Minggu, 8 Februari 2026
- Advertisement -

Diterpa Badai Corona, Zara Bakal Tutup 1.200 Toko

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Brand fashion Zara dikabarkan merugi besar akibat dihantam pandemi Covid-19. Karenanya, pemilik Zara Inditex menyebut akan menutup hingga 1.200 toko yang lebih kecil pada tahun 2021 dan sebaliknya akan fokus pada toko yang lebih besar dan penjualan online.

Pengumuman itu muncul setelah perusahaan pakaian multinasional Spanyol itu yang juga memiliki merek fashion lain seperti Massimo Dutti, Pull & Bear dan Bershka membukukan kerugian pertama setelah krisis Coronavirus yang memaksanya untuk menunda operasi di sebagian besar toko-tokonya.

Inditex membukukan rugi bersih EUR 409 juta atau setara dengan Rp 6,6 triliun pada kuartal pertama Februari hingga April.

Kerugian tersebut terjadi setelah penjualan amblas menjadi EUR 3,3 miliar atau setara Rp 53,2 triliun dari EUR 5,9 miliar atau setara dengan Rp 95,2 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kerugian perusahaan akhirnya berdampak pada penutupan hingga 1.200 toko kecil pada tahun 2020 dan 2021.

Baca Juga:  4 Zodiak ini Kalau Marah Paling Galak

Inditex mengatakan fokus pada toko-toko besar dan akan memperluas ruang lantai toko sekitar 2,5 persen per tahun pada 2020 hingga 2022. Perusahaan juga meluncurkan rencana alokasi dana senilai EUR 2,7 miliar atau berkisar Rp 43,5 triliun untuk meningkatkan teknologi di toko-toko dan untuk mendorong penjualan online.

Seperti dikutip dari AsiaOne, Jumat (12/6), selain Zara, pengecer pakaian dari H&M ke Gap juga telah melaporkan penurunan tajam dalam hal penjualan, terkait dengan pandemi Covid-19. Mereka juga memaksa lebih banyak toko tutup dan masyarakat dipaksa untuk tetap di rumah saja. H&M juga mencatat kerugian kuartalan pertamanya dalam beberapa dekade pada periode Maret hingga Mei.

Baca Juga:  Ini Waktu Ideal Ganti Freon AC Mobil

Sumber: Jawapos.com

Editor: Eka G Putra

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Brand fashion Zara dikabarkan merugi besar akibat dihantam pandemi Covid-19. Karenanya, pemilik Zara Inditex menyebut akan menutup hingga 1.200 toko yang lebih kecil pada tahun 2021 dan sebaliknya akan fokus pada toko yang lebih besar dan penjualan online.

Pengumuman itu muncul setelah perusahaan pakaian multinasional Spanyol itu yang juga memiliki merek fashion lain seperti Massimo Dutti, Pull & Bear dan Bershka membukukan kerugian pertama setelah krisis Coronavirus yang memaksanya untuk menunda operasi di sebagian besar toko-tokonya.

Inditex membukukan rugi bersih EUR 409 juta atau setara dengan Rp 6,6 triliun pada kuartal pertama Februari hingga April.

Kerugian tersebut terjadi setelah penjualan amblas menjadi EUR 3,3 miliar atau setara Rp 53,2 triliun dari EUR 5,9 miliar atau setara dengan Rp 95,2 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kerugian perusahaan akhirnya berdampak pada penutupan hingga 1.200 toko kecil pada tahun 2020 dan 2021.

Baca Juga:  Olahraga Lari Bareng Pasangan Bisa Bikin Hubungan Makin Mesra

Inditex mengatakan fokus pada toko-toko besar dan akan memperluas ruang lantai toko sekitar 2,5 persen per tahun pada 2020 hingga 2022. Perusahaan juga meluncurkan rencana alokasi dana senilai EUR 2,7 miliar atau berkisar Rp 43,5 triliun untuk meningkatkan teknologi di toko-toko dan untuk mendorong penjualan online.

- Advertisement -

Seperti dikutip dari AsiaOne, Jumat (12/6), selain Zara, pengecer pakaian dari H&M ke Gap juga telah melaporkan penurunan tajam dalam hal penjualan, terkait dengan pandemi Covid-19. Mereka juga memaksa lebih banyak toko tutup dan masyarakat dipaksa untuk tetap di rumah saja. H&M juga mencatat kerugian kuartalan pertamanya dalam beberapa dekade pada periode Maret hingga Mei.

Baca Juga:  Kostum Unik Halau Corona

Sumber: Jawapos.com

- Advertisement -

Editor: Eka G Putra

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Brand fashion Zara dikabarkan merugi besar akibat dihantam pandemi Covid-19. Karenanya, pemilik Zara Inditex menyebut akan menutup hingga 1.200 toko yang lebih kecil pada tahun 2021 dan sebaliknya akan fokus pada toko yang lebih besar dan penjualan online.

Pengumuman itu muncul setelah perusahaan pakaian multinasional Spanyol itu yang juga memiliki merek fashion lain seperti Massimo Dutti, Pull & Bear dan Bershka membukukan kerugian pertama setelah krisis Coronavirus yang memaksanya untuk menunda operasi di sebagian besar toko-tokonya.

Inditex membukukan rugi bersih EUR 409 juta atau setara dengan Rp 6,6 triliun pada kuartal pertama Februari hingga April.

Kerugian tersebut terjadi setelah penjualan amblas menjadi EUR 3,3 miliar atau setara Rp 53,2 triliun dari EUR 5,9 miliar atau setara dengan Rp 95,2 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kerugian perusahaan akhirnya berdampak pada penutupan hingga 1.200 toko kecil pada tahun 2020 dan 2021.

Baca Juga:  Suhu Ideal AC untuk si Kecil Berkisar 22–26 Celsius

Inditex mengatakan fokus pada toko-toko besar dan akan memperluas ruang lantai toko sekitar 2,5 persen per tahun pada 2020 hingga 2022. Perusahaan juga meluncurkan rencana alokasi dana senilai EUR 2,7 miliar atau berkisar Rp 43,5 triliun untuk meningkatkan teknologi di toko-toko dan untuk mendorong penjualan online.

Seperti dikutip dari AsiaOne, Jumat (12/6), selain Zara, pengecer pakaian dari H&M ke Gap juga telah melaporkan penurunan tajam dalam hal penjualan, terkait dengan pandemi Covid-19. Mereka juga memaksa lebih banyak toko tutup dan masyarakat dipaksa untuk tetap di rumah saja. H&M juga mencatat kerugian kuartalan pertamanya dalam beberapa dekade pada periode Maret hingga Mei.

Baca Juga:  Bersahaja, Sesuaikan dengan Selera

Sumber: Jawapos.com

Editor: Eka G Putra

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari