Minggu, 6 April 2025
spot_img

Ratusan Ton Ikan di Danau Maninjau Mati Mendadak

PADANG (RIAUPOS.CO) – Sekitar 200 ton ikan jenis nila dan mas di Danau Maninjau, Kecamatan Tanjungraya, Sumatra Barat (Sumbar), mati mendadak akibat angin kencang dan curah hujan tinggi yang melanda daerah itu sejak Senin (6/12/2021) lalu.

Penyuluh Perikanan Kecamatan Tanjungraya, Asrul Deni Putra, mengatakan,  kematian ikan itu tersebar di dua nagari, yakni 50 ton di Nagari Tanjung Sani dan 150 ton di Nagari Koto Kaciak.

"Ini data sementara yang saya peroleh dari petani dan ikan itu berasal dari ratusan petak keramba jaring apung milik 150 orang," ujar Asrul, sebagaimana dikutip kantor berita Antara, Ahad(12/12/2021).

Menurut Asrul, ratusan ton ikan itu mati akibat pembalikan air di dasar danau vulkanik itu. Pembalikan ini terjadi karena angin kencang dan curah hujan tinggi.

Baca Juga:  Web Agung Toyota Di-Relaunching, Isinya Lebih Keren

Akibat pembalikan air itu, sisa pakan di dasar danau yang mengandung amoniak terangkat ke atas dan membuat ikan keracunan. Setelah itu, ikan di dalam keramba jaring apung mengalami pusing dan akhirnya mati.

"Beberapa jam, bangkai ikan mengapung ke permukaan danau," katanya.

Asrul mengatakan, curah hujan saat ini masih tinggi. Ia pun mengimbau para petani untuk segera memanen ikan dan memindahkannya ke kolam air tenang.

Sebelumnya, Dinas Perikanan dan Ketahanan Panganm Kabupaten Agam juga sudah mengimbau agar petani menunda menebar bibit ikan dari September hingga Januari.

Menurut mereka, curah hujan disertai angin kencang berpotensi melanda daerah itu, sehingga oksigen bakal berkurang dan ikan akan mati.

Baca Juga:  Iuran Naik, BPJS Kesehatan Belum Mampu Tutupi Defisit

Kejadian seperti ini nyaris setiap tahun terjadi, terutama di akhir tahun di saat musim hujan bercurah tinggi dan tiupan angin kencang.

Ikan dari Danau Maninjau ini merupakan salah satu pemasuk kebutuhan ikan di beberapa daerah. Selain di Sumbar, ikan-ikan tersebut juga dikirim ke Pekanbaru (Riau) dan Jambi.

Sumber: JPG/CNN/Antara/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

 

PADANG (RIAUPOS.CO) – Sekitar 200 ton ikan jenis nila dan mas di Danau Maninjau, Kecamatan Tanjungraya, Sumatra Barat (Sumbar), mati mendadak akibat angin kencang dan curah hujan tinggi yang melanda daerah itu sejak Senin (6/12/2021) lalu.

Penyuluh Perikanan Kecamatan Tanjungraya, Asrul Deni Putra, mengatakan,  kematian ikan itu tersebar di dua nagari, yakni 50 ton di Nagari Tanjung Sani dan 150 ton di Nagari Koto Kaciak.

"Ini data sementara yang saya peroleh dari petani dan ikan itu berasal dari ratusan petak keramba jaring apung milik 150 orang," ujar Asrul, sebagaimana dikutip kantor berita Antara, Ahad(12/12/2021).

Menurut Asrul, ratusan ton ikan itu mati akibat pembalikan air di dasar danau vulkanik itu. Pembalikan ini terjadi karena angin kencang dan curah hujan tinggi.

Baca Juga:  Perdagangan BEI 2024 Resmi Dibuka

Akibat pembalikan air itu, sisa pakan di dasar danau yang mengandung amoniak terangkat ke atas dan membuat ikan keracunan. Setelah itu, ikan di dalam keramba jaring apung mengalami pusing dan akhirnya mati.

"Beberapa jam, bangkai ikan mengapung ke permukaan danau," katanya.

Asrul mengatakan, curah hujan saat ini masih tinggi. Ia pun mengimbau para petani untuk segera memanen ikan dan memindahkannya ke kolam air tenang.

Sebelumnya, Dinas Perikanan dan Ketahanan Panganm Kabupaten Agam juga sudah mengimbau agar petani menunda menebar bibit ikan dari September hingga Januari.

Menurut mereka, curah hujan disertai angin kencang berpotensi melanda daerah itu, sehingga oksigen bakal berkurang dan ikan akan mati.

Baca Juga:  Keren, Xiaomi Bikin Gokart Pro Edition Bersama Lamborghini

Kejadian seperti ini nyaris setiap tahun terjadi, terutama di akhir tahun di saat musim hujan bercurah tinggi dan tiupan angin kencang.

Ikan dari Danau Maninjau ini merupakan salah satu pemasuk kebutuhan ikan di beberapa daerah. Selain di Sumbar, ikan-ikan tersebut juga dikirim ke Pekanbaru (Riau) dan Jambi.

Sumber: JPG/CNN/Antara/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Ratusan Ton Ikan di Danau Maninjau Mati Mendadak

PADANG (RIAUPOS.CO) – Sekitar 200 ton ikan jenis nila dan mas di Danau Maninjau, Kecamatan Tanjungraya, Sumatra Barat (Sumbar), mati mendadak akibat angin kencang dan curah hujan tinggi yang melanda daerah itu sejak Senin (6/12/2021) lalu.

Penyuluh Perikanan Kecamatan Tanjungraya, Asrul Deni Putra, mengatakan,  kematian ikan itu tersebar di dua nagari, yakni 50 ton di Nagari Tanjung Sani dan 150 ton di Nagari Koto Kaciak.

"Ini data sementara yang saya peroleh dari petani dan ikan itu berasal dari ratusan petak keramba jaring apung milik 150 orang," ujar Asrul, sebagaimana dikutip kantor berita Antara, Ahad(12/12/2021).

Menurut Asrul, ratusan ton ikan itu mati akibat pembalikan air di dasar danau vulkanik itu. Pembalikan ini terjadi karena angin kencang dan curah hujan tinggi.

Baca Juga:  Web Agung Toyota Di-Relaunching, Isinya Lebih Keren

Akibat pembalikan air itu, sisa pakan di dasar danau yang mengandung amoniak terangkat ke atas dan membuat ikan keracunan. Setelah itu, ikan di dalam keramba jaring apung mengalami pusing dan akhirnya mati.

"Beberapa jam, bangkai ikan mengapung ke permukaan danau," katanya.

Asrul mengatakan, curah hujan saat ini masih tinggi. Ia pun mengimbau para petani untuk segera memanen ikan dan memindahkannya ke kolam air tenang.

Sebelumnya, Dinas Perikanan dan Ketahanan Panganm Kabupaten Agam juga sudah mengimbau agar petani menunda menebar bibit ikan dari September hingga Januari.

Menurut mereka, curah hujan disertai angin kencang berpotensi melanda daerah itu, sehingga oksigen bakal berkurang dan ikan akan mati.

Baca Juga:  Honda N7X Camping Ground di Mal SKA, Suguhkan Hiburan bagi Pengunjung

Kejadian seperti ini nyaris setiap tahun terjadi, terutama di akhir tahun di saat musim hujan bercurah tinggi dan tiupan angin kencang.

Ikan dari Danau Maninjau ini merupakan salah satu pemasuk kebutuhan ikan di beberapa daerah. Selain di Sumbar, ikan-ikan tersebut juga dikirim ke Pekanbaru (Riau) dan Jambi.

Sumber: JPG/CNN/Antara/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

 

PADANG (RIAUPOS.CO) – Sekitar 200 ton ikan jenis nila dan mas di Danau Maninjau, Kecamatan Tanjungraya, Sumatra Barat (Sumbar), mati mendadak akibat angin kencang dan curah hujan tinggi yang melanda daerah itu sejak Senin (6/12/2021) lalu.

Penyuluh Perikanan Kecamatan Tanjungraya, Asrul Deni Putra, mengatakan,  kematian ikan itu tersebar di dua nagari, yakni 50 ton di Nagari Tanjung Sani dan 150 ton di Nagari Koto Kaciak.

"Ini data sementara yang saya peroleh dari petani dan ikan itu berasal dari ratusan petak keramba jaring apung milik 150 orang," ujar Asrul, sebagaimana dikutip kantor berita Antara, Ahad(12/12/2021).

Menurut Asrul, ratusan ton ikan itu mati akibat pembalikan air di dasar danau vulkanik itu. Pembalikan ini terjadi karena angin kencang dan curah hujan tinggi.

Baca Juga:  Iuran Naik, BPJS Kesehatan Belum Mampu Tutupi Defisit

Akibat pembalikan air itu, sisa pakan di dasar danau yang mengandung amoniak terangkat ke atas dan membuat ikan keracunan. Setelah itu, ikan di dalam keramba jaring apung mengalami pusing dan akhirnya mati.

"Beberapa jam, bangkai ikan mengapung ke permukaan danau," katanya.

Asrul mengatakan, curah hujan saat ini masih tinggi. Ia pun mengimbau para petani untuk segera memanen ikan dan memindahkannya ke kolam air tenang.

Sebelumnya, Dinas Perikanan dan Ketahanan Panganm Kabupaten Agam juga sudah mengimbau agar petani menunda menebar bibit ikan dari September hingga Januari.

Menurut mereka, curah hujan disertai angin kencang berpotensi melanda daerah itu, sehingga oksigen bakal berkurang dan ikan akan mati.

Baca Juga:  Deposito Wakaf Bantu Mahasiswa Tidak Mampu

Kejadian seperti ini nyaris setiap tahun terjadi, terutama di akhir tahun di saat musim hujan bercurah tinggi dan tiupan angin kencang.

Ikan dari Danau Maninjau ini merupakan salah satu pemasuk kebutuhan ikan di beberapa daerah. Selain di Sumbar, ikan-ikan tersebut juga dikirim ke Pekanbaru (Riau) dan Jambi.

Sumber: JPG/CNN/Antara/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari