Senin, 9 Maret 2026
- Advertisement -

326 Lubang Menganga, Jalur Simpang Beringin–Maredan Rusak Parah

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Ruas jalan Simpang Beringin–Maredan tercatat mengalami 326 titik kerusakan meski arus lalu lintas di jalur tersebut relatif sepi sejak dibukanya akses Pekanbaru–PT SIR–Siak. Kerusakan didominasi lubang besar akibat tingginya intensitas truk bertonase berat yang melintas setiap hari.

Sebagian besar badan jalan menggunakan rigid beton. Namun, tidak hanya beton yang mengalami kerusakan, lapisan aspal di sejumlah titik juga ikut hancur.

Pantauan di lapangan menunjukkan rigid beton yang awalnya retak kemudian patah dan hancur. Posisi kerusakan yang saling berdekatan membuat kondisi jalan semakin membahayakan, terutama bagi kendaraan berat.

Lubang yang terbentuk memiliki ukuran bervariasi. Kedalamannya ada yang mencapai 20 sentimeter dengan lebar sekitar 6 hingga 8 meter. Bahkan, di beberapa titik, lapisan aspal sudah tidak terlihat lagi.

Jumlah titik rusak terus bertambah dan kini mencapai 326 lokasi.

Rayyan, sopir truk pengangkut tandan buah segar (TBS), mengaku jalur tersebut cukup berisiko, terutama bagi pengendara yang tidak terbiasa melintas.

Baca Juga:  Jalan Purwodadi Mulai Diperbaiki

“Kami saja yang setiap hari melintas dan konvoi, mesti ekstra hati-hati, sebab bisa patah gardan atau velg penyok,” ujarnya, Senin (2/3).

Menurutnya, ruas ini menjadi akses tercepat menuju Sikijang, Kabupaten Pelalawan, lokasi pengantaran TBS. Ia menyebut ada segmen jalan rusak merata hingga lebih dari 100 meter, menyulitkan saat membawa muatan. Ketika cuaca panas, debu beterbangan, sementara saat hujan berubah menjadi kubangan.

Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki jalan tersebut, meski kini jalur itu tidak lagi sepadat sebelumnya setelah dibukanya akses menuju Pekanbaru melalui PT SIR.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Siak, Ardi Irfandi, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas PU Provinsi Riau terkait kerusakan jalan provinsi tersebut. Material perbaikan disebut sudah tersedia dan pengerjaan direncanakan sebelum Idulfitri.

“Adapun titik-titiknya, di antaranya adalah Jalan Pipa,” jelas Ardi.

Untuk ruas Simpang Beringin–Maredan, koordinasi juga telah dilakukan. Namun, belum dipastikan apakah perbaikan dilaksanakan sebelum atau setelah Idulfitri.

Baca Juga:  Pekanbaru Raih Penghargaan UHC, Kepesertaan BPJS Tembus 100 Persen

Sementara itu, Pelaksana Tugas Gubernur Riau, SF Hariyanto, mengaku telah meninjau langsung kondisi infrastruktur jalan di wilayah Siak. Ia menyatakan keprihatinannya atas banyaknya lubang yang ditemukan.

“Melihat kondisi seperti ini saya sangat prihatin. Uang kita ada untuk menutup lubang. Tinggal manajemennya saja yang perlu dibenahi,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya pengelolaan pekerjaan yang lebih terukur dan terkoordinasi agar proses perbaikan berjalan cepat. Jumlah tim lapangan juga diminta ditambah dan disebar di ruas prioritas.

“Timnya harus diperbanyak. Satu tim minimal menangani 10 sampai 15 kilometer. Dalam satu tim itu harus lengkap, ada grader, vibro, water tank, dan peralatan pendukung lainnya,” jelasnya.

Menurutnya, lambatnya perbaikan selama ini disebabkan keterbatasan personel dan peralatan. Dengan formasi tim yang lebih solid, pekerjaan diyakini bisa lebih efektif.

Ia menargetkan sebagian besar penutupan lubang di ruas tersebut dapat diselesaikan sebelum Idulfitri 2026 dan memastikan akan kembali turun langsung untuk memantau progresnya.(mng)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Ruas jalan Simpang Beringin–Maredan tercatat mengalami 326 titik kerusakan meski arus lalu lintas di jalur tersebut relatif sepi sejak dibukanya akses Pekanbaru–PT SIR–Siak. Kerusakan didominasi lubang besar akibat tingginya intensitas truk bertonase berat yang melintas setiap hari.

Sebagian besar badan jalan menggunakan rigid beton. Namun, tidak hanya beton yang mengalami kerusakan, lapisan aspal di sejumlah titik juga ikut hancur.

Pantauan di lapangan menunjukkan rigid beton yang awalnya retak kemudian patah dan hancur. Posisi kerusakan yang saling berdekatan membuat kondisi jalan semakin membahayakan, terutama bagi kendaraan berat.

Lubang yang terbentuk memiliki ukuran bervariasi. Kedalamannya ada yang mencapai 20 sentimeter dengan lebar sekitar 6 hingga 8 meter. Bahkan, di beberapa titik, lapisan aspal sudah tidak terlihat lagi.

Jumlah titik rusak terus bertambah dan kini mencapai 326 lokasi.

- Advertisement -

Rayyan, sopir truk pengangkut tandan buah segar (TBS), mengaku jalur tersebut cukup berisiko, terutama bagi pengendara yang tidak terbiasa melintas.

Baca Juga:  Bupati Setuju Bangun Mal Pelayanan Publik

“Kami saja yang setiap hari melintas dan konvoi, mesti ekstra hati-hati, sebab bisa patah gardan atau velg penyok,” ujarnya, Senin (2/3).

- Advertisement -

Menurutnya, ruas ini menjadi akses tercepat menuju Sikijang, Kabupaten Pelalawan, lokasi pengantaran TBS. Ia menyebut ada segmen jalan rusak merata hingga lebih dari 100 meter, menyulitkan saat membawa muatan. Ketika cuaca panas, debu beterbangan, sementara saat hujan berubah menjadi kubangan.

Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki jalan tersebut, meski kini jalur itu tidak lagi sepadat sebelumnya setelah dibukanya akses menuju Pekanbaru melalui PT SIR.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Siak, Ardi Irfandi, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas PU Provinsi Riau terkait kerusakan jalan provinsi tersebut. Material perbaikan disebut sudah tersedia dan pengerjaan direncanakan sebelum Idulfitri.

“Adapun titik-titiknya, di antaranya adalah Jalan Pipa,” jelas Ardi.

Untuk ruas Simpang Beringin–Maredan, koordinasi juga telah dilakukan. Namun, belum dipastikan apakah perbaikan dilaksanakan sebelum atau setelah Idulfitri.

Baca Juga:  Polda Riau Gelar Operasi Keselamatan Lancang Kuning 2022

Sementara itu, Pelaksana Tugas Gubernur Riau, SF Hariyanto, mengaku telah meninjau langsung kondisi infrastruktur jalan di wilayah Siak. Ia menyatakan keprihatinannya atas banyaknya lubang yang ditemukan.

“Melihat kondisi seperti ini saya sangat prihatin. Uang kita ada untuk menutup lubang. Tinggal manajemennya saja yang perlu dibenahi,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya pengelolaan pekerjaan yang lebih terukur dan terkoordinasi agar proses perbaikan berjalan cepat. Jumlah tim lapangan juga diminta ditambah dan disebar di ruas prioritas.

“Timnya harus diperbanyak. Satu tim minimal menangani 10 sampai 15 kilometer. Dalam satu tim itu harus lengkap, ada grader, vibro, water tank, dan peralatan pendukung lainnya,” jelasnya.

Menurutnya, lambatnya perbaikan selama ini disebabkan keterbatasan personel dan peralatan. Dengan formasi tim yang lebih solid, pekerjaan diyakini bisa lebih efektif.

Ia menargetkan sebagian besar penutupan lubang di ruas tersebut dapat diselesaikan sebelum Idulfitri 2026 dan memastikan akan kembali turun langsung untuk memantau progresnya.(mng)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Ruas jalan Simpang Beringin–Maredan tercatat mengalami 326 titik kerusakan meski arus lalu lintas di jalur tersebut relatif sepi sejak dibukanya akses Pekanbaru–PT SIR–Siak. Kerusakan didominasi lubang besar akibat tingginya intensitas truk bertonase berat yang melintas setiap hari.

Sebagian besar badan jalan menggunakan rigid beton. Namun, tidak hanya beton yang mengalami kerusakan, lapisan aspal di sejumlah titik juga ikut hancur.

Pantauan di lapangan menunjukkan rigid beton yang awalnya retak kemudian patah dan hancur. Posisi kerusakan yang saling berdekatan membuat kondisi jalan semakin membahayakan, terutama bagi kendaraan berat.

Lubang yang terbentuk memiliki ukuran bervariasi. Kedalamannya ada yang mencapai 20 sentimeter dengan lebar sekitar 6 hingga 8 meter. Bahkan, di beberapa titik, lapisan aspal sudah tidak terlihat lagi.

Jumlah titik rusak terus bertambah dan kini mencapai 326 lokasi.

Rayyan, sopir truk pengangkut tandan buah segar (TBS), mengaku jalur tersebut cukup berisiko, terutama bagi pengendara yang tidak terbiasa melintas.

Baca Juga:  Warga Berharap Terbebas dari Banjir, Sampah, dan Jalan Rusak

“Kami saja yang setiap hari melintas dan konvoi, mesti ekstra hati-hati, sebab bisa patah gardan atau velg penyok,” ujarnya, Senin (2/3).

Menurutnya, ruas ini menjadi akses tercepat menuju Sikijang, Kabupaten Pelalawan, lokasi pengantaran TBS. Ia menyebut ada segmen jalan rusak merata hingga lebih dari 100 meter, menyulitkan saat membawa muatan. Ketika cuaca panas, debu beterbangan, sementara saat hujan berubah menjadi kubangan.

Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki jalan tersebut, meski kini jalur itu tidak lagi sepadat sebelumnya setelah dibukanya akses menuju Pekanbaru melalui PT SIR.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Siak, Ardi Irfandi, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas PU Provinsi Riau terkait kerusakan jalan provinsi tersebut. Material perbaikan disebut sudah tersedia dan pengerjaan direncanakan sebelum Idulfitri.

“Adapun titik-titiknya, di antaranya adalah Jalan Pipa,” jelas Ardi.

Untuk ruas Simpang Beringin–Maredan, koordinasi juga telah dilakukan. Namun, belum dipastikan apakah perbaikan dilaksanakan sebelum atau setelah Idulfitri.

Baca Juga:  Pekanbaru Raih Penghargaan UHC, Kepesertaan BPJS Tembus 100 Persen

Sementara itu, Pelaksana Tugas Gubernur Riau, SF Hariyanto, mengaku telah meninjau langsung kondisi infrastruktur jalan di wilayah Siak. Ia menyatakan keprihatinannya atas banyaknya lubang yang ditemukan.

“Melihat kondisi seperti ini saya sangat prihatin. Uang kita ada untuk menutup lubang. Tinggal manajemennya saja yang perlu dibenahi,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya pengelolaan pekerjaan yang lebih terukur dan terkoordinasi agar proses perbaikan berjalan cepat. Jumlah tim lapangan juga diminta ditambah dan disebar di ruas prioritas.

“Timnya harus diperbanyak. Satu tim minimal menangani 10 sampai 15 kilometer. Dalam satu tim itu harus lengkap, ada grader, vibro, water tank, dan peralatan pendukung lainnya,” jelasnya.

Menurutnya, lambatnya perbaikan selama ini disebabkan keterbatasan personel dan peralatan. Dengan formasi tim yang lebih solid, pekerjaan diyakini bisa lebih efektif.

Ia menargetkan sebagian besar penutupan lubang di ruas tersebut dapat diselesaikan sebelum Idulfitri 2026 dan memastikan akan kembali turun langsung untuk memantau progresnya.(mng)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari