Minggu, 25 Oktober 2026
- Advertisement -

Sandiaga Uno Berikan Tips Tren Investasi

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Pandemi Covid-19 secara langsung menekan laju pertumbuhan ekonomi Indonesia. Namun, sektor ekonomi harus terus berputar, termasuk investasi dalam pasar modal guna pemulihan ekonomi nasional.

Pengusaha Sandiaga Uno menuturkan tren investasi di pasar modal belum berubah walau pandemi Covid-19 melanda. Sektor energi, infrastruktur, dan perbankan masih menjadi pilihan investasi menjanjikan bagi para pelaku pasar modal ke depannya.

Selain itu, makanan dan agrikultur akan menjadi pilihan yang tepat untuk berinvestasi. Namun, kata Sandi, saham perusahaan yang sudah bertransformasi lebih awal dengan pemanfaatan teknologi digital akan lebih meningkat dibandingkan perusahaan konvensional sejenis.

"Langkah industri perbankan itu pada akhirnya akan membuat ekonomi akan lebih efisien," ungkap Sandi dalam webminar pada Jumat (30/10).

Baca Juga:  Indomaret Bukit Barisan 8 Resmi Menjadi Indomaret Fresh

Sementara itu, bisnis yang akan berkembang di masa depan menurutnya adalah bisnis syariah. Perkembangan ekonomi syariah, lanjutnya, sangat dipengaruhi oleh perubahan perilaku masyarakat Indonesia yang didominasi umat Islam. Seperti misalnya, konsumsi makanan halal, wisata halal dan lainnya.

Bersamaan dengan hal tersebut, Sandi menegaskan pasar saham Indonesia membutuhkan lebih banyak perusahaan besar untuk segera melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pasar modal Indonesia membutuhkan perusahaan milik negara seperti PT Pertamina (Persero), PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), dan beberapa perusahaan teknologi bervaluasi besar, seperti Tokopedia dan Gojek untuk menjadi perusahaan terbuka.

Sebab, semakin banyak perusahaan terbuka yang melantai di BEI, portofolio investasi saham pelaku pasar akan semakin beragam. Sehingga masyarakat dapat lebih leluasa menetapkan pilihannya untuk berinvestasi dalam pasar modal.

Baca Juga:  Kementerian Investasi /BKPM dan SKK Migas Adakan Workshop

"Pilihan akan beragam, kompetisi akan lebih sehat. Hal ini akan memacu pemulihan ekonomi bangsa," pungkas Sandi.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Pandemi Covid-19 secara langsung menekan laju pertumbuhan ekonomi Indonesia. Namun, sektor ekonomi harus terus berputar, termasuk investasi dalam pasar modal guna pemulihan ekonomi nasional.

Pengusaha Sandiaga Uno menuturkan tren investasi di pasar modal belum berubah walau pandemi Covid-19 melanda. Sektor energi, infrastruktur, dan perbankan masih menjadi pilihan investasi menjanjikan bagi para pelaku pasar modal ke depannya.

Selain itu, makanan dan agrikultur akan menjadi pilihan yang tepat untuk berinvestasi. Namun, kata Sandi, saham perusahaan yang sudah bertransformasi lebih awal dengan pemanfaatan teknologi digital akan lebih meningkat dibandingkan perusahaan konvensional sejenis.

"Langkah industri perbankan itu pada akhirnya akan membuat ekonomi akan lebih efisien," ungkap Sandi dalam webminar pada Jumat (30/10).

Baca Juga:  Indomaret Bukit Barisan 8 Resmi Menjadi Indomaret Fresh

Sementara itu, bisnis yang akan berkembang di masa depan menurutnya adalah bisnis syariah. Perkembangan ekonomi syariah, lanjutnya, sangat dipengaruhi oleh perubahan perilaku masyarakat Indonesia yang didominasi umat Islam. Seperti misalnya, konsumsi makanan halal, wisata halal dan lainnya.

- Advertisement -

Bersamaan dengan hal tersebut, Sandi menegaskan pasar saham Indonesia membutuhkan lebih banyak perusahaan besar untuk segera melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pasar modal Indonesia membutuhkan perusahaan milik negara seperti PT Pertamina (Persero), PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), dan beberapa perusahaan teknologi bervaluasi besar, seperti Tokopedia dan Gojek untuk menjadi perusahaan terbuka.

Sebab, semakin banyak perusahaan terbuka yang melantai di BEI, portofolio investasi saham pelaku pasar akan semakin beragam. Sehingga masyarakat dapat lebih leluasa menetapkan pilihannya untuk berinvestasi dalam pasar modal.

- Advertisement -
Baca Juga:  PLN UP3 Pekanbaru Tingkatkan Pelayanan Kelistrikan di Rohul

"Pilihan akan beragam, kompetisi akan lebih sehat. Hal ini akan memacu pemulihan ekonomi bangsa," pungkas Sandi.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Pandemi Covid-19 secara langsung menekan laju pertumbuhan ekonomi Indonesia. Namun, sektor ekonomi harus terus berputar, termasuk investasi dalam pasar modal guna pemulihan ekonomi nasional.

Pengusaha Sandiaga Uno menuturkan tren investasi di pasar modal belum berubah walau pandemi Covid-19 melanda. Sektor energi, infrastruktur, dan perbankan masih menjadi pilihan investasi menjanjikan bagi para pelaku pasar modal ke depannya.

Selain itu, makanan dan agrikultur akan menjadi pilihan yang tepat untuk berinvestasi. Namun, kata Sandi, saham perusahaan yang sudah bertransformasi lebih awal dengan pemanfaatan teknologi digital akan lebih meningkat dibandingkan perusahaan konvensional sejenis.

"Langkah industri perbankan itu pada akhirnya akan membuat ekonomi akan lebih efisien," ungkap Sandi dalam webminar pada Jumat (30/10).

Baca Juga:  Berkat PPNBM, Mitsubishi Xpander Ultimate Paling Laris

Sementara itu, bisnis yang akan berkembang di masa depan menurutnya adalah bisnis syariah. Perkembangan ekonomi syariah, lanjutnya, sangat dipengaruhi oleh perubahan perilaku masyarakat Indonesia yang didominasi umat Islam. Seperti misalnya, konsumsi makanan halal, wisata halal dan lainnya.

Bersamaan dengan hal tersebut, Sandi menegaskan pasar saham Indonesia membutuhkan lebih banyak perusahaan besar untuk segera melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pasar modal Indonesia membutuhkan perusahaan milik negara seperti PT Pertamina (Persero), PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), dan beberapa perusahaan teknologi bervaluasi besar, seperti Tokopedia dan Gojek untuk menjadi perusahaan terbuka.

Sebab, semakin banyak perusahaan terbuka yang melantai di BEI, portofolio investasi saham pelaku pasar akan semakin beragam. Sehingga masyarakat dapat lebih leluasa menetapkan pilihannya untuk berinvestasi dalam pasar modal.

Baca Juga:  Ingin Dirikan BUMD Agro, Kabiro Ekonomi Sumbar ke PT SPR

"Pilihan akan beragam, kompetisi akan lebih sehat. Hal ini akan memacu pemulihan ekonomi bangsa," pungkas Sandi.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari