Jumat, 5 Juni 2026
- Advertisement -

Kemarau Panjang, Pertumbuhan Tanaman Menurun

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Dinas Perikanan dan Pertanian (Distankan) Pekanbaru mengungkapkan, masalah lambatnya pertumbuhan tanaman saat ini, bukan diakibatkan oleh bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), tetapi disebabkan kemarau panjang yang terjadi di Riau.

Hal ini diungkapkan oleh Sekretaris Distankan Pekanbaru, Muhammad Firdaus. “Sebenarnya asap itu tidak banyak memberikan pengaruh, ini disebabkan oleh musim kemarau panjang,” ucapnya, Rabu (18/9).

Selain itu, Firdaus juga mengatakan, kemarau panjang menyebabkan ketersediaan air menurun, sehingga mempengaruhi pertumbuhan tanaman.  “Karena musim kemarau ini, ketersediaan air kurang. Bukan karena asap,” ungkap Firdaus.

Sementara itu, ketika ditanya tentang pengaruh asap terhadap hewan, Firdaus mengatakan saat ini belum ditemukan penyakit berarti akibat asap terhadap hewan. “Belum ada temuan penyakit akibat asap terhadap hewan, mungkin butuh penelitian lanjut,” ucapnya.

Baca Juga:  Orang Tua Polisikan Guru 

Selain itu, Firdaus memaparkan hal yang harus diwaspadai terkait kesehatan hewan adalah saat masuk peralihan musim dari kemarau ke musim hujan atau pancaroba. “Yang harus diwaspadai itu musim pancaroba, biasanya banyak yang terkena penyakit, apalagi pada hewan,” tutup Firdaus.(*2)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Dinas Perikanan dan Pertanian (Distankan) Pekanbaru mengungkapkan, masalah lambatnya pertumbuhan tanaman saat ini, bukan diakibatkan oleh bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), tetapi disebabkan kemarau panjang yang terjadi di Riau.

Hal ini diungkapkan oleh Sekretaris Distankan Pekanbaru, Muhammad Firdaus. “Sebenarnya asap itu tidak banyak memberikan pengaruh, ini disebabkan oleh musim kemarau panjang,” ucapnya, Rabu (18/9).

Selain itu, Firdaus juga mengatakan, kemarau panjang menyebabkan ketersediaan air menurun, sehingga mempengaruhi pertumbuhan tanaman.  “Karena musim kemarau ini, ketersediaan air kurang. Bukan karena asap,” ungkap Firdaus.

Sementara itu, ketika ditanya tentang pengaruh asap terhadap hewan, Firdaus mengatakan saat ini belum ditemukan penyakit berarti akibat asap terhadap hewan. “Belum ada temuan penyakit akibat asap terhadap hewan, mungkin butuh penelitian lanjut,” ucapnya.

Baca Juga:  Ratusan Guru Protes, Konferensi PGRI Kota Pekanbaru Ditunda

Selain itu, Firdaus memaparkan hal yang harus diwaspadai terkait kesehatan hewan adalah saat masuk peralihan musim dari kemarau ke musim hujan atau pancaroba. “Yang harus diwaspadai itu musim pancaroba, biasanya banyak yang terkena penyakit, apalagi pada hewan,” tutup Firdaus.(*2)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Dinas Perikanan dan Pertanian (Distankan) Pekanbaru mengungkapkan, masalah lambatnya pertumbuhan tanaman saat ini, bukan diakibatkan oleh bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), tetapi disebabkan kemarau panjang yang terjadi di Riau.

Hal ini diungkapkan oleh Sekretaris Distankan Pekanbaru, Muhammad Firdaus. “Sebenarnya asap itu tidak banyak memberikan pengaruh, ini disebabkan oleh musim kemarau panjang,” ucapnya, Rabu (18/9).

Selain itu, Firdaus juga mengatakan, kemarau panjang menyebabkan ketersediaan air menurun, sehingga mempengaruhi pertumbuhan tanaman.  “Karena musim kemarau ini, ketersediaan air kurang. Bukan karena asap,” ungkap Firdaus.

Sementara itu, ketika ditanya tentang pengaruh asap terhadap hewan, Firdaus mengatakan saat ini belum ditemukan penyakit berarti akibat asap terhadap hewan. “Belum ada temuan penyakit akibat asap terhadap hewan, mungkin butuh penelitian lanjut,” ucapnya.

Baca Juga:  Tergerus Air, Jembatan Longsor

Selain itu, Firdaus memaparkan hal yang harus diwaspadai terkait kesehatan hewan adalah saat masuk peralihan musim dari kemarau ke musim hujan atau pancaroba. “Yang harus diwaspadai itu musim pancaroba, biasanya banyak yang terkena penyakit, apalagi pada hewan,” tutup Firdaus.(*2)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari