Kamis, 16 April 2026
- Advertisement -

JP Morgan Ramalkan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tak Sampai 5 Persen

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Lembaga internasional JP Morgan memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2019 berada di posisi 4,9 persen. Penurunan proyeksi pertumbuhan ekonomi itu disebabkan belanja barang modal yang melambat. Dalam riset tersebut, JP Morgan menyebutkan, tekanan pada ekonomi Indonesia masih berlanjut pada 2020.

Tahun depan ekonomi Indonesia lagi-lagi diperkirakan hanya tumbuh 4,9 persen. Konsumsi masih akan tumbuh 3 persen pada 2020. Namun, kabar baiknya, JP Morgan masih melihat inflasi pada Desember 2019 di kisaran 2,7 persen (YoY).

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menanggapi santai prediksi JP Morgan. “Kalau prediksi, kan boleh-boleh saja,” ujarnya, Rabu (20/11).

Pemerintah, lanjut dia, tetap menjadikan data Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai acuan. Data BPS menunjukkan angka pertumbuhan di atas 5 persen.

Baca Juga:  Waspada, OJK Temukan 50 Aplikasi Pinjaman Online Ilegal, Ini Tips Agar Tak Tertipu

Namun, pandangan lain datang dari Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia yang memprediksi pertumbuhan ekonomi 2020 berada di kisaran 4,9 persen hingga 5,1 persen. Prediksi itu melebar jika dibandingkan dengan prediksi sebelumnya.

Sumber: Jawapos.com
Editor: E Sulaiman

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Lembaga internasional JP Morgan memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2019 berada di posisi 4,9 persen. Penurunan proyeksi pertumbuhan ekonomi itu disebabkan belanja barang modal yang melambat. Dalam riset tersebut, JP Morgan menyebutkan, tekanan pada ekonomi Indonesia masih berlanjut pada 2020.

Tahun depan ekonomi Indonesia lagi-lagi diperkirakan hanya tumbuh 4,9 persen. Konsumsi masih akan tumbuh 3 persen pada 2020. Namun, kabar baiknya, JP Morgan masih melihat inflasi pada Desember 2019 di kisaran 2,7 persen (YoY).

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menanggapi santai prediksi JP Morgan. “Kalau prediksi, kan boleh-boleh saja,” ujarnya, Rabu (20/11).

Pemerintah, lanjut dia, tetap menjadikan data Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai acuan. Data BPS menunjukkan angka pertumbuhan di atas 5 persen.

Baca Juga:  PLN Hitung Pemakaian Listrik Rata-Rata Tiga Bulan Terakhir

Namun, pandangan lain datang dari Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia yang memprediksi pertumbuhan ekonomi 2020 berada di kisaran 4,9 persen hingga 5,1 persen. Prediksi itu melebar jika dibandingkan dengan prediksi sebelumnya.

- Advertisement -

Sumber: Jawapos.com
Editor: E Sulaiman

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Lembaga internasional JP Morgan memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2019 berada di posisi 4,9 persen. Penurunan proyeksi pertumbuhan ekonomi itu disebabkan belanja barang modal yang melambat. Dalam riset tersebut, JP Morgan menyebutkan, tekanan pada ekonomi Indonesia masih berlanjut pada 2020.

Tahun depan ekonomi Indonesia lagi-lagi diperkirakan hanya tumbuh 4,9 persen. Konsumsi masih akan tumbuh 3 persen pada 2020. Namun, kabar baiknya, JP Morgan masih melihat inflasi pada Desember 2019 di kisaran 2,7 persen (YoY).

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menanggapi santai prediksi JP Morgan. “Kalau prediksi, kan boleh-boleh saja,” ujarnya, Rabu (20/11).

Pemerintah, lanjut dia, tetap menjadikan data Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai acuan. Data BPS menunjukkan angka pertumbuhan di atas 5 persen.

Baca Juga:  Sosialisasikan Wacana Zero ODOL

Namun, pandangan lain datang dari Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia yang memprediksi pertumbuhan ekonomi 2020 berada di kisaran 4,9 persen hingga 5,1 persen. Prediksi itu melebar jika dibandingkan dengan prediksi sebelumnya.

Sumber: Jawapos.com
Editor: E Sulaiman

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari