Rabu, 13 Mei 2026
- Advertisement -

Kumpul Bareng Teman Picu Nafsu Makan Lebih Banyak

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Nah saat makan dan berkumpul bersama teman atau keluarga, justru bisa membuat seseorang lebih bahagia. Efeknya, porsi makanan yang dimakan meningkat lebih banyak saat makan bareng.

Dilansir dari NDTV, Minggu (13/9), para ahli dari University of Birmingham memimpin tim peneliti di Inggris dan Australia menemukan, seseorang akan makan lebih banyak saat bersama teman dan keluarga daripada ketika makan sendirian. Fenomena ini dikenal sebagai ‘fasilitasi sosial’.

Para ahli menemukan bahwa makan ‘secara sosial’ memiliki dampak yang lebih kuat pada asupan makanan. Ketua Penelitian Dr. Helen Ruddock, dari School of Psychology di University of Birmingham menjelaskan, pihaknya menemukan, orang makan lebih banyak saat makan dengan teman dan keluarga daripada sendirian atau bersama seseorang yang baru dikenal.

Baca Juga:  4 Zodiak Ini Mudah Bosan, Jadi Cepat Hilang Feeling saat Jalin Asmara

Kesimpulan itu didapat setelah mengevaluasi 42 studi penelitian. Terlebih, makan banyak ketika berkumpul bersama teman atau keluarga itu sudah terjadi sejak dari zaman leluhur kita. Tujuannya untuk menunjukkan keakraban dalam kelompok dengan individu satu sama lain.

Peneliti selanjutnya menjelaskan kebiasaan masyarakat ini seakan sejalan dengan filosofi kuno, yakni saat pemburu biasa mengumpulkan makanan bersama untuk melindungi diri dari kerawanan pangan. Mekanisme bertahan hidup ini mungkin masih berlaku di dunia modern yang menyebabkan orang makan lebih banyak saat bersama teman dan keluarga.

Dalam penelitian juga mengungkapkan kebiasaan makan seseorang ketika sedang kencan. “Temuan dari penelitian sebelumnya menunjukkan bukti saat perempuan makan bersama pria yang mereka kagumi (berkencan) justru makan lebih sedikit untuk menghindari obesitas dan jaga imej atau dihakimi karena makan berlebihan,” tambah Dr. Helen.

Baca Juga:  Si Gemes Penyampai Pesan

Sumber: Jawapos.com

Editor: E Sulaiman

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Nah saat makan dan berkumpul bersama teman atau keluarga, justru bisa membuat seseorang lebih bahagia. Efeknya, porsi makanan yang dimakan meningkat lebih banyak saat makan bareng.

Dilansir dari NDTV, Minggu (13/9), para ahli dari University of Birmingham memimpin tim peneliti di Inggris dan Australia menemukan, seseorang akan makan lebih banyak saat bersama teman dan keluarga daripada ketika makan sendirian. Fenomena ini dikenal sebagai ‘fasilitasi sosial’.

Para ahli menemukan bahwa makan ‘secara sosial’ memiliki dampak yang lebih kuat pada asupan makanan. Ketua Penelitian Dr. Helen Ruddock, dari School of Psychology di University of Birmingham menjelaskan, pihaknya menemukan, orang makan lebih banyak saat makan dengan teman dan keluarga daripada sendirian atau bersama seseorang yang baru dikenal.

Baca Juga:  3 Zodiak Ini Bakal Bertemu Jodoh Selama Masa Pandemi

Kesimpulan itu didapat setelah mengevaluasi 42 studi penelitian. Terlebih, makan banyak ketika berkumpul bersama teman atau keluarga itu sudah terjadi sejak dari zaman leluhur kita. Tujuannya untuk menunjukkan keakraban dalam kelompok dengan individu satu sama lain.

Peneliti selanjutnya menjelaskan kebiasaan masyarakat ini seakan sejalan dengan filosofi kuno, yakni saat pemburu biasa mengumpulkan makanan bersama untuk melindungi diri dari kerawanan pangan. Mekanisme bertahan hidup ini mungkin masih berlaku di dunia modern yang menyebabkan orang makan lebih banyak saat bersama teman dan keluarga.

- Advertisement -

Dalam penelitian juga mengungkapkan kebiasaan makan seseorang ketika sedang kencan. “Temuan dari penelitian sebelumnya menunjukkan bukti saat perempuan makan bersama pria yang mereka kagumi (berkencan) justru makan lebih sedikit untuk menghindari obesitas dan jaga imej atau dihakimi karena makan berlebihan,” tambah Dr. Helen.

Baca Juga:  Melangkah dengan Kemewahan

Sumber: Jawapos.com

- Advertisement -

Editor: E Sulaiman

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Nah saat makan dan berkumpul bersama teman atau keluarga, justru bisa membuat seseorang lebih bahagia. Efeknya, porsi makanan yang dimakan meningkat lebih banyak saat makan bareng.

Dilansir dari NDTV, Minggu (13/9), para ahli dari University of Birmingham memimpin tim peneliti di Inggris dan Australia menemukan, seseorang akan makan lebih banyak saat bersama teman dan keluarga daripada ketika makan sendirian. Fenomena ini dikenal sebagai ‘fasilitasi sosial’.

Para ahli menemukan bahwa makan ‘secara sosial’ memiliki dampak yang lebih kuat pada asupan makanan. Ketua Penelitian Dr. Helen Ruddock, dari School of Psychology di University of Birmingham menjelaskan, pihaknya menemukan, orang makan lebih banyak saat makan dengan teman dan keluarga daripada sendirian atau bersama seseorang yang baru dikenal.

Baca Juga:  Hati 5 Zodiak Ini Dingin Seperti Es dan Tak Berperasaan

Kesimpulan itu didapat setelah mengevaluasi 42 studi penelitian. Terlebih, makan banyak ketika berkumpul bersama teman atau keluarga itu sudah terjadi sejak dari zaman leluhur kita. Tujuannya untuk menunjukkan keakraban dalam kelompok dengan individu satu sama lain.

Peneliti selanjutnya menjelaskan kebiasaan masyarakat ini seakan sejalan dengan filosofi kuno, yakni saat pemburu biasa mengumpulkan makanan bersama untuk melindungi diri dari kerawanan pangan. Mekanisme bertahan hidup ini mungkin masih berlaku di dunia modern yang menyebabkan orang makan lebih banyak saat bersama teman dan keluarga.

Dalam penelitian juga mengungkapkan kebiasaan makan seseorang ketika sedang kencan. “Temuan dari penelitian sebelumnya menunjukkan bukti saat perempuan makan bersama pria yang mereka kagumi (berkencan) justru makan lebih sedikit untuk menghindari obesitas dan jaga imej atau dihakimi karena makan berlebihan,” tambah Dr. Helen.

Baca Juga:  Tips Tampil Bahagia Cukup dengan Pakai Serum dan Body Lotion

Sumber: Jawapos.com

Editor: E Sulaiman

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari