Jumat, 24 April 2026
- Advertisement -

Konstruksi PLTA Asahan 3 Capai 55,44 Persen

(RIAUPOS.CO) – PT PLN (Persero) terus meng­­­genjot beroperasinya pembang­kit berbasis energi baru terbarukan (EBT) untuk meningkatkan bauran energi dan mencapai target net zero emission pada tahun 2060. Salah satunya melalui proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Asahan 3, berkapasitas 2 x 87 megawatt (MW) yang berada Kabupaten Asahan dan Kabupaten Toba, Sumatera Utara.

Direktur Mega Proyek dan EBT Wiluyo Kusdwiharto men­jelaskan, saat ini progres pembangunan PLTA Asahan 3 sudah mencapai 55,44 persen. Salah satu capaian terpenting dalam konstruksi pembangkit ini adalah selesainya pengeboran terowongan jalur air atau lebih dikenal dengan headrace tunnel.“Saya sangat bersyukur dalam kesempatan kali ini dapat menghadiri seremonial target milestone yang sangat dinantikan yaitu breakthrough headrace tunnel dengan total panjang 7,75 kilometer (km) yang merupakan critical path pada proyek ini,” ujar Wiluyo, Sabtu (28/5).

Baca Juga:  Erupsi Merapi, Bandara Adi Sutjipto dan Adi Soemarmo Beroperasi Normal

Dengan adanya progres yang cukup signifikan ini, Wiluyo berharap pembangkit ini sudah bisa beroperasi pada Maret 2024 sehingga dapat meningkatkan keandalan pada sistem kelistrikan Sumatera Bagian Utara.

Wiluyo menambahkan, dengan beroperasinya PLTA Asahan 3 ini akan menurunkan Biaya Pokok Penyediaan (BPP) tenaga listrik di sistem Sumaera, sehingga diproyeksikan terdapat potensi penghematan dalam kurun waktu beroperasinya PLTA Asahan 3 tersebut.“Selain itu, dengan beroperasinya PLTA Asahan 3 yang memanfaatkan pasokan air dari Danau Toba berpotensi memberikan kenaikan kontribusi energy mix dari EBT sekitar 1,5 persen,” ujar Wiluyo.

PLTA Asahan 3 mendapatkan penghargaan dari organisasi konsultan internasional FIDIC sebagai highly commended project of the year 2021. PLTA Asahan 3 ini telah menggunakan aplikasi building information modelling yang diharapkan memberikan manfaat yang sangat signifikan bagi manajemen aset pengelolaan PLTA Asahan 3 nantinya.(adv/anf)

Baca Juga:  XL Axiata Hadirkan Paket Permudah Anak Muda Belajar dari Rumah

(RIAUPOS.CO) – PT PLN (Persero) terus meng­­­genjot beroperasinya pembang­kit berbasis energi baru terbarukan (EBT) untuk meningkatkan bauran energi dan mencapai target net zero emission pada tahun 2060. Salah satunya melalui proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Asahan 3, berkapasitas 2 x 87 megawatt (MW) yang berada Kabupaten Asahan dan Kabupaten Toba, Sumatera Utara.

Direktur Mega Proyek dan EBT Wiluyo Kusdwiharto men­jelaskan, saat ini progres pembangunan PLTA Asahan 3 sudah mencapai 55,44 persen. Salah satu capaian terpenting dalam konstruksi pembangkit ini adalah selesainya pengeboran terowongan jalur air atau lebih dikenal dengan headrace tunnel.“Saya sangat bersyukur dalam kesempatan kali ini dapat menghadiri seremonial target milestone yang sangat dinantikan yaitu breakthrough headrace tunnel dengan total panjang 7,75 kilometer (km) yang merupakan critical path pada proyek ini,” ujar Wiluyo, Sabtu (28/5).

Baca Juga:  Pemerintah Atur Tata Niaga Impor Elektronik

Dengan adanya progres yang cukup signifikan ini, Wiluyo berharap pembangkit ini sudah bisa beroperasi pada Maret 2024 sehingga dapat meningkatkan keandalan pada sistem kelistrikan Sumatera Bagian Utara.

Wiluyo menambahkan, dengan beroperasinya PLTA Asahan 3 ini akan menurunkan Biaya Pokok Penyediaan (BPP) tenaga listrik di sistem Sumaera, sehingga diproyeksikan terdapat potensi penghematan dalam kurun waktu beroperasinya PLTA Asahan 3 tersebut.“Selain itu, dengan beroperasinya PLTA Asahan 3 yang memanfaatkan pasokan air dari Danau Toba berpotensi memberikan kenaikan kontribusi energy mix dari EBT sekitar 1,5 persen,” ujar Wiluyo.

PLTA Asahan 3 mendapatkan penghargaan dari organisasi konsultan internasional FIDIC sebagai highly commended project of the year 2021. PLTA Asahan 3 ini telah menggunakan aplikasi building information modelling yang diharapkan memberikan manfaat yang sangat signifikan bagi manajemen aset pengelolaan PLTA Asahan 3 nantinya.(adv/anf)

Baca Juga:  Maknai Hari Kemerdekaan, Telkomsel Terus Bergerak Maju Bersama Indonesia
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

(RIAUPOS.CO) – PT PLN (Persero) terus meng­­­genjot beroperasinya pembang­kit berbasis energi baru terbarukan (EBT) untuk meningkatkan bauran energi dan mencapai target net zero emission pada tahun 2060. Salah satunya melalui proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Asahan 3, berkapasitas 2 x 87 megawatt (MW) yang berada Kabupaten Asahan dan Kabupaten Toba, Sumatera Utara.

Direktur Mega Proyek dan EBT Wiluyo Kusdwiharto men­jelaskan, saat ini progres pembangunan PLTA Asahan 3 sudah mencapai 55,44 persen. Salah satu capaian terpenting dalam konstruksi pembangkit ini adalah selesainya pengeboran terowongan jalur air atau lebih dikenal dengan headrace tunnel.“Saya sangat bersyukur dalam kesempatan kali ini dapat menghadiri seremonial target milestone yang sangat dinantikan yaitu breakthrough headrace tunnel dengan total panjang 7,75 kilometer (km) yang merupakan critical path pada proyek ini,” ujar Wiluyo, Sabtu (28/5).

Baca Juga:  KPK Edukasi dan Sosialisasi soal Pemberantasan Korupsi di Menara Bank BJB

Dengan adanya progres yang cukup signifikan ini, Wiluyo berharap pembangkit ini sudah bisa beroperasi pada Maret 2024 sehingga dapat meningkatkan keandalan pada sistem kelistrikan Sumatera Bagian Utara.

Wiluyo menambahkan, dengan beroperasinya PLTA Asahan 3 ini akan menurunkan Biaya Pokok Penyediaan (BPP) tenaga listrik di sistem Sumaera, sehingga diproyeksikan terdapat potensi penghematan dalam kurun waktu beroperasinya PLTA Asahan 3 tersebut.“Selain itu, dengan beroperasinya PLTA Asahan 3 yang memanfaatkan pasokan air dari Danau Toba berpotensi memberikan kenaikan kontribusi energy mix dari EBT sekitar 1,5 persen,” ujar Wiluyo.

PLTA Asahan 3 mendapatkan penghargaan dari organisasi konsultan internasional FIDIC sebagai highly commended project of the year 2021. PLTA Asahan 3 ini telah menggunakan aplikasi building information modelling yang diharapkan memberikan manfaat yang sangat signifikan bagi manajemen aset pengelolaan PLTA Asahan 3 nantinya.(adv/anf)

Baca Juga:  XL Axiata Hadirkan Paket Permudah Anak Muda Belajar dari Rumah

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari