Rabu, 27 Mei 2026
- Advertisement -

Tanggulangi Angka Stunting, RAPP-APR Luncurkan Pos Pemantauan Gizi 

PELALAWAN (RIAUPOS.CO) – Guna mendukung program pemerintah dalam penanggulangan stunting, di masyarakat di Pangkalan Kerinci, PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) dan Asia Pasific Rayon (APR) meluncurkan Pos Pemantauan Gizi.

Kegiatan ini dilakukan pada Rabu (27/8/2020) yang melibatkan para kader dan tenaga kesehatan di Puskesmas.

"Kami luncurkan kegiatan Pos Pemantauan Gizi yang terintegrasi dengan program Posyandu, bekerja sama dengan para kader, tenaga kesehatan di Puskesmas," ujar Head Community Development (CD) RAPP, Binahidra Logiardi,  Rabu (26/8/2020), di Pangkalan Kerinci.

Kegiatan Pos Pemantauan Gizi ini dimulai dari pendataan sasaran melalui pengukuran di Posyandu oleh kader dan petugas kesehatan, terutama data antropemtri (tinggi dan berat anak) dan status gizi. 

Balita dengan berat badan di bawah berat normal maka akan dirujuk ke Pos Pemantauan Gizi untuk mendapatkan konseling dan penyuluhan pemahaman gizi oleh ahli gizi puskesmas.

Baca Juga:  Kata Erick Thohir Krakatau Steel Akan Bangkrut, Ini Faktanya

"Jika ditemukan balita dengan penyakit penyerta, maka akan dilakukan perawatan pemulihan, baru diikutsertakan dalam Pos Pemantauan," kata Binahidra.

Binahidra menambahkan, kegiatan konseling dan penyuluhan di Pos Pemantauan Gizi diawali dengan melakukan tes awal tertulis tentang pengetahuan gizi bagi ibu dari balita gizi kurang. 

Kemudian dilanjutkan dengan penyuluhan gizi anak dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) sebagai sumber makanan bukan sebagai pengganti makanan utama serta cara memasaknya. Kegiatan ini diakhiri dengan tes evaluasi untuk mengukur tingkat pemahaman peserta.

Sebagai mitra pemerintah, dijelaskan Binahidra, RAPP dan APR memberikan bantuan PMT berbasis makanan lokal bagi balita usia 6-59 bulan dan PMT pabrikan berupa biskuit dan susu formula bagi anak usia 12-32 bulan. 

"Di samping itu, kami juga mengadakan pelatihan peningkatan kapasitas kader dan sarana posyandu di 32 posyandu binaan perusahaan," jelasnya.

Baca Juga:  Perawatan di Bengkel Resmi Cara Ampuh Deteksi Kerusakan pada Kendaraan

Sekretaris Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kelurahan Pangkalan Kerinci Timur, Ida, mengatakan, dengan adanya kelas ini pihaknya mengajak ibu-ibu untuk lebih memperhatikan asupan gizi yang dikonsumsi oleh keluarga, khususnya ibu hamil, bayi, dan balita.

"Stunting ini terjadi diakibatkan pemilihan asupan pola makan yang kurang bergizi. Kami menyarankan agar ibu hamil mengkonsumsi asupan yang bergizi, sehingga bisa mencukupi asupan gizi bayi sejak dalam kandungan," jelasnya

Salah satu warga peserta pelatihan, Julia (37) mengungkapkan, pelatihan yang diberikan dapat menambah pengetahuannya dalam peningkatan asupan gizi anak.

"Ini baru pertama kali saya ikuti, banyak ilmu yang saya dapat terutama cara memilih bahan dan membuat makanan yang bergizi. Bagi saya ini sangat penting untuk kesehatan anak saya," ujarnya mengakhiri.

Sumber: RAPP/APR
Editor: Hary B Koriun

PELALAWAN (RIAUPOS.CO) – Guna mendukung program pemerintah dalam penanggulangan stunting, di masyarakat di Pangkalan Kerinci, PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) dan Asia Pasific Rayon (APR) meluncurkan Pos Pemantauan Gizi.

Kegiatan ini dilakukan pada Rabu (27/8/2020) yang melibatkan para kader dan tenaga kesehatan di Puskesmas.

"Kami luncurkan kegiatan Pos Pemantauan Gizi yang terintegrasi dengan program Posyandu, bekerja sama dengan para kader, tenaga kesehatan di Puskesmas," ujar Head Community Development (CD) RAPP, Binahidra Logiardi,  Rabu (26/8/2020), di Pangkalan Kerinci.

Kegiatan Pos Pemantauan Gizi ini dimulai dari pendataan sasaran melalui pengukuran di Posyandu oleh kader dan petugas kesehatan, terutama data antropemtri (tinggi dan berat anak) dan status gizi. 

Balita dengan berat badan di bawah berat normal maka akan dirujuk ke Pos Pemantauan Gizi untuk mendapatkan konseling dan penyuluhan pemahaman gizi oleh ahli gizi puskesmas.

- Advertisement -
Baca Juga:  PTPN IV PalmCo Konsisten Dampingi Pemulihan Banjir Aceh Tamiang

"Jika ditemukan balita dengan penyakit penyerta, maka akan dilakukan perawatan pemulihan, baru diikutsertakan dalam Pos Pemantauan," kata Binahidra.

Binahidra menambahkan, kegiatan konseling dan penyuluhan di Pos Pemantauan Gizi diawali dengan melakukan tes awal tertulis tentang pengetahuan gizi bagi ibu dari balita gizi kurang. 

- Advertisement -

Kemudian dilanjutkan dengan penyuluhan gizi anak dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) sebagai sumber makanan bukan sebagai pengganti makanan utama serta cara memasaknya. Kegiatan ini diakhiri dengan tes evaluasi untuk mengukur tingkat pemahaman peserta.

Sebagai mitra pemerintah, dijelaskan Binahidra, RAPP dan APR memberikan bantuan PMT berbasis makanan lokal bagi balita usia 6-59 bulan dan PMT pabrikan berupa biskuit dan susu formula bagi anak usia 12-32 bulan. 

"Di samping itu, kami juga mengadakan pelatihan peningkatan kapasitas kader dan sarana posyandu di 32 posyandu binaan perusahaan," jelasnya.

Baca Juga:  Kata Erick Thohir Krakatau Steel Akan Bangkrut, Ini Faktanya

Sekretaris Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kelurahan Pangkalan Kerinci Timur, Ida, mengatakan, dengan adanya kelas ini pihaknya mengajak ibu-ibu untuk lebih memperhatikan asupan gizi yang dikonsumsi oleh keluarga, khususnya ibu hamil, bayi, dan balita.

"Stunting ini terjadi diakibatkan pemilihan asupan pola makan yang kurang bergizi. Kami menyarankan agar ibu hamil mengkonsumsi asupan yang bergizi, sehingga bisa mencukupi asupan gizi bayi sejak dalam kandungan," jelasnya

Salah satu warga peserta pelatihan, Julia (37) mengungkapkan, pelatihan yang diberikan dapat menambah pengetahuannya dalam peningkatan asupan gizi anak.

"Ini baru pertama kali saya ikuti, banyak ilmu yang saya dapat terutama cara memilih bahan dan membuat makanan yang bergizi. Bagi saya ini sangat penting untuk kesehatan anak saya," ujarnya mengakhiri.

Sumber: RAPP/APR
Editor: Hary B Koriun

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PELALAWAN (RIAUPOS.CO) – Guna mendukung program pemerintah dalam penanggulangan stunting, di masyarakat di Pangkalan Kerinci, PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) dan Asia Pasific Rayon (APR) meluncurkan Pos Pemantauan Gizi.

Kegiatan ini dilakukan pada Rabu (27/8/2020) yang melibatkan para kader dan tenaga kesehatan di Puskesmas.

"Kami luncurkan kegiatan Pos Pemantauan Gizi yang terintegrasi dengan program Posyandu, bekerja sama dengan para kader, tenaga kesehatan di Puskesmas," ujar Head Community Development (CD) RAPP, Binahidra Logiardi,  Rabu (26/8/2020), di Pangkalan Kerinci.

Kegiatan Pos Pemantauan Gizi ini dimulai dari pendataan sasaran melalui pengukuran di Posyandu oleh kader dan petugas kesehatan, terutama data antropemtri (tinggi dan berat anak) dan status gizi. 

Balita dengan berat badan di bawah berat normal maka akan dirujuk ke Pos Pemantauan Gizi untuk mendapatkan konseling dan penyuluhan pemahaman gizi oleh ahli gizi puskesmas.

Baca Juga:  Malaysia Tawarkan Pelayanan Kesehatan Kelas Dunia dengan Harga Terjangkau 

"Jika ditemukan balita dengan penyakit penyerta, maka akan dilakukan perawatan pemulihan, baru diikutsertakan dalam Pos Pemantauan," kata Binahidra.

Binahidra menambahkan, kegiatan konseling dan penyuluhan di Pos Pemantauan Gizi diawali dengan melakukan tes awal tertulis tentang pengetahuan gizi bagi ibu dari balita gizi kurang. 

Kemudian dilanjutkan dengan penyuluhan gizi anak dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) sebagai sumber makanan bukan sebagai pengganti makanan utama serta cara memasaknya. Kegiatan ini diakhiri dengan tes evaluasi untuk mengukur tingkat pemahaman peserta.

Sebagai mitra pemerintah, dijelaskan Binahidra, RAPP dan APR memberikan bantuan PMT berbasis makanan lokal bagi balita usia 6-59 bulan dan PMT pabrikan berupa biskuit dan susu formula bagi anak usia 12-32 bulan. 

"Di samping itu, kami juga mengadakan pelatihan peningkatan kapasitas kader dan sarana posyandu di 32 posyandu binaan perusahaan," jelasnya.

Baca Juga:  Harga Emas Antam Naik Lagi

Sekretaris Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kelurahan Pangkalan Kerinci Timur, Ida, mengatakan, dengan adanya kelas ini pihaknya mengajak ibu-ibu untuk lebih memperhatikan asupan gizi yang dikonsumsi oleh keluarga, khususnya ibu hamil, bayi, dan balita.

"Stunting ini terjadi diakibatkan pemilihan asupan pola makan yang kurang bergizi. Kami menyarankan agar ibu hamil mengkonsumsi asupan yang bergizi, sehingga bisa mencukupi asupan gizi bayi sejak dalam kandungan," jelasnya

Salah satu warga peserta pelatihan, Julia (37) mengungkapkan, pelatihan yang diberikan dapat menambah pengetahuannya dalam peningkatan asupan gizi anak.

"Ini baru pertama kali saya ikuti, banyak ilmu yang saya dapat terutama cara memilih bahan dan membuat makanan yang bergizi. Bagi saya ini sangat penting untuk kesehatan anak saya," ujarnya mengakhiri.

Sumber: RAPP/APR
Editor: Hary B Koriun

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari