Sabtu, 27 Juni 2026
- Advertisement -

Soal Warisan Utang, Begini Respon Partai Pendukung Jokowi

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Partai pendukung pemerintah, PDIP, tak mempersoalkan hitung-hitungan PKS terkait perkiraan jumlah utang yang akan diwariskan pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) setidaknya akan mencapai Rp10 ribu triliun di akhir masa jabatan pada 2024.

Hal itu disampaikan anggota Komisi XI DPR dari Fraksi PDIP, Hendrawan Supratikno. Dia juga tak menampik, hingga kini utang pemerintah telah lebih dari Rp6 ribu triliun. Termasuk tudingan yang menyebut pemerintahan Jokowi banyak utang.

"Perkiraan PKS masuk akal, karena jumlah utang pemerintah pusat ada pada kisaran angka tersebut. Pernyataan Pemerintahan Jokowi banyak berutang juga tidak salah," kata dia di Jakarta, Sabtu (1/1/2021).

Kendati demikian, menurut Hendrawan, jumlah utang tersebut bukan sepenuhnya dibuat semasa pemerintahan Jokowi. Dia juga mengingatkan bahwa komponen utang masuk dalam APBN dengan nama "pembiayaan", yang dalam prosesnya telah mendapat persetujuan DPR.

Baca Juga:  Nasdem: Punya Utang Bukan Berarti Negara Bangkrut

"Yang salah adalah menyatakan bahwa semua utang itu dibuat Jokowi, atau Jokowi menyalahgunakan utang tersebut," kata dia.

Dalam beberapa tahun terakhir, Hendrawan menjelaskan, utang digenjot untuk mendorong infrastruktur. Menurut dia, tujuan utang juga jelas, yakni membangun koneksitas dan produktivitas.

Di sisi lain, kata dia, pandemi telah memaksa pemerintah menambah utang. Meski begitu, ia tak menampik sejumlah masalah, seperti manajemen utang yang transparan, hati-hati, dan akuntabel.

"Dalam kondisi pandemi dan resesi, komponen utang memperkuat manajemen fiskal yang agresif dalam rangka strategi anti-siklis. Kalau tidak, ekonomi akan tumbang dan masyarakat akan semakin menderita," katanya.

Sebelumnya Presiden PKS Ahmad Syaikhu menyinggung soal utang pemerintah dalam pidato akhir tahunnya pada Kamis (30/12) lalu. Mengutip ahli, Syaikhu bilang Jokowi akan mewariskan utang negara hingga Rp10 ribu triliun.

Baca Juga:  Labersa Siapkan Joy to December

Per September 2021, dia menyebut utang pemerintah telah mencapai Rp6.711 triliun. Dengan jumlah itu, hingga akhir masa jabatan, Jokowi mewariskan tambahan utang sebesar Rp7 ribu triliun.

"Artinya, dalam 10 tahun pemerintahan Joko Widodo akan mewariskan tambahan utang negara lebih dari Rp7 ribu triliun," kata Syaikhu.

"Siapa pun pemimpin yang akan terpilih nanti di 2024, maka mereka akan mewarisi beban utang yang begitu besar," imbuh Wakil Wali Kota Bekasi tersebut.

Sumber: JPNN/CNN/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Partai pendukung pemerintah, PDIP, tak mempersoalkan hitung-hitungan PKS terkait perkiraan jumlah utang yang akan diwariskan pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) setidaknya akan mencapai Rp10 ribu triliun di akhir masa jabatan pada 2024.

Hal itu disampaikan anggota Komisi XI DPR dari Fraksi PDIP, Hendrawan Supratikno. Dia juga tak menampik, hingga kini utang pemerintah telah lebih dari Rp6 ribu triliun. Termasuk tudingan yang menyebut pemerintahan Jokowi banyak utang.

"Perkiraan PKS masuk akal, karena jumlah utang pemerintah pusat ada pada kisaran angka tersebut. Pernyataan Pemerintahan Jokowi banyak berutang juga tidak salah," kata dia di Jakarta, Sabtu (1/1/2021).

Kendati demikian, menurut Hendrawan, jumlah utang tersebut bukan sepenuhnya dibuat semasa pemerintahan Jokowi. Dia juga mengingatkan bahwa komponen utang masuk dalam APBN dengan nama "pembiayaan", yang dalam prosesnya telah mendapat persetujuan DPR.

Baca Juga:  Karena Unggah Menu Tulisan Tangan, Garuda Polisikan Dua Youtuber

"Yang salah adalah menyatakan bahwa semua utang itu dibuat Jokowi, atau Jokowi menyalahgunakan utang tersebut," kata dia.

- Advertisement -

Dalam beberapa tahun terakhir, Hendrawan menjelaskan, utang digenjot untuk mendorong infrastruktur. Menurut dia, tujuan utang juga jelas, yakni membangun koneksitas dan produktivitas.

Di sisi lain, kata dia, pandemi telah memaksa pemerintah menambah utang. Meski begitu, ia tak menampik sejumlah masalah, seperti manajemen utang yang transparan, hati-hati, dan akuntabel.

- Advertisement -

"Dalam kondisi pandemi dan resesi, komponen utang memperkuat manajemen fiskal yang agresif dalam rangka strategi anti-siklis. Kalau tidak, ekonomi akan tumbang dan masyarakat akan semakin menderita," katanya.

Sebelumnya Presiden PKS Ahmad Syaikhu menyinggung soal utang pemerintah dalam pidato akhir tahunnya pada Kamis (30/12) lalu. Mengutip ahli, Syaikhu bilang Jokowi akan mewariskan utang negara hingga Rp10 ribu triliun.

Baca Juga:  Ribuan THL Riau Dilindungi BPJS TK

Per September 2021, dia menyebut utang pemerintah telah mencapai Rp6.711 triliun. Dengan jumlah itu, hingga akhir masa jabatan, Jokowi mewariskan tambahan utang sebesar Rp7 ribu triliun.

"Artinya, dalam 10 tahun pemerintahan Joko Widodo akan mewariskan tambahan utang negara lebih dari Rp7 ribu triliun," kata Syaikhu.

"Siapa pun pemimpin yang akan terpilih nanti di 2024, maka mereka akan mewarisi beban utang yang begitu besar," imbuh Wakil Wali Kota Bekasi tersebut.

Sumber: JPNN/CNN/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Partai pendukung pemerintah, PDIP, tak mempersoalkan hitung-hitungan PKS terkait perkiraan jumlah utang yang akan diwariskan pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) setidaknya akan mencapai Rp10 ribu triliun di akhir masa jabatan pada 2024.

Hal itu disampaikan anggota Komisi XI DPR dari Fraksi PDIP, Hendrawan Supratikno. Dia juga tak menampik, hingga kini utang pemerintah telah lebih dari Rp6 ribu triliun. Termasuk tudingan yang menyebut pemerintahan Jokowi banyak utang.

"Perkiraan PKS masuk akal, karena jumlah utang pemerintah pusat ada pada kisaran angka tersebut. Pernyataan Pemerintahan Jokowi banyak berutang juga tidak salah," kata dia di Jakarta, Sabtu (1/1/2021).

Kendati demikian, menurut Hendrawan, jumlah utang tersebut bukan sepenuhnya dibuat semasa pemerintahan Jokowi. Dia juga mengingatkan bahwa komponen utang masuk dalam APBN dengan nama "pembiayaan", yang dalam prosesnya telah mendapat persetujuan DPR.

Baca Juga:  Himbara Riau Salurkan Dana PEN Rp1,5 Triliun

"Yang salah adalah menyatakan bahwa semua utang itu dibuat Jokowi, atau Jokowi menyalahgunakan utang tersebut," kata dia.

Dalam beberapa tahun terakhir, Hendrawan menjelaskan, utang digenjot untuk mendorong infrastruktur. Menurut dia, tujuan utang juga jelas, yakni membangun koneksitas dan produktivitas.

Di sisi lain, kata dia, pandemi telah memaksa pemerintah menambah utang. Meski begitu, ia tak menampik sejumlah masalah, seperti manajemen utang yang transparan, hati-hati, dan akuntabel.

"Dalam kondisi pandemi dan resesi, komponen utang memperkuat manajemen fiskal yang agresif dalam rangka strategi anti-siklis. Kalau tidak, ekonomi akan tumbang dan masyarakat akan semakin menderita," katanya.

Sebelumnya Presiden PKS Ahmad Syaikhu menyinggung soal utang pemerintah dalam pidato akhir tahunnya pada Kamis (30/12) lalu. Mengutip ahli, Syaikhu bilang Jokowi akan mewariskan utang negara hingga Rp10 ribu triliun.

Baca Juga:  Daftar Umrah Makin Untung, Menang Tour & Travel Luncurkan Member Card

Per September 2021, dia menyebut utang pemerintah telah mencapai Rp6.711 triliun. Dengan jumlah itu, hingga akhir masa jabatan, Jokowi mewariskan tambahan utang sebesar Rp7 ribu triliun.

"Artinya, dalam 10 tahun pemerintahan Joko Widodo akan mewariskan tambahan utang negara lebih dari Rp7 ribu triliun," kata Syaikhu.

"Siapa pun pemimpin yang akan terpilih nanti di 2024, maka mereka akan mewarisi beban utang yang begitu besar," imbuh Wakil Wali Kota Bekasi tersebut.

Sumber: JPNN/CNN/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari