Minggu, 30 Maret 2025
spot_img

Dua Hati Biru, Bawa Isu Fatherless

RIAUPOS.CO – Gina S Noer mengakui sejumlah isu keluarga yang ramai dibahas oleh masyarakat Indonesia beberapa waktu terakhir turut menjadi inspirasi untuk Dua Hati Biru.

Berbeda dengan Dua Garis Biru, Dua Hati Biru akan fokus pada kisah kelanjutan Dara juga Bima yang bersama-sama mengasuh anak mereka, Adam.

“Nah ini adalah kisah keluarga yang walaupun mereka tahu mereka enggak sempurna, mereka sangat sangat berjuang untuk menyatukan hubungan mereka, untuk mengeratkan diri, untuk menjaga hubungan mereka,” kata Gina.

“Jadi dengan semangat itu, [apalagi] saya rasa kita sekarang ada di negara yang sering banget disebut fatherless nation, kayak di mana bapak yang belum tentu dibiasakan hadir, kadang-kadang mau hadir juga enggak mengerti bagaimana caranya,” kata kreator saga tersebut.

Baca Juga:  Grammy Awards 2022, Kemenangan Pemadu Sufisme dengan Folk dan Jazz

Kita setiap hari sering banget kalau melihat sosial media, terbongkar berita-berita buruk soal pernikahan, generasi muda, Gen Z, kayak skeptis ‘ngapain sih gue nikah, ngapain sih gue punya anak’,” kata Gina.

Gina merasa bahwa berbagai permasalahan yang digambarkan terkait dengan pernikahan seperti cekcok atau konflik kecil adalah bagian dari perjalanan perkawinan.

“Sebenarnya yang paling menarik dari keluarga itu, dari pernikahan, adalah apapun awalnya itu sebenarnya perjalanan panjang, enggak cuma satu tahun dua tahun atau bahkan bisa 80 tahun ke depan. Itu yang paling berharga,” kata Gina.

“Makanya karena itu, Dua Hati Biru ada karena bagaimana pun kalau bukan kita yang menjaga keluarga, siapa lagi?” kata Gina S Noer.

Baca Juga:  Ello Vokalis Baru Dewa 19

Selain itu, Dua Hati Biru disebut Gina mencoba menyampaikan pesan bahwa kesempatan pertama kali menjadi suami istri sekaligus orang tua perlu dibekali dengan kesiapan mental dan ilmu pengasuhan yang memadai.

Dua Hati Biru akan melanjutkan cerita Dua Garis Biru yang menampilkan lika-liku hubungan Bima dan Dara. Akhir cerita film pertama itu menampilkan Dara yang memutuskan pergi ke Korea usai kelahiran Adam, anaknya dengan Bima.

Kini, usai kepulangan Dara, ia harus berusaha menjalin kedekatan dengan buah hatinya. Serta kembali memperjuangkan rumah tangganya dengan Bima.

Mereka harus berhadapan dengan urusan keluarga, tuntutan orang tua, hingga membesarkan Adam secara mandiri.

Film Dua Hati Biru dapat disaksikan di bioskop mulai 17 April 2024.(int)

RIAUPOS.CO – Gina S Noer mengakui sejumlah isu keluarga yang ramai dibahas oleh masyarakat Indonesia beberapa waktu terakhir turut menjadi inspirasi untuk Dua Hati Biru.

Berbeda dengan Dua Garis Biru, Dua Hati Biru akan fokus pada kisah kelanjutan Dara juga Bima yang bersama-sama mengasuh anak mereka, Adam.

“Nah ini adalah kisah keluarga yang walaupun mereka tahu mereka enggak sempurna, mereka sangat sangat berjuang untuk menyatukan hubungan mereka, untuk mengeratkan diri, untuk menjaga hubungan mereka,” kata Gina.

“Jadi dengan semangat itu, [apalagi] saya rasa kita sekarang ada di negara yang sering banget disebut fatherless nation, kayak di mana bapak yang belum tentu dibiasakan hadir, kadang-kadang mau hadir juga enggak mengerti bagaimana caranya,” kata kreator saga tersebut.

Baca Juga:  Lee Hae Ri Davichi Umumkan Bakal Menikah Juli Mendatang

Kita setiap hari sering banget kalau melihat sosial media, terbongkar berita-berita buruk soal pernikahan, generasi muda, Gen Z, kayak skeptis ‘ngapain sih gue nikah, ngapain sih gue punya anak’,” kata Gina.

Gina merasa bahwa berbagai permasalahan yang digambarkan terkait dengan pernikahan seperti cekcok atau konflik kecil adalah bagian dari perjalanan perkawinan.

“Sebenarnya yang paling menarik dari keluarga itu, dari pernikahan, adalah apapun awalnya itu sebenarnya perjalanan panjang, enggak cuma satu tahun dua tahun atau bahkan bisa 80 tahun ke depan. Itu yang paling berharga,” kata Gina.

“Makanya karena itu, Dua Hati Biru ada karena bagaimana pun kalau bukan kita yang menjaga keluarga, siapa lagi?” kata Gina S Noer.

Baca Juga:  57 DJ Bakal Live Streaming 35 Jam Nonstop di Bali, Ini Tujuannya

Selain itu, Dua Hati Biru disebut Gina mencoba menyampaikan pesan bahwa kesempatan pertama kali menjadi suami istri sekaligus orang tua perlu dibekali dengan kesiapan mental dan ilmu pengasuhan yang memadai.

Dua Hati Biru akan melanjutkan cerita Dua Garis Biru yang menampilkan lika-liku hubungan Bima dan Dara. Akhir cerita film pertama itu menampilkan Dara yang memutuskan pergi ke Korea usai kelahiran Adam, anaknya dengan Bima.

Kini, usai kepulangan Dara, ia harus berusaha menjalin kedekatan dengan buah hatinya. Serta kembali memperjuangkan rumah tangganya dengan Bima.

Mereka harus berhadapan dengan urusan keluarga, tuntutan orang tua, hingga membesarkan Adam secara mandiri.

Film Dua Hati Biru dapat disaksikan di bioskop mulai 17 April 2024.(int)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Dua Hati Biru, Bawa Isu Fatherless

RIAUPOS.CO – Gina S Noer mengakui sejumlah isu keluarga yang ramai dibahas oleh masyarakat Indonesia beberapa waktu terakhir turut menjadi inspirasi untuk Dua Hati Biru.

Berbeda dengan Dua Garis Biru, Dua Hati Biru akan fokus pada kisah kelanjutan Dara juga Bima yang bersama-sama mengasuh anak mereka, Adam.

“Nah ini adalah kisah keluarga yang walaupun mereka tahu mereka enggak sempurna, mereka sangat sangat berjuang untuk menyatukan hubungan mereka, untuk mengeratkan diri, untuk menjaga hubungan mereka,” kata Gina.

“Jadi dengan semangat itu, [apalagi] saya rasa kita sekarang ada di negara yang sering banget disebut fatherless nation, kayak di mana bapak yang belum tentu dibiasakan hadir, kadang-kadang mau hadir juga enggak mengerti bagaimana caranya,” kata kreator saga tersebut.

Baca Juga:  Bagi-bagi THR dari Codashop Makin Seru

Kita setiap hari sering banget kalau melihat sosial media, terbongkar berita-berita buruk soal pernikahan, generasi muda, Gen Z, kayak skeptis ‘ngapain sih gue nikah, ngapain sih gue punya anak’,” kata Gina.

Gina merasa bahwa berbagai permasalahan yang digambarkan terkait dengan pernikahan seperti cekcok atau konflik kecil adalah bagian dari perjalanan perkawinan.

“Sebenarnya yang paling menarik dari keluarga itu, dari pernikahan, adalah apapun awalnya itu sebenarnya perjalanan panjang, enggak cuma satu tahun dua tahun atau bahkan bisa 80 tahun ke depan. Itu yang paling berharga,” kata Gina.

“Makanya karena itu, Dua Hati Biru ada karena bagaimana pun kalau bukan kita yang menjaga keluarga, siapa lagi?” kata Gina S Noer.

Baca Juga:  Lee Hae Ri Davichi Umumkan Bakal Menikah Juli Mendatang

Selain itu, Dua Hati Biru disebut Gina mencoba menyampaikan pesan bahwa kesempatan pertama kali menjadi suami istri sekaligus orang tua perlu dibekali dengan kesiapan mental dan ilmu pengasuhan yang memadai.

Dua Hati Biru akan melanjutkan cerita Dua Garis Biru yang menampilkan lika-liku hubungan Bima dan Dara. Akhir cerita film pertama itu menampilkan Dara yang memutuskan pergi ke Korea usai kelahiran Adam, anaknya dengan Bima.

Kini, usai kepulangan Dara, ia harus berusaha menjalin kedekatan dengan buah hatinya. Serta kembali memperjuangkan rumah tangganya dengan Bima.

Mereka harus berhadapan dengan urusan keluarga, tuntutan orang tua, hingga membesarkan Adam secara mandiri.

Film Dua Hati Biru dapat disaksikan di bioskop mulai 17 April 2024.(int)

RIAUPOS.CO – Gina S Noer mengakui sejumlah isu keluarga yang ramai dibahas oleh masyarakat Indonesia beberapa waktu terakhir turut menjadi inspirasi untuk Dua Hati Biru.

Berbeda dengan Dua Garis Biru, Dua Hati Biru akan fokus pada kisah kelanjutan Dara juga Bima yang bersama-sama mengasuh anak mereka, Adam.

“Nah ini adalah kisah keluarga yang walaupun mereka tahu mereka enggak sempurna, mereka sangat sangat berjuang untuk menyatukan hubungan mereka, untuk mengeratkan diri, untuk menjaga hubungan mereka,” kata Gina.

“Jadi dengan semangat itu, [apalagi] saya rasa kita sekarang ada di negara yang sering banget disebut fatherless nation, kayak di mana bapak yang belum tentu dibiasakan hadir, kadang-kadang mau hadir juga enggak mengerti bagaimana caranya,” kata kreator saga tersebut.

Baca Juga:  Rara Sang Pawang Hujan Dibayar Rp5 Juta per Hari

Kita setiap hari sering banget kalau melihat sosial media, terbongkar berita-berita buruk soal pernikahan, generasi muda, Gen Z, kayak skeptis ‘ngapain sih gue nikah, ngapain sih gue punya anak’,” kata Gina.

Gina merasa bahwa berbagai permasalahan yang digambarkan terkait dengan pernikahan seperti cekcok atau konflik kecil adalah bagian dari perjalanan perkawinan.

“Sebenarnya yang paling menarik dari keluarga itu, dari pernikahan, adalah apapun awalnya itu sebenarnya perjalanan panjang, enggak cuma satu tahun dua tahun atau bahkan bisa 80 tahun ke depan. Itu yang paling berharga,” kata Gina.

“Makanya karena itu, Dua Hati Biru ada karena bagaimana pun kalau bukan kita yang menjaga keluarga, siapa lagi?” kata Gina S Noer.

Baca Juga:  Bagi-bagi THR dari Codashop Makin Seru

Selain itu, Dua Hati Biru disebut Gina mencoba menyampaikan pesan bahwa kesempatan pertama kali menjadi suami istri sekaligus orang tua perlu dibekali dengan kesiapan mental dan ilmu pengasuhan yang memadai.

Dua Hati Biru akan melanjutkan cerita Dua Garis Biru yang menampilkan lika-liku hubungan Bima dan Dara. Akhir cerita film pertama itu menampilkan Dara yang memutuskan pergi ke Korea usai kelahiran Adam, anaknya dengan Bima.

Kini, usai kepulangan Dara, ia harus berusaha menjalin kedekatan dengan buah hatinya. Serta kembali memperjuangkan rumah tangganya dengan Bima.

Mereka harus berhadapan dengan urusan keluarga, tuntutan orang tua, hingga membesarkan Adam secara mandiri.

Film Dua Hati Biru dapat disaksikan di bioskop mulai 17 April 2024.(int)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari