Senin, 11 Mei 2026
- Advertisement -

Riau Berpotensi Hujan Sepekan ke Depan

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — BMKG Pekanbaru memperkirakan dalam sepekan ke depan peluang hujan dengan intensitas lebat terjadi di Riau. Beberapa provinsi lain juga diprediksi demikian.

Kepala BMKG Pekanbaru Sukisno mengatakan pada periode 23-26 September 2019, potensi hujan bakal terjadi di 14 provinsi, salah satunya di Riau. Kemudian pada 27-30 September bertambah menjadi 17 provinsi.

Dikatakan Sukisno, dengan adanya perubahan kondisi atmosfer yang cukup signifikan sejak 21 September, pihaknya mengidentifikasi perubahan kondisi atmosfer berupa pelemahan desakan massa udara kering dari wilayah selatan Indonesia.

"Pelemahan ini akibatkan daerah massa udara basah yang sebelumnya cenderung berada di utara Indonesia kini cenderung meluas ke wilayah Indonesia bagian selatan," ucapnya.

Baca Juga:  Lima Saksi Dihadirkan dalam Sidang Terdakwa SH

Jika didilihat dalam skala yang lebih luas, lanjutnya, daerah tekanan rendah Teluk Benggala memiliki pengaruh yang cukup signifikan terhadap perubahan pola angin di wilayah Indonesia. Karena sejak saat itu, pola angin di wilayah Indonesia tidak lagi didominasi dari arah tenggara hingga selatan.

"Tetapi cenderung dari arah timur," sambungnya.

Saat ini diprediksi daerah tekanan rendah di Teluk Benggala tersebut mengalami penguatan. Yang mana, mengakibatkan daerah pertemuan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) diprakirakan akan terbentuk memanjang di Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kepulauan Riau, Riau, Jambi, dan Bangka Belitung.

"Keberadaan daerah konvergensi ini meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah Kalimantan dan Sumatera," jelasnya.

Baca Juga:  Keluarga Pasien Positif Corona Asal Riau Diisolasi di Rumah

Di samping itu, atmosfer skala lokal juga menunjukkan kondisi yang cukup mendukung untuk terbentuknya awan hujan.

"Indeks labilitas atmosfer di sebagian besar wilayah Kalimantan dan Sumatera mengindikasikan kondisi atmosfer yang cukup mendukung untuk terbentuknya awan hujan dalam sepekan ke depan," tambahnya.

Kemudian adanya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sejumlah wilayah Riau membuat titik panas (hot spot) mengalami penurunan. Selasa sore (24/9) terpantau ada 151 titik dengan level konfiden di atas 50 persen se-Sumatera, 81 titik di antaranya berada di Riau.

>>Berita selengkapnya baca Riau Pos hari ini.

Laporan : Tim Riau Pos
Editor : Rinaldi

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — BMKG Pekanbaru memperkirakan dalam sepekan ke depan peluang hujan dengan intensitas lebat terjadi di Riau. Beberapa provinsi lain juga diprediksi demikian.

Kepala BMKG Pekanbaru Sukisno mengatakan pada periode 23-26 September 2019, potensi hujan bakal terjadi di 14 provinsi, salah satunya di Riau. Kemudian pada 27-30 September bertambah menjadi 17 provinsi.

Dikatakan Sukisno, dengan adanya perubahan kondisi atmosfer yang cukup signifikan sejak 21 September, pihaknya mengidentifikasi perubahan kondisi atmosfer berupa pelemahan desakan massa udara kering dari wilayah selatan Indonesia.

"Pelemahan ini akibatkan daerah massa udara basah yang sebelumnya cenderung berada di utara Indonesia kini cenderung meluas ke wilayah Indonesia bagian selatan," ucapnya.

Baca Juga:  Rayakan Kelulusan saat Pandemi, Pelajar di Duri Konvoi dan Coret Baju

Jika didilihat dalam skala yang lebih luas, lanjutnya, daerah tekanan rendah Teluk Benggala memiliki pengaruh yang cukup signifikan terhadap perubahan pola angin di wilayah Indonesia. Karena sejak saat itu, pola angin di wilayah Indonesia tidak lagi didominasi dari arah tenggara hingga selatan.

- Advertisement -

"Tetapi cenderung dari arah timur," sambungnya.

Saat ini diprediksi daerah tekanan rendah di Teluk Benggala tersebut mengalami penguatan. Yang mana, mengakibatkan daerah pertemuan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) diprakirakan akan terbentuk memanjang di Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kepulauan Riau, Riau, Jambi, dan Bangka Belitung.

- Advertisement -

"Keberadaan daerah konvergensi ini meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah Kalimantan dan Sumatera," jelasnya.

Baca Juga:  EMP Bentu Gelar Operasi Katarak dan Pengobatan Gratis

Di samping itu, atmosfer skala lokal juga menunjukkan kondisi yang cukup mendukung untuk terbentuknya awan hujan.

"Indeks labilitas atmosfer di sebagian besar wilayah Kalimantan dan Sumatera mengindikasikan kondisi atmosfer yang cukup mendukung untuk terbentuknya awan hujan dalam sepekan ke depan," tambahnya.

Kemudian adanya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sejumlah wilayah Riau membuat titik panas (hot spot) mengalami penurunan. Selasa sore (24/9) terpantau ada 151 titik dengan level konfiden di atas 50 persen se-Sumatera, 81 titik di antaranya berada di Riau.

>>Berita selengkapnya baca Riau Pos hari ini.

Laporan : Tim Riau Pos
Editor : Rinaldi

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — BMKG Pekanbaru memperkirakan dalam sepekan ke depan peluang hujan dengan intensitas lebat terjadi di Riau. Beberapa provinsi lain juga diprediksi demikian.

Kepala BMKG Pekanbaru Sukisno mengatakan pada periode 23-26 September 2019, potensi hujan bakal terjadi di 14 provinsi, salah satunya di Riau. Kemudian pada 27-30 September bertambah menjadi 17 provinsi.

Dikatakan Sukisno, dengan adanya perubahan kondisi atmosfer yang cukup signifikan sejak 21 September, pihaknya mengidentifikasi perubahan kondisi atmosfer berupa pelemahan desakan massa udara kering dari wilayah selatan Indonesia.

"Pelemahan ini akibatkan daerah massa udara basah yang sebelumnya cenderung berada di utara Indonesia kini cenderung meluas ke wilayah Indonesia bagian selatan," ucapnya.

Baca Juga:  326 Lubang Menganga, Jalur Simpang Beringin–Maredan Rusak Parah

Jika didilihat dalam skala yang lebih luas, lanjutnya, daerah tekanan rendah Teluk Benggala memiliki pengaruh yang cukup signifikan terhadap perubahan pola angin di wilayah Indonesia. Karena sejak saat itu, pola angin di wilayah Indonesia tidak lagi didominasi dari arah tenggara hingga selatan.

"Tetapi cenderung dari arah timur," sambungnya.

Saat ini diprediksi daerah tekanan rendah di Teluk Benggala tersebut mengalami penguatan. Yang mana, mengakibatkan daerah pertemuan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) diprakirakan akan terbentuk memanjang di Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kepulauan Riau, Riau, Jambi, dan Bangka Belitung.

"Keberadaan daerah konvergensi ini meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah Kalimantan dan Sumatera," jelasnya.

Baca Juga:  DPRD Desak Pemerintah Segera Lakukan Assesment

Di samping itu, atmosfer skala lokal juga menunjukkan kondisi yang cukup mendukung untuk terbentuknya awan hujan.

"Indeks labilitas atmosfer di sebagian besar wilayah Kalimantan dan Sumatera mengindikasikan kondisi atmosfer yang cukup mendukung untuk terbentuknya awan hujan dalam sepekan ke depan," tambahnya.

Kemudian adanya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sejumlah wilayah Riau membuat titik panas (hot spot) mengalami penurunan. Selasa sore (24/9) terpantau ada 151 titik dengan level konfiden di atas 50 persen se-Sumatera, 81 titik di antaranya berada di Riau.

>>Berita selengkapnya baca Riau Pos hari ini.

Laporan : Tim Riau Pos
Editor : Rinaldi

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari