Sabtu, 5 April 2025
spot_img

70 BUMN Ditutup, Ini Alasannya

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Menteri BUMN Erick Thohir mengaku telah menutup 70 perusahaan pelat merah. Alasannya, BUMN-BUMN tersebut sudah tidak beroperasi sejak lama.

"Kami sudah tutup 70 BUMN," kata Erick dalam Orasi Ilmiah di Universitas Brawijaya, Malang, pada Sabtu (27/11/2021).

Menurut Erick, 70 BUMN yang ditutup tidak beroperasi sejak 2008 silam, sehingga sudah tidak bisa berkompetisi dengan perusahaan lainnya.

"Kalau sudah ada BUMN tidak beroperasi dari 2008 harus ditutup, karena itu realitas, tidak terjadi pemborosan kalau BUMN bisa berkompetisi," ujarnya.

Ke depan, ia mengungkapkan akan menutup BUMN yang tidak beroperasi. Walaupun begitu, ia memastikan tidak akan ada pengurangan jumlah tenaga kerja akibat keputusan ini.

Baca Juga:  APRIL 2030: Transformasi dan Komitmen Berkelanjutan

Lebih lanjut ia menuturkan, efisiensi akan terus ditekankan ke masing-masing perusahaan pelat merah. Salah satunya, industri perbankan yang menutup kantor cabang, tetapi tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak.

September lalu, Erick berencana untuk menutup 7 BUMN yang sudah tidak beroperasi. Perusahaan tersebut berasal dari beragam industri mulai dari penerbangan hingga konstruksi.

"Sekarang yang perlu ditutup tujuh BUMN yang sudah lama tidak beroperasi. Zalim kalau jadi pemimpin tidak memberikan kepastian," terang Erick.

BUMN yang dibubarkan tersebut antara lain PT Merpati Nusantara Airlines (Persero), PT Industri Gelas (Persero), PT Istaka Karya (Persero), PT Kertas Kraft Aceh (Persero), PT Industri Sandang Nusantara (Persero), PT PANN (Persero), dan PT Kertas Leces (Persero).

Baca Juga:  Labersa Hotel Hadirkan Promo No Baper on November

Presiden Joko Widodo (Jokowi)juga kembali menginstruksikan Erick untuk menutup kembali perusahaan yang sakit. Dia menilai BUMN harus mampu merespons kemajuan zaman dalam perkembangan bisnisnya.

"Kalau Pak Menteri BUMN 'Pak ini ada seperti ini perusahaan kondisinya, BUMN', kalau saya langsung, tutup saja," ujar Jokowi, Kamis (14/10) bulan lalu.

Sumber: JPNN/News/CNN/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Menteri BUMN Erick Thohir mengaku telah menutup 70 perusahaan pelat merah. Alasannya, BUMN-BUMN tersebut sudah tidak beroperasi sejak lama.

"Kami sudah tutup 70 BUMN," kata Erick dalam Orasi Ilmiah di Universitas Brawijaya, Malang, pada Sabtu (27/11/2021).

Menurut Erick, 70 BUMN yang ditutup tidak beroperasi sejak 2008 silam, sehingga sudah tidak bisa berkompetisi dengan perusahaan lainnya.

"Kalau sudah ada BUMN tidak beroperasi dari 2008 harus ditutup, karena itu realitas, tidak terjadi pemborosan kalau BUMN bisa berkompetisi," ujarnya.

Ke depan, ia mengungkapkan akan menutup BUMN yang tidak beroperasi. Walaupun begitu, ia memastikan tidak akan ada pengurangan jumlah tenaga kerja akibat keputusan ini.

Baca Juga:  PLN Tambah Daya Listrik Industri Nikel di Kalimantan Timur

Lebih lanjut ia menuturkan, efisiensi akan terus ditekankan ke masing-masing perusahaan pelat merah. Salah satunya, industri perbankan yang menutup kantor cabang, tetapi tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak.

September lalu, Erick berencana untuk menutup 7 BUMN yang sudah tidak beroperasi. Perusahaan tersebut berasal dari beragam industri mulai dari penerbangan hingga konstruksi.

"Sekarang yang perlu ditutup tujuh BUMN yang sudah lama tidak beroperasi. Zalim kalau jadi pemimpin tidak memberikan kepastian," terang Erick.

BUMN yang dibubarkan tersebut antara lain PT Merpati Nusantara Airlines (Persero), PT Industri Gelas (Persero), PT Istaka Karya (Persero), PT Kertas Kraft Aceh (Persero), PT Industri Sandang Nusantara (Persero), PT PANN (Persero), dan PT Kertas Leces (Persero).

Baca Juga:  Bank BJB Raih Penghargaan Prestisius

Presiden Joko Widodo (Jokowi)juga kembali menginstruksikan Erick untuk menutup kembali perusahaan yang sakit. Dia menilai BUMN harus mampu merespons kemajuan zaman dalam perkembangan bisnisnya.

"Kalau Pak Menteri BUMN 'Pak ini ada seperti ini perusahaan kondisinya, BUMN', kalau saya langsung, tutup saja," ujar Jokowi, Kamis (14/10) bulan lalu.

Sumber: JPNN/News/CNN/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

70 BUMN Ditutup, Ini Alasannya

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Menteri BUMN Erick Thohir mengaku telah menutup 70 perusahaan pelat merah. Alasannya, BUMN-BUMN tersebut sudah tidak beroperasi sejak lama.

"Kami sudah tutup 70 BUMN," kata Erick dalam Orasi Ilmiah di Universitas Brawijaya, Malang, pada Sabtu (27/11/2021).

Menurut Erick, 70 BUMN yang ditutup tidak beroperasi sejak 2008 silam, sehingga sudah tidak bisa berkompetisi dengan perusahaan lainnya.

"Kalau sudah ada BUMN tidak beroperasi dari 2008 harus ditutup, karena itu realitas, tidak terjadi pemborosan kalau BUMN bisa berkompetisi," ujarnya.

Ke depan, ia mengungkapkan akan menutup BUMN yang tidak beroperasi. Walaupun begitu, ia memastikan tidak akan ada pengurangan jumlah tenaga kerja akibat keputusan ini.

Baca Juga:  Labersa Hotel Hadirkan Promo No Baper on November

Lebih lanjut ia menuturkan, efisiensi akan terus ditekankan ke masing-masing perusahaan pelat merah. Salah satunya, industri perbankan yang menutup kantor cabang, tetapi tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak.

September lalu, Erick berencana untuk menutup 7 BUMN yang sudah tidak beroperasi. Perusahaan tersebut berasal dari beragam industri mulai dari penerbangan hingga konstruksi.

"Sekarang yang perlu ditutup tujuh BUMN yang sudah lama tidak beroperasi. Zalim kalau jadi pemimpin tidak memberikan kepastian," terang Erick.

BUMN yang dibubarkan tersebut antara lain PT Merpati Nusantara Airlines (Persero), PT Industri Gelas (Persero), PT Istaka Karya (Persero), PT Kertas Kraft Aceh (Persero), PT Industri Sandang Nusantara (Persero), PT PANN (Persero), dan PT Kertas Leces (Persero).

Baca Juga:  APRIL 2030: Transformasi dan Komitmen Berkelanjutan

Presiden Joko Widodo (Jokowi)juga kembali menginstruksikan Erick untuk menutup kembali perusahaan yang sakit. Dia menilai BUMN harus mampu merespons kemajuan zaman dalam perkembangan bisnisnya.

"Kalau Pak Menteri BUMN 'Pak ini ada seperti ini perusahaan kondisinya, BUMN', kalau saya langsung, tutup saja," ujar Jokowi, Kamis (14/10) bulan lalu.

Sumber: JPNN/News/CNN/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Menteri BUMN Erick Thohir mengaku telah menutup 70 perusahaan pelat merah. Alasannya, BUMN-BUMN tersebut sudah tidak beroperasi sejak lama.

"Kami sudah tutup 70 BUMN," kata Erick dalam Orasi Ilmiah di Universitas Brawijaya, Malang, pada Sabtu (27/11/2021).

Menurut Erick, 70 BUMN yang ditutup tidak beroperasi sejak 2008 silam, sehingga sudah tidak bisa berkompetisi dengan perusahaan lainnya.

"Kalau sudah ada BUMN tidak beroperasi dari 2008 harus ditutup, karena itu realitas, tidak terjadi pemborosan kalau BUMN bisa berkompetisi," ujarnya.

Ke depan, ia mengungkapkan akan menutup BUMN yang tidak beroperasi. Walaupun begitu, ia memastikan tidak akan ada pengurangan jumlah tenaga kerja akibat keputusan ini.

Baca Juga:  Pelayanan Vaksinasi Covid-19 Bagi UMKM dan Masyarakat Umum

Lebih lanjut ia menuturkan, efisiensi akan terus ditekankan ke masing-masing perusahaan pelat merah. Salah satunya, industri perbankan yang menutup kantor cabang, tetapi tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak.

September lalu, Erick berencana untuk menutup 7 BUMN yang sudah tidak beroperasi. Perusahaan tersebut berasal dari beragam industri mulai dari penerbangan hingga konstruksi.

"Sekarang yang perlu ditutup tujuh BUMN yang sudah lama tidak beroperasi. Zalim kalau jadi pemimpin tidak memberikan kepastian," terang Erick.

BUMN yang dibubarkan tersebut antara lain PT Merpati Nusantara Airlines (Persero), PT Industri Gelas (Persero), PT Istaka Karya (Persero), PT Kertas Kraft Aceh (Persero), PT Industri Sandang Nusantara (Persero), PT PANN (Persero), dan PT Kertas Leces (Persero).

Baca Juga:  Selama Liburan Natal dan Tahun Baru Trafik Data XL Axiata Naik

Presiden Joko Widodo (Jokowi)juga kembali menginstruksikan Erick untuk menutup kembali perusahaan yang sakit. Dia menilai BUMN harus mampu merespons kemajuan zaman dalam perkembangan bisnisnya.

"Kalau Pak Menteri BUMN 'Pak ini ada seperti ini perusahaan kondisinya, BUMN', kalau saya langsung, tutup saja," ujar Jokowi, Kamis (14/10) bulan lalu.

Sumber: JPNN/News/CNN/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari