Sabtu, 20 Juni 2026
- Advertisement -

Demo Rusuh, Mobil Polisi Dilempari Batu

JAKARTA(RIAUPOS.CO) – Aksi massa di sekitar gedung DPR/MPR RI Senayan, Jakarta, Senin (30/9) tepatnya di dekat flyover Ladogi mulai rusuh. Sejumlah botol mineral hingga batu, mulai dilempar massa ke arah petugas. Bahkan, mobil dari aparat kepolisian pun jadi korban.

Kejadian bermula saat rombongan kendaraan bus dan truk Brimob yang mengangkat anggota melintas di tol dalam kota. Mendadak massa yang terdiri dari sekelompok buruh dan mahasiswa melemparinya dengan batu dan botol.

Akibatnya terlihat ada kendaraan Brimob yang mengalami pecah kaca. Dan satu orang anggota terlihat mengeluarkan darah di bagian kepala akibat terkena lemparan batu. Anggota tersebut kemudian dibawa ke mobil Bidokkes untuk mendapat perawatan.

Baca Juga:  Ledakan Dahsyat saat Natal di Nashville AS Masih Misterius

Sementara itu, massa yang semula berada di jalan arteri Gatot Subroto mulai memenuhi ruas tol dalam kota. Akibatnya lajur yang mengarah ke Slipi hanya tersisa 1 lajur paling kanan. Dan yang mengarah Cawang padat merayap. “Mohon pak polisi jangan tembakkan gas air mata. Kami turun ke jalan untuk menuntut Undang-undang tidak dibahas,” ucap orator.

“Kami tahu ini aksi mulia. Tolong diingatkan sekali lagi. Kawan-kawan aksinya kembali ke jalan arteri,” jawab polisi di mobil komando.

Aksi pelemparan ini tak berlangsung lama. Orasi kembali dilanjutkan. Namun, massa yang memenuhi jalan tol belum dapat ditertibkan sepenuhnya.

Sementara itu dari kejauhan, di dekat pertigaan menuju stasiun Palmerah terlihat polisi sudah menembakkan gas air mata. Terlihat asapnya sudah membumbung ke udara. Namun, tidak terlihat dengan jelas penyebab gas air mata dikeluarkan.

Baca Juga:  Kapolda Riau Terima Penghargaan Indonesia Awards 2020

Editor : Deslina
Sumber: jawapos.com

JAKARTA(RIAUPOS.CO) – Aksi massa di sekitar gedung DPR/MPR RI Senayan, Jakarta, Senin (30/9) tepatnya di dekat flyover Ladogi mulai rusuh. Sejumlah botol mineral hingga batu, mulai dilempar massa ke arah petugas. Bahkan, mobil dari aparat kepolisian pun jadi korban.

Kejadian bermula saat rombongan kendaraan bus dan truk Brimob yang mengangkat anggota melintas di tol dalam kota. Mendadak massa yang terdiri dari sekelompok buruh dan mahasiswa melemparinya dengan batu dan botol.

Akibatnya terlihat ada kendaraan Brimob yang mengalami pecah kaca. Dan satu orang anggota terlihat mengeluarkan darah di bagian kepala akibat terkena lemparan batu. Anggota tersebut kemudian dibawa ke mobil Bidokkes untuk mendapat perawatan.

Baca Juga:  RGE Founder's Day 2021, RAPP-APR Gelar Vaksinasi Massal

Sementara itu, massa yang semula berada di jalan arteri Gatot Subroto mulai memenuhi ruas tol dalam kota. Akibatnya lajur yang mengarah ke Slipi hanya tersisa 1 lajur paling kanan. Dan yang mengarah Cawang padat merayap. “Mohon pak polisi jangan tembakkan gas air mata. Kami turun ke jalan untuk menuntut Undang-undang tidak dibahas,” ucap orator.

“Kami tahu ini aksi mulia. Tolong diingatkan sekali lagi. Kawan-kawan aksinya kembali ke jalan arteri,” jawab polisi di mobil komando.

- Advertisement -

Aksi pelemparan ini tak berlangsung lama. Orasi kembali dilanjutkan. Namun, massa yang memenuhi jalan tol belum dapat ditertibkan sepenuhnya.

Sementara itu dari kejauhan, di dekat pertigaan menuju stasiun Palmerah terlihat polisi sudah menembakkan gas air mata. Terlihat asapnya sudah membumbung ke udara. Namun, tidak terlihat dengan jelas penyebab gas air mata dikeluarkan.

- Advertisement -
Baca Juga:  Muhammadiyah Minta Presiden Jokowi Batalkan TWK KPK

Editor : Deslina
Sumber: jawapos.com

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA(RIAUPOS.CO) – Aksi massa di sekitar gedung DPR/MPR RI Senayan, Jakarta, Senin (30/9) tepatnya di dekat flyover Ladogi mulai rusuh. Sejumlah botol mineral hingga batu, mulai dilempar massa ke arah petugas. Bahkan, mobil dari aparat kepolisian pun jadi korban.

Kejadian bermula saat rombongan kendaraan bus dan truk Brimob yang mengangkat anggota melintas di tol dalam kota. Mendadak massa yang terdiri dari sekelompok buruh dan mahasiswa melemparinya dengan batu dan botol.

Akibatnya terlihat ada kendaraan Brimob yang mengalami pecah kaca. Dan satu orang anggota terlihat mengeluarkan darah di bagian kepala akibat terkena lemparan batu. Anggota tersebut kemudian dibawa ke mobil Bidokkes untuk mendapat perawatan.

Baca Juga:  Pinjam Buku ke Kawan, Berselancar ke Dunia Maya

Sementara itu, massa yang semula berada di jalan arteri Gatot Subroto mulai memenuhi ruas tol dalam kota. Akibatnya lajur yang mengarah ke Slipi hanya tersisa 1 lajur paling kanan. Dan yang mengarah Cawang padat merayap. “Mohon pak polisi jangan tembakkan gas air mata. Kami turun ke jalan untuk menuntut Undang-undang tidak dibahas,” ucap orator.

“Kami tahu ini aksi mulia. Tolong diingatkan sekali lagi. Kawan-kawan aksinya kembali ke jalan arteri,” jawab polisi di mobil komando.

Aksi pelemparan ini tak berlangsung lama. Orasi kembali dilanjutkan. Namun, massa yang memenuhi jalan tol belum dapat ditertibkan sepenuhnya.

Sementara itu dari kejauhan, di dekat pertigaan menuju stasiun Palmerah terlihat polisi sudah menembakkan gas air mata. Terlihat asapnya sudah membumbung ke udara. Namun, tidak terlihat dengan jelas penyebab gas air mata dikeluarkan.

Baca Juga:  Daihatsu Apresiasi Pelanggan dengan Kegiatan Olahraga

Editor : Deslina
Sumber: jawapos.com

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari