat badan bayi lahir rendah, kesehatan gigi anak sekolah, hingga kurangnya aktivitas fisik. “Kurang gerak bisa memicu obesitas dan berbagai penyakit lain,” tambah Dante.

Baca Juga:  Pemko Pekanbaru Gencarkan CKG, Wako Tinjau Langsung Pemeriksaan Siswa

Untuk kelompok usia dewasa, sepertiga peserta diketahui mengalami obesitas. Dari hasil CKG juga terungkap bahwa 10,1 persen masyarakat Indonesia mengidap diabetes—setara satu dari sepuluh orang. “Yang mengejutkan, 70 persen di antaranya belum tahu bahwa mereka menderita diabetes,” ungkap Dante.

Ia menegaskan, deteksi dini jauh lebih baik ketimbang menunggu gejala muncul. “Lebih baik tahu sebelum terkena stroke, serangan jantung, atau gagal ginjal,” ujarnya. Skrining ini juga membantu pemerintah memperkirakan potensi penyakit di masa depan agar kebijakan kesehatan lebih tepat sasaran.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menambahkan, target awal CKG adalah menjangkau satu juta orang per hari, dengan total 50 juta orang hingga akhir 2025. Kini, cakupannya terus diperluas, termasuk di tempat kerja agar karyawan tidak perlu mengambil cuti.

Baca Juga:  Pustu Tak Layak, Warga Desa Patah Parang Terpaksa Melahirkan di Kantor Desa

Sejumlah daerah pun bergerak cepat. Di Kota Tangerang Selatan, misalnya, 342.322 warga sudah mengikuti CKG hingga pertengahan Oktober 2025. Pemeriksaan ini juga menyasar pelajar dari tingkat SD hingga SMA. Hasilnya, karies gigi menjadi masalah kesehatan terbanyak di kalangan siswa, diikuti anemia.

Sementara di DKI Jakarta, dari target 4 juta warga, sudah lebih dari separuh yang menjalani pemeriksaan. Wakil Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Octavia mengatakan, diabetes dan hipertensi masih mendominasi. “Bahkan 95 persen peserta terdeteksi kurang aktivitas fisik,” ujarnya.

Pemerintah mengajak masyarakat untuk terus bergerak dan menerapkan gaya hidup sehat. “Ayo mulai dari hal sederhana—lebih banyak jalan kaki, kurangi gula, dan periksa kesehatan secara rutin,” pesan Dwi.

RIAUPOS.CO – Program cek kesehatan gratis (CKG) menjadi salah satu terobosan unggulan pada tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Selama delapan bulan berjalan, tercatat 44,9 juta warga telah mendaftar, dengan 31,5 juta di antaranya sudah menyelesaikan pemeriksaan.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), sebagian besar peserta berasal dari kalangan usia sekolah, yaitu 7–17 tahun, disusul kelompok usia 40–59 tahun. Program ini sudah menjangkau 510 kabupaten/kota di 38 provinsi, dengan Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat menjadi wilayah dengan peserta terbanyak.

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menjelaskan, CKG menjadi langkah penting untuk memetakan kondisi kesehatan masyarakat Indonesia. “Angka harapan hidup kita kini mencapai 71 tahun. Melalui CKG, kita bisa tahu penyakit apa saja yang paling banyak menyebabkan kematian dan bagaimana mencegahnya,” ujarnya.

Setiap harinya, program ini mampu melayani hingga 600 ribu orang. Hasil skrining menunjukkan sejumlah masalah kesehatan yang perlu perhatian, mulai dari berat badan bayi lahir rendah, kesehatan gigi anak sekolah, hingga kurangnya aktivitas fisik. “Kurang gerak bisa memicu obesitas dan berbagai penyakit lain,” tambah Dante.

Baca Juga:  Benjolan di Tiroid, Jinak atau Ganas? Ini Penjelasan Lengkap dari Dokter RS Awal Bros

Untuk kelompok usia dewasa, sepertiga peserta diketahui mengalami obesitas. Dari hasil CKG juga terungkap bahwa 10,1 persen masyarakat Indonesia mengidap diabetes—setara satu dari sepuluh orang. “Yang mengejutkan, 70 persen di antaranya belum tahu bahwa mereka menderita diabetes,” ungkap Dante.

- Advertisement -

Ia menegaskan, deteksi dini jauh lebih baik ketimbang menunggu gejala muncul. “Lebih baik tahu sebelum terkena stroke, serangan jantung, atau gagal ginjal,” ujarnya. Skrining ini juga membantu pemerintah memperkirakan potensi penyakit di masa depan agar kebijakan kesehatan lebih tepat sasaran.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menambahkan, target awal CKG adalah menjangkau satu juta orang per hari, dengan total 50 juta orang hingga akhir 2025. Kini, cakupannya terus diperluas, termasuk di tempat kerja agar karyawan tidak perlu mengambil cuti.

- Advertisement -
Baca Juga:  Ingin Tetap Aman Berpuasa tanpa Rasa Sakit?

Sejumlah daerah pun bergerak cepat. Di Kota Tangerang Selatan, misalnya, 342.322 warga sudah mengikuti CKG hingga pertengahan Oktober 2025. Pemeriksaan ini juga menyasar pelajar dari tingkat SD hingga SMA. Hasilnya, karies gigi menjadi masalah kesehatan terbanyak di kalangan siswa, diikuti anemia.

Sementara di DKI Jakarta, dari target 4 juta warga, sudah lebih dari separuh yang menjalani pemeriksaan. Wakil Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Octavia mengatakan, diabetes dan hipertensi masih mendominasi. “Bahkan 95 persen peserta terdeteksi kurang aktivitas fisik,” ujarnya.

Pemerintah mengajak masyarakat untuk terus bergerak dan menerapkan gaya hidup sehat. “Ayo mulai dari hal sederhana—lebih banyak jalan kaki, kurangi gula, dan periksa kesehatan secara rutin,” pesan Dwi.

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

RIAUPOS.CO – Program cek kesehatan gratis (CKG) menjadi salah satu terobosan unggulan pada tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Selama delapan bulan berjalan, tercatat 44,9 juta warga telah mendaftar, dengan 31,5 juta di antaranya sudah menyelesaikan pemeriksaan.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), sebagian besar peserta berasal dari kalangan usia sekolah, yaitu 7–17 tahun, disusul kelompok usia 40–59 tahun. Program ini sudah menjangkau 510 kabupaten/kota di 38 provinsi, dengan Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat menjadi wilayah dengan peserta terbanyak.

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menjelaskan, CKG menjadi langkah penting untuk memetakan kondisi kesehatan masyarakat Indonesia. “Angka harapan hidup kita kini mencapai 71 tahun. Melalui CKG, kita bisa tahu penyakit apa saja yang paling banyak menyebabkan kematian dan bagaimana mencegahnya,” ujarnya.

Setiap harinya, program ini mampu melayani hingga 600 ribu orang. Hasil skrining menunjukkan sejumlah masalah kesehatan yang perlu perhatian, mulai dari berat badan bayi lahir rendah, kesehatan gigi anak sekolah, hingga kurangnya aktivitas fisik. “Kurang gerak bisa memicu obesitas dan berbagai penyakit lain,” tambah Dante.

Baca Juga:  Beberapa Makanan yang Baik Dikonsumsi Bersamaan

Untuk kelompok usia dewasa, sepertiga peserta diketahui mengalami obesitas. Dari hasil CKG juga terungkap bahwa 10,1 persen masyarakat Indonesia mengidap diabetes—setara satu dari sepuluh orang. “Yang mengejutkan, 70 persen di antaranya belum tahu bahwa mereka menderita diabetes,” ungkap Dante.

Ia menegaskan, deteksi dini jauh lebih baik ketimbang menunggu gejala muncul. “Lebih baik tahu sebelum terkena stroke, serangan jantung, atau gagal ginjal,” ujarnya. Skrining ini juga membantu pemerintah memperkirakan potensi penyakit di masa depan agar kebijakan kesehatan lebih tepat sasaran.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menambahkan, target awal CKG adalah menjangkau satu juta orang per hari, dengan total 50 juta orang hingga akhir 2025. Kini, cakupannya terus diperluas, termasuk di tempat kerja agar karyawan tidak perlu mengambil cuti.

Baca Juga:  Umrah Mandiri Kini Legal, Haji Kedua Wajib Tunggu 18 Tahun

Sejumlah daerah pun bergerak cepat. Di Kota Tangerang Selatan, misalnya, 342.322 warga sudah mengikuti CKG hingga pertengahan Oktober 2025. Pemeriksaan ini juga menyasar pelajar dari tingkat SD hingga SMA. Hasilnya, karies gigi menjadi masalah kesehatan terbanyak di kalangan siswa, diikuti anemia.

Sementara di DKI Jakarta, dari target 4 juta warga, sudah lebih dari separuh yang menjalani pemeriksaan. Wakil Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Octavia mengatakan, diabetes dan hipertensi masih mendominasi. “Bahkan 95 persen peserta terdeteksi kurang aktivitas fisik,” ujarnya.

Pemerintah mengajak masyarakat untuk terus bergerak dan menerapkan gaya hidup sehat. “Ayo mulai dari hal sederhana—lebih banyak jalan kaki, kurangi gula, dan periksa kesehatan secara rutin,” pesan Dwi.

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari