Selasa, 2 Juni 2026
- Advertisement -

Ekspor Toyota Menguat Tipis

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Kondisi perekonomian global yang tidak stabil sedikit banyak mempengaruhi pertumbuhan ekspor Toyota.

Tercatat, sepanjang Januari hingga Oktober 2019, ekspor kendaraan utuh (Complete Built Up/CBU) bermerek Toyota hanya naik tipis 3 persen dengan volume sebanyak 178.500 unit dibandingkan periode yang sama tahun 2018 dengan jumlah 173.600 unit

“Kami terus berupaya agar catatan ekspor tetap positif antara lain dengan cara melakukan studi menjajaki daerah tujuan ekspor baru serta mengembangkan variasi produk ekspor yang beragam,” kata Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Warih Andang Tjahjono, dalam keterangannya, Jumat (29/11).

Selain mengapalkan kendaraan utuh, TMMIN juga mengirimkan kendaraan terurai (Completely Knock Down/CKD) sebanyak 38.300 unit, mesin bensin sebanyak 96.800 unit, mesin etanol sebanyak 7.400 unit serta lebih dari 81 juta buah komponen kendaraan dalam periode sepuluh bulan tahun ini.

Baca Juga:  Bank bjb Sebar Deviden Rp925,04 Miliar

Sampai saat ini, sedianya lebih dari 80 negara di kawasan Asia-Pasifik, Timur Tengah, Afrika, Amerika Latin dan Kepulauan Karibia menjadi destinasi ekspor produk bermerek Toyota.

Penghargaan Bank Indonesia

Atas kinerja tersebut, TMMIN menerima penghargaan dari Bank Indonesia untuk kategori Pengelola Utang Luar Negeri Terbaik.

TMMIN meraih penghargaan tersebut atas keberhasilan menjaga konsistensinya menjadi investor sekaligus pengekspor produk otomotif di Indonesia.

TMMIN juga dinilai senantiasa mematuhi pelaksanaan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan keuangan didukung dengan penerapan secara konsisten lindung nilai terhadap pinjaman luar negeri yang diperoleh, sehingga tidak mengganggu stabilitas devisa.

Warih mengatakan, Toyota selalu berpegang teguh pada prinsip kepatuhan dalam memenuhi regulasi yang berlaku.

Baca Juga:  Ini Kata Bos Pertamina Mengapa Harga BBM Tak Turun

Itu diwujudkan salah satunya melalui konsistensi memberikan data dan informasi secara lengkap dan tepat waktu untuk mendukung pelaksanaan survey dan kegiatan Liaison Bank Indonesia guna penyusunan statistik Bank Indonesia. (mg8/jpnn)
Sumber: Jpnn.com
Editor: Erizal

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Kondisi perekonomian global yang tidak stabil sedikit banyak mempengaruhi pertumbuhan ekspor Toyota.

Tercatat, sepanjang Januari hingga Oktober 2019, ekspor kendaraan utuh (Complete Built Up/CBU) bermerek Toyota hanya naik tipis 3 persen dengan volume sebanyak 178.500 unit dibandingkan periode yang sama tahun 2018 dengan jumlah 173.600 unit

“Kami terus berupaya agar catatan ekspor tetap positif antara lain dengan cara melakukan studi menjajaki daerah tujuan ekspor baru serta mengembangkan variasi produk ekspor yang beragam,” kata Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Warih Andang Tjahjono, dalam keterangannya, Jumat (29/11).

Selain mengapalkan kendaraan utuh, TMMIN juga mengirimkan kendaraan terurai (Completely Knock Down/CKD) sebanyak 38.300 unit, mesin bensin sebanyak 96.800 unit, mesin etanol sebanyak 7.400 unit serta lebih dari 81 juta buah komponen kendaraan dalam periode sepuluh bulan tahun ini.

Baca Juga:  Terbitkan 2 Permedag Baru, Pemerintah Mudahkan Perizinan Ekspor Impor

Sampai saat ini, sedianya lebih dari 80 negara di kawasan Asia-Pasifik, Timur Tengah, Afrika, Amerika Latin dan Kepulauan Karibia menjadi destinasi ekspor produk bermerek Toyota.

- Advertisement -

Penghargaan Bank Indonesia

Atas kinerja tersebut, TMMIN menerima penghargaan dari Bank Indonesia untuk kategori Pengelola Utang Luar Negeri Terbaik.

- Advertisement -

TMMIN meraih penghargaan tersebut atas keberhasilan menjaga konsistensinya menjadi investor sekaligus pengekspor produk otomotif di Indonesia.

TMMIN juga dinilai senantiasa mematuhi pelaksanaan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan keuangan didukung dengan penerapan secara konsisten lindung nilai terhadap pinjaman luar negeri yang diperoleh, sehingga tidak mengganggu stabilitas devisa.

Warih mengatakan, Toyota selalu berpegang teguh pada prinsip kepatuhan dalam memenuhi regulasi yang berlaku.

Baca Juga:  Pimcab BRI Bangkinang Antarkan Hadiah Mobil ke Nasabah

Itu diwujudkan salah satunya melalui konsistensi memberikan data dan informasi secara lengkap dan tepat waktu untuk mendukung pelaksanaan survey dan kegiatan Liaison Bank Indonesia guna penyusunan statistik Bank Indonesia. (mg8/jpnn)
Sumber: Jpnn.com
Editor: Erizal

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Kondisi perekonomian global yang tidak stabil sedikit banyak mempengaruhi pertumbuhan ekspor Toyota.

Tercatat, sepanjang Januari hingga Oktober 2019, ekspor kendaraan utuh (Complete Built Up/CBU) bermerek Toyota hanya naik tipis 3 persen dengan volume sebanyak 178.500 unit dibandingkan periode yang sama tahun 2018 dengan jumlah 173.600 unit

“Kami terus berupaya agar catatan ekspor tetap positif antara lain dengan cara melakukan studi menjajaki daerah tujuan ekspor baru serta mengembangkan variasi produk ekspor yang beragam,” kata Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Warih Andang Tjahjono, dalam keterangannya, Jumat (29/11).

Selain mengapalkan kendaraan utuh, TMMIN juga mengirimkan kendaraan terurai (Completely Knock Down/CKD) sebanyak 38.300 unit, mesin bensin sebanyak 96.800 unit, mesin etanol sebanyak 7.400 unit serta lebih dari 81 juta buah komponen kendaraan dalam periode sepuluh bulan tahun ini.

Baca Juga:  Sri Mulyani: Keuangan Negara Membaik

Sampai saat ini, sedianya lebih dari 80 negara di kawasan Asia-Pasifik, Timur Tengah, Afrika, Amerika Latin dan Kepulauan Karibia menjadi destinasi ekspor produk bermerek Toyota.

Penghargaan Bank Indonesia

Atas kinerja tersebut, TMMIN menerima penghargaan dari Bank Indonesia untuk kategori Pengelola Utang Luar Negeri Terbaik.

TMMIN meraih penghargaan tersebut atas keberhasilan menjaga konsistensinya menjadi investor sekaligus pengekspor produk otomotif di Indonesia.

TMMIN juga dinilai senantiasa mematuhi pelaksanaan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan keuangan didukung dengan penerapan secara konsisten lindung nilai terhadap pinjaman luar negeri yang diperoleh, sehingga tidak mengganggu stabilitas devisa.

Warih mengatakan, Toyota selalu berpegang teguh pada prinsip kepatuhan dalam memenuhi regulasi yang berlaku.

Baca Juga:  Asita Riau Dukung Kepemimpinan Artha Hanif

Itu diwujudkan salah satunya melalui konsistensi memberikan data dan informasi secara lengkap dan tepat waktu untuk mendukung pelaksanaan survey dan kegiatan Liaison Bank Indonesia guna penyusunan statistik Bank Indonesia. (mg8/jpnn)
Sumber: Jpnn.com
Editor: Erizal

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari