Minggu, 6 April 2025
spot_img

Data Konsumen Suzuki Indonesia Diretas Hacker

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Kini giliran pabrikan otomotif merek Suzuki yang menjadi target serangan para hacker. Terkait hal ini PT Suzuki Indomobil Motor (SIM) dan PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) sebagai bagian dari Suzuki Global bertindak sigap mengutamakan keamanan dan kerahasiaan data konsumen.

Terkait keamanan dan kerahasiaan data konsumen tersebut, pada 15 Oktober 2021 lalu, sempat mendapatkan percobaan peretasan melalui akses illegal ke jaringan internal PT SIM/SIS.

Sebagai dampak dari hal tersebut, sebagian sistem produksi berhenti sehingga menyebabkan terhentinya produksi di sebagian pabrik mobil Suzuki selama 2 hari kerja. Namun, dapat kami pastikan saat ini kondisinya sudah pulih kembali.

Langkah ini memang wajar dilakukan. Jaringan internal perusahan segera di non aktifkan sementara agar dampak serangan hacker tidak sampai destruktif.

Baca Juga:  Paket Wedding FOX Hotel Pikat Pengunjung Living World

Incaran hacker bisa dikatakan terencana dan sangat profesional, karena mengincar penyimpanan informasi data pribadi konsumen. Konsumen yang membeli mobil sudah pasti dari kalangan menengah ke atas. Data pribadi konsumen akan bernilai lebih tinggi bila diperjual belikan.

Selain itu, karena telah terjadi juga percobaan akses ilegal ke server Suzuki yang menyimpan informasi konsumen, pihak Suzuki akan terus melanjutkan investigasi secara detail. Meski begitu, saat ini belum dapat dipastikan adanya kebocoran informasi konsumen.

Dalam keterangan resminya, Sabtu (23/10)Presiden Direktur PT SIM/SIS, Shingo Sezaki, menyatakan komitmennya untuk mengatasi hal tersebut.

"Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada konsumen serta pihak terkait lainnya karena hal ini berpotensi menyebabkan ketidaknyamanan dan kekhawatiran. Namun, kami telah dan akan terus memperkuat langkah-langkah terkait pengamanan data dan informasi konsumen di PT SIM/SIS," katanya.

Baca Juga:  Harga Emas Antam Tembus Rp1.013.000 per Gram

Sikap Suzuki yang terbuka terhadap serangan hacker ini patut diapresiasi. Selain ini menyangkut dengan produknya, juga kepercayaan konsumen terhadap data pribadi yang ada pada pihak Suzuki.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Kini giliran pabrikan otomotif merek Suzuki yang menjadi target serangan para hacker. Terkait hal ini PT Suzuki Indomobil Motor (SIM) dan PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) sebagai bagian dari Suzuki Global bertindak sigap mengutamakan keamanan dan kerahasiaan data konsumen.

Terkait keamanan dan kerahasiaan data konsumen tersebut, pada 15 Oktober 2021 lalu, sempat mendapatkan percobaan peretasan melalui akses illegal ke jaringan internal PT SIM/SIS.

Sebagai dampak dari hal tersebut, sebagian sistem produksi berhenti sehingga menyebabkan terhentinya produksi di sebagian pabrik mobil Suzuki selama 2 hari kerja. Namun, dapat kami pastikan saat ini kondisinya sudah pulih kembali.

Langkah ini memang wajar dilakukan. Jaringan internal perusahan segera di non aktifkan sementara agar dampak serangan hacker tidak sampai destruktif.

Baca Juga:  LG Resmi Pasarkan QNED Mini LED TV di Indonesia

Incaran hacker bisa dikatakan terencana dan sangat profesional, karena mengincar penyimpanan informasi data pribadi konsumen. Konsumen yang membeli mobil sudah pasti dari kalangan menengah ke atas. Data pribadi konsumen akan bernilai lebih tinggi bila diperjual belikan.

Selain itu, karena telah terjadi juga percobaan akses ilegal ke server Suzuki yang menyimpan informasi konsumen, pihak Suzuki akan terus melanjutkan investigasi secara detail. Meski begitu, saat ini belum dapat dipastikan adanya kebocoran informasi konsumen.

Dalam keterangan resminya, Sabtu (23/10)Presiden Direktur PT SIM/SIS, Shingo Sezaki, menyatakan komitmennya untuk mengatasi hal tersebut.

"Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada konsumen serta pihak terkait lainnya karena hal ini berpotensi menyebabkan ketidaknyamanan dan kekhawatiran. Namun, kami telah dan akan terus memperkuat langkah-langkah terkait pengamanan data dan informasi konsumen di PT SIM/SIS," katanya.

Baca Juga:  Harga Emas Antam Tembus Rp1.013.000 per Gram

Sikap Suzuki yang terbuka terhadap serangan hacker ini patut diapresiasi. Selain ini menyangkut dengan produknya, juga kepercayaan konsumen terhadap data pribadi yang ada pada pihak Suzuki.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Data Konsumen Suzuki Indonesia Diretas Hacker

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Kini giliran pabrikan otomotif merek Suzuki yang menjadi target serangan para hacker. Terkait hal ini PT Suzuki Indomobil Motor (SIM) dan PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) sebagai bagian dari Suzuki Global bertindak sigap mengutamakan keamanan dan kerahasiaan data konsumen.

Terkait keamanan dan kerahasiaan data konsumen tersebut, pada 15 Oktober 2021 lalu, sempat mendapatkan percobaan peretasan melalui akses illegal ke jaringan internal PT SIM/SIS.

Sebagai dampak dari hal tersebut, sebagian sistem produksi berhenti sehingga menyebabkan terhentinya produksi di sebagian pabrik mobil Suzuki selama 2 hari kerja. Namun, dapat kami pastikan saat ini kondisinya sudah pulih kembali.

Langkah ini memang wajar dilakukan. Jaringan internal perusahan segera di non aktifkan sementara agar dampak serangan hacker tidak sampai destruktif.

Baca Juga:  UMC Hadirkan Jimny 5 Doors dan Ertiga di IIMS 2024

Incaran hacker bisa dikatakan terencana dan sangat profesional, karena mengincar penyimpanan informasi data pribadi konsumen. Konsumen yang membeli mobil sudah pasti dari kalangan menengah ke atas. Data pribadi konsumen akan bernilai lebih tinggi bila diperjual belikan.

Selain itu, karena telah terjadi juga percobaan akses ilegal ke server Suzuki yang menyimpan informasi konsumen, pihak Suzuki akan terus melanjutkan investigasi secara detail. Meski begitu, saat ini belum dapat dipastikan adanya kebocoran informasi konsumen.

Dalam keterangan resminya, Sabtu (23/10)Presiden Direktur PT SIM/SIS, Shingo Sezaki, menyatakan komitmennya untuk mengatasi hal tersebut.

"Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada konsumen serta pihak terkait lainnya karena hal ini berpotensi menyebabkan ketidaknyamanan dan kekhawatiran. Namun, kami telah dan akan terus memperkuat langkah-langkah terkait pengamanan data dan informasi konsumen di PT SIM/SIS," katanya.

Baca Juga:  Wedding Expo Mall SKA 2021, Tampilkan Konsep Megah

Sikap Suzuki yang terbuka terhadap serangan hacker ini patut diapresiasi. Selain ini menyangkut dengan produknya, juga kepercayaan konsumen terhadap data pribadi yang ada pada pihak Suzuki.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Kini giliran pabrikan otomotif merek Suzuki yang menjadi target serangan para hacker. Terkait hal ini PT Suzuki Indomobil Motor (SIM) dan PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) sebagai bagian dari Suzuki Global bertindak sigap mengutamakan keamanan dan kerahasiaan data konsumen.

Terkait keamanan dan kerahasiaan data konsumen tersebut, pada 15 Oktober 2021 lalu, sempat mendapatkan percobaan peretasan melalui akses illegal ke jaringan internal PT SIM/SIS.

Sebagai dampak dari hal tersebut, sebagian sistem produksi berhenti sehingga menyebabkan terhentinya produksi di sebagian pabrik mobil Suzuki selama 2 hari kerja. Namun, dapat kami pastikan saat ini kondisinya sudah pulih kembali.

Langkah ini memang wajar dilakukan. Jaringan internal perusahan segera di non aktifkan sementara agar dampak serangan hacker tidak sampai destruktif.

Baca Juga:  AXIS dan ACT Bagikan Ribuan Masker di Medan dan Padang

Incaran hacker bisa dikatakan terencana dan sangat profesional, karena mengincar penyimpanan informasi data pribadi konsumen. Konsumen yang membeli mobil sudah pasti dari kalangan menengah ke atas. Data pribadi konsumen akan bernilai lebih tinggi bila diperjual belikan.

Selain itu, karena telah terjadi juga percobaan akses ilegal ke server Suzuki yang menyimpan informasi konsumen, pihak Suzuki akan terus melanjutkan investigasi secara detail. Meski begitu, saat ini belum dapat dipastikan adanya kebocoran informasi konsumen.

Dalam keterangan resminya, Sabtu (23/10)Presiden Direktur PT SIM/SIS, Shingo Sezaki, menyatakan komitmennya untuk mengatasi hal tersebut.

"Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada konsumen serta pihak terkait lainnya karena hal ini berpotensi menyebabkan ketidaknyamanan dan kekhawatiran. Namun, kami telah dan akan terus memperkuat langkah-langkah terkait pengamanan data dan informasi konsumen di PT SIM/SIS," katanya.

Baca Juga:  All New NMAX 155 Connected Uji Ketangguhan

Sikap Suzuki yang terbuka terhadap serangan hacker ini patut diapresiasi. Selain ini menyangkut dengan produknya, juga kepercayaan konsumen terhadap data pribadi yang ada pada pihak Suzuki.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari