Sabtu, 24 Januari 2026
- Advertisement -
spot_img

Swasta Tidak Tertarik Proyek Tol, Ini Kata Kadin

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Keterlibatan swasta di dalam proyek infrastruktur jalan tol masih sangat minim. Sejumlah tantangan besar harus dihadapi pengusaha tol menggarap proyek tol, termasuk kebutuhan dana yang sangat besar.

Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) bidang Konstruksi dan Infrastruktur Erwin Aksa mengatakan selain kebutuhan dana, masalah pembebasan lahan menjadi hambatan swasta masuk proyek tol. Lahan adalah prasyarat utama proyek tol.

"Pertama adalah pembebasan lahan, swasta harus dihadapkan pada ini. Kedua adalah dana yang besar, terutama untuk proyel tol yang dibangun secara simultan, tidak terpotong-potong," kata Erwin, Selasa (29/10).

Hambatan lain adalah proyeksi lalu lintas harian rata-rata (LHR) yang selalu meleset. Jika LHR lebih kecil, hal ini menjadi risiko pengusaha jalan tol dan tidak mendapat ganti rugi dari pemerintah.

Baca Juga:  PT Altrak 1978 Pamerkan Alat Berat Unggulan di SIEXPO 2025 Pekanbaru

"Pemerintah selama ini tidak menjamin LHR meleset dan itu resiko yang dihadapi pengusaha. Sebenarnya jika ada jaminan banyak pengusaha ingin garap tol, saat ini kan hanya yang capital-nya besar saja," kata Erwin.

Hal sebaliknya diungkap Kepala Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR Danang Parikesit. Menurut Danang Keterlibatan swasta di infrastruktur jalan tol terus meningkat, termasuk dari level menengah.

Dengan target jalan tol yang dibangun pada tahun 2024 sepanjang 4.700 – 5.200 kilometer, sambung Danang, dibutuhkan lebih banyak ‘pemain baru’ di bidang ini. Tidak hanya BUMN atau swasta dengan jumlah modal besar

"Kita butuh pemain baru saat ini. Sudah ada pemain baru yang masuk, tapi dalam level konsorsium, antara 5 sampai dengan 10 persen, tapi kita sudah senang makin banyak di infrastruktur tol swasta terlibat," kata Danang.
Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal

Baca Juga:  Diikuti Ribuan Peserta, Gowes Merdeka Jadi Iven Tahunan yang Selalu Ditunggu

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Keterlibatan swasta di dalam proyek infrastruktur jalan tol masih sangat minim. Sejumlah tantangan besar harus dihadapi pengusaha tol menggarap proyek tol, termasuk kebutuhan dana yang sangat besar.

Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) bidang Konstruksi dan Infrastruktur Erwin Aksa mengatakan selain kebutuhan dana, masalah pembebasan lahan menjadi hambatan swasta masuk proyek tol. Lahan adalah prasyarat utama proyek tol.

"Pertama adalah pembebasan lahan, swasta harus dihadapkan pada ini. Kedua adalah dana yang besar, terutama untuk proyel tol yang dibangun secara simultan, tidak terpotong-potong," kata Erwin, Selasa (29/10).

Hambatan lain adalah proyeksi lalu lintas harian rata-rata (LHR) yang selalu meleset. Jika LHR lebih kecil, hal ini menjadi risiko pengusaha jalan tol dan tidak mendapat ganti rugi dari pemerintah.

Baca Juga:  Menkeu Ungkap Diskon Pajak Buat Pengusaha Lewat Omnibus Law

"Pemerintah selama ini tidak menjamin LHR meleset dan itu resiko yang dihadapi pengusaha. Sebenarnya jika ada jaminan banyak pengusaha ingin garap tol, saat ini kan hanya yang capital-nya besar saja," kata Erwin.

- Advertisement -

Hal sebaliknya diungkap Kepala Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR Danang Parikesit. Menurut Danang Keterlibatan swasta di infrastruktur jalan tol terus meningkat, termasuk dari level menengah.

Dengan target jalan tol yang dibangun pada tahun 2024 sepanjang 4.700 – 5.200 kilometer, sambung Danang, dibutuhkan lebih banyak ‘pemain baru’ di bidang ini. Tidak hanya BUMN atau swasta dengan jumlah modal besar

- Advertisement -

"Kita butuh pemain baru saat ini. Sudah ada pemain baru yang masuk, tapi dalam level konsorsium, antara 5 sampai dengan 10 persen, tapi kita sudah senang makin banyak di infrastruktur tol swasta terlibat," kata Danang.
Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal

Baca Juga:  Tarif Ojol Naik, Begini Tanggapan Asosiasi
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Keterlibatan swasta di dalam proyek infrastruktur jalan tol masih sangat minim. Sejumlah tantangan besar harus dihadapi pengusaha tol menggarap proyek tol, termasuk kebutuhan dana yang sangat besar.

Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) bidang Konstruksi dan Infrastruktur Erwin Aksa mengatakan selain kebutuhan dana, masalah pembebasan lahan menjadi hambatan swasta masuk proyek tol. Lahan adalah prasyarat utama proyek tol.

"Pertama adalah pembebasan lahan, swasta harus dihadapkan pada ini. Kedua adalah dana yang besar, terutama untuk proyel tol yang dibangun secara simultan, tidak terpotong-potong," kata Erwin, Selasa (29/10).

Hambatan lain adalah proyeksi lalu lintas harian rata-rata (LHR) yang selalu meleset. Jika LHR lebih kecil, hal ini menjadi risiko pengusaha jalan tol dan tidak mendapat ganti rugi dari pemerintah.

Baca Juga:  Ini Alasan Mitsubishi L-300 Jadi Andalan Bagi Pengusaha Kecil

"Pemerintah selama ini tidak menjamin LHR meleset dan itu resiko yang dihadapi pengusaha. Sebenarnya jika ada jaminan banyak pengusaha ingin garap tol, saat ini kan hanya yang capital-nya besar saja," kata Erwin.

Hal sebaliknya diungkap Kepala Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR Danang Parikesit. Menurut Danang Keterlibatan swasta di infrastruktur jalan tol terus meningkat, termasuk dari level menengah.

Dengan target jalan tol yang dibangun pada tahun 2024 sepanjang 4.700 – 5.200 kilometer, sambung Danang, dibutuhkan lebih banyak ‘pemain baru’ di bidang ini. Tidak hanya BUMN atau swasta dengan jumlah modal besar

"Kita butuh pemain baru saat ini. Sudah ada pemain baru yang masuk, tapi dalam level konsorsium, antara 5 sampai dengan 10 persen, tapi kita sudah senang makin banyak di infrastruktur tol swasta terlibat," kata Danang.
Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal

Baca Juga:  Diikuti Ribuan Peserta, Gowes Merdeka Jadi Iven Tahunan yang Selalu Ditunggu

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari