Jumat, 23 Januari 2026
- Advertisement -
spot_img

Lima Fraksi Setuju Bentuk Pansus Jiwasraya

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — DPR berencana membuat panitia khusus (pansus) untuk menyelidiki kasus Jiwasraya. Ada lima dari sembilan fraksi di DPR setuju dibentuknya pansus tersebut.

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengungkapkan, lima partai yang setuju pembentukan pansus Jiwasraya itu adalah Nasdem, PKS, Demokrat, Gerindra, dan Golkar. "Sudah ada lima fraksi setuju dibentuknya pansus Jiwasraya," ujar Dasco kepada wartawan, Jumat (10/1).

Menurut dia, usai reses pada 13 Januari mendatang, pihaknya akan menggelar rapat di Badan Musyawarah (Bamus) DPR. "Nantinya akan mengakomodir usulan-usulan dari fraksi-fraksi sebelum dibawa ke rapat paripurna," kata wakil ketua umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) itu.

Mengenai PDIP yang menyebut pansus Jiwasraya tersebut akan banyak kepentingan politik, sehingga lebih baik dibentuk panitia kerja (panja), Dasco mempermasalahkannya. Hal itu hanya soal mekanisme saja.

Baca Juga:  Pemutakhiran Teknologi Harus Dilakukan dalam Revitalisasi Pabrik Gula

Yang terpenting adalah mencari solusi kasus Jiwasraya tersebut. "Bagaimana mengungkap persoalan yang membelit Jiwasraya kemudian uangnya lari ke mana, dan solusinya bagaimana," ungkapnya.

Diketahui, masalah Jiwasraya bermula ketika perusahaan pelat merah ini menunda pembayaran klaim produk asuransi saving plan sebesar Rp 802 miliar pada Oktober 2018.(jpg)

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — DPR berencana membuat panitia khusus (pansus) untuk menyelidiki kasus Jiwasraya. Ada lima dari sembilan fraksi di DPR setuju dibentuknya pansus tersebut.

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengungkapkan, lima partai yang setuju pembentukan pansus Jiwasraya itu adalah Nasdem, PKS, Demokrat, Gerindra, dan Golkar. "Sudah ada lima fraksi setuju dibentuknya pansus Jiwasraya," ujar Dasco kepada wartawan, Jumat (10/1).

Menurut dia, usai reses pada 13 Januari mendatang, pihaknya akan menggelar rapat di Badan Musyawarah (Bamus) DPR. "Nantinya akan mengakomodir usulan-usulan dari fraksi-fraksi sebelum dibawa ke rapat paripurna," kata wakil ketua umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) itu.

Mengenai PDIP yang menyebut pansus Jiwasraya tersebut akan banyak kepentingan politik, sehingga lebih baik dibentuk panitia kerja (panja), Dasco mempermasalahkannya. Hal itu hanya soal mekanisme saja.

Baca Juga:  Bank BJB Raih Penghargaan The Best Financial Performance Bank

Yang terpenting adalah mencari solusi kasus Jiwasraya tersebut. "Bagaimana mengungkap persoalan yang membelit Jiwasraya kemudian uangnya lari ke mana, dan solusinya bagaimana," ungkapnya.

- Advertisement -

Diketahui, masalah Jiwasraya bermula ketika perusahaan pelat merah ini menunda pembayaran klaim produk asuransi saving plan sebesar Rp 802 miliar pada Oktober 2018.(jpg)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — DPR berencana membuat panitia khusus (pansus) untuk menyelidiki kasus Jiwasraya. Ada lima dari sembilan fraksi di DPR setuju dibentuknya pansus tersebut.

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengungkapkan, lima partai yang setuju pembentukan pansus Jiwasraya itu adalah Nasdem, PKS, Demokrat, Gerindra, dan Golkar. "Sudah ada lima fraksi setuju dibentuknya pansus Jiwasraya," ujar Dasco kepada wartawan, Jumat (10/1).

Menurut dia, usai reses pada 13 Januari mendatang, pihaknya akan menggelar rapat di Badan Musyawarah (Bamus) DPR. "Nantinya akan mengakomodir usulan-usulan dari fraksi-fraksi sebelum dibawa ke rapat paripurna," kata wakil ketua umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) itu.

Mengenai PDIP yang menyebut pansus Jiwasraya tersebut akan banyak kepentingan politik, sehingga lebih baik dibentuk panitia kerja (panja), Dasco mempermasalahkannya. Hal itu hanya soal mekanisme saja.

Baca Juga:  Rivan A Purwantono Pimpin PT Jasa Raharja

Yang terpenting adalah mencari solusi kasus Jiwasraya tersebut. "Bagaimana mengungkap persoalan yang membelit Jiwasraya kemudian uangnya lari ke mana, dan solusinya bagaimana," ungkapnya.

Diketahui, masalah Jiwasraya bermula ketika perusahaan pelat merah ini menunda pembayaran klaim produk asuransi saving plan sebesar Rp 802 miliar pada Oktober 2018.(jpg)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari