Rabu, 29 April 2026
- Advertisement -

Zelensky Sebut Ukraina Harus Dapatkan Wilayah yang Dikuasai Rusia

KIEV (RIAUPOS.CO) – Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa pihaknya tidak akan puas dengan stalemate dalam perang melawan Rusia. Yakni upaya penyelesaian perselisihan di mana kedua belah pihak memiliki kekuatan seimbang.

Ia menegaskan Ukraina bertujuan untuk mendapatkan kembali kendali atas semua wilayahnya yang diduduki oleh Rusia.

“Kami telah kehilangan terlalu banyak orang untuk menyerahkan wilayah kami begitu saja,” kata Zelensky melalui tautan video di sebuah acara yang diselenggarakan oleh FT Live, Selasa (7/6/2022).

Ukraina sebelumnya mengatakan bahwa pasukan Rusia sekarang menduduki sekitar 20 persen wilayah Ukraina, termasuk di sebelah timur dan selatan.

“Kami tidak akan mempermalukan siapa pun, kami akan menanggapi dengan cara yang sama,” kata Zelensky ketika ditanya tentang seruan Presiden Prancis Emmanuel Macron untuk tidak mempermalukan Rusia agar pintu tetap terbuka bagi solusi diplomatik.

Baca Juga:  Pengedar Narkoba Ditangkap di Sungai Buaya

Ukraina berharap pengiriman persenjataan jarak jauh dari Barat, termasuk HIMARS Amerika Serikat dan sistem roket artileri M270 Inggris, dapat membantu mendorong mundur pasukan Rusia.

Zelensky juga mengatakan sangat senang bahwa Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, salah satu sekutu setia Ukraina, selamat dari mosi tidak percaya di antara anggota parlemen dari Partai Konservatif yang memerintah.

Rusia menginvasi Ukraina pada 24 Februari 2022, dalam apa yang disebutnya operasi militer khusus untuk membasmi apa yang dikatakannya sebagai ancaman terhadap keamanannya. Ukraina dan sekutu Barat mengatakan Rusia melancarkan perang agresi yang tidak beralasan.

Rusia telah memfokuskan serangannya di wilayah Luhansk dan Donetsk, atau dikenal sebagai Donbas. Itu setelah pasukannya dikalahkan di pinggiran Kiev pada Maret dan mundur dari kota terbesar kedua Kharkiv bulan lalu.

Baca Juga:  30 Tahun Black Album, Metallica Gaet 53 Musisi

Sumber: Jawapos.com

Editor: Edwar Yaman

 

 

 

KIEV (RIAUPOS.CO) – Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa pihaknya tidak akan puas dengan stalemate dalam perang melawan Rusia. Yakni upaya penyelesaian perselisihan di mana kedua belah pihak memiliki kekuatan seimbang.

Ia menegaskan Ukraina bertujuan untuk mendapatkan kembali kendali atas semua wilayahnya yang diduduki oleh Rusia.

“Kami telah kehilangan terlalu banyak orang untuk menyerahkan wilayah kami begitu saja,” kata Zelensky melalui tautan video di sebuah acara yang diselenggarakan oleh FT Live, Selasa (7/6/2022).

Ukraina sebelumnya mengatakan bahwa pasukan Rusia sekarang menduduki sekitar 20 persen wilayah Ukraina, termasuk di sebelah timur dan selatan.

“Kami tidak akan mempermalukan siapa pun, kami akan menanggapi dengan cara yang sama,” kata Zelensky ketika ditanya tentang seruan Presiden Prancis Emmanuel Macron untuk tidak mempermalukan Rusia agar pintu tetap terbuka bagi solusi diplomatik.

- Advertisement -
Baca Juga:  Pengedar Narkoba Ditangkap di Sungai Buaya

Ukraina berharap pengiriman persenjataan jarak jauh dari Barat, termasuk HIMARS Amerika Serikat dan sistem roket artileri M270 Inggris, dapat membantu mendorong mundur pasukan Rusia.

Zelensky juga mengatakan sangat senang bahwa Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, salah satu sekutu setia Ukraina, selamat dari mosi tidak percaya di antara anggota parlemen dari Partai Konservatif yang memerintah.

- Advertisement -

Rusia menginvasi Ukraina pada 24 Februari 2022, dalam apa yang disebutnya operasi militer khusus untuk membasmi apa yang dikatakannya sebagai ancaman terhadap keamanannya. Ukraina dan sekutu Barat mengatakan Rusia melancarkan perang agresi yang tidak beralasan.

Rusia telah memfokuskan serangannya di wilayah Luhansk dan Donetsk, atau dikenal sebagai Donbas. Itu setelah pasukannya dikalahkan di pinggiran Kiev pada Maret dan mundur dari kota terbesar kedua Kharkiv bulan lalu.

Baca Juga:  Honorer K2 Kehilangan Arah

Sumber: Jawapos.com

Editor: Edwar Yaman

 

 

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

KIEV (RIAUPOS.CO) – Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa pihaknya tidak akan puas dengan stalemate dalam perang melawan Rusia. Yakni upaya penyelesaian perselisihan di mana kedua belah pihak memiliki kekuatan seimbang.

Ia menegaskan Ukraina bertujuan untuk mendapatkan kembali kendali atas semua wilayahnya yang diduduki oleh Rusia.

“Kami telah kehilangan terlalu banyak orang untuk menyerahkan wilayah kami begitu saja,” kata Zelensky melalui tautan video di sebuah acara yang diselenggarakan oleh FT Live, Selasa (7/6/2022).

Ukraina sebelumnya mengatakan bahwa pasukan Rusia sekarang menduduki sekitar 20 persen wilayah Ukraina, termasuk di sebelah timur dan selatan.

“Kami tidak akan mempermalukan siapa pun, kami akan menanggapi dengan cara yang sama,” kata Zelensky ketika ditanya tentang seruan Presiden Prancis Emmanuel Macron untuk tidak mempermalukan Rusia agar pintu tetap terbuka bagi solusi diplomatik.

Baca Juga:  Puluhaan Hektare Lahan Terbakar di Rupat, Kapolres Turun Memadamkan Api

Ukraina berharap pengiriman persenjataan jarak jauh dari Barat, termasuk HIMARS Amerika Serikat dan sistem roket artileri M270 Inggris, dapat membantu mendorong mundur pasukan Rusia.

Zelensky juga mengatakan sangat senang bahwa Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, salah satu sekutu setia Ukraina, selamat dari mosi tidak percaya di antara anggota parlemen dari Partai Konservatif yang memerintah.

Rusia menginvasi Ukraina pada 24 Februari 2022, dalam apa yang disebutnya operasi militer khusus untuk membasmi apa yang dikatakannya sebagai ancaman terhadap keamanannya. Ukraina dan sekutu Barat mengatakan Rusia melancarkan perang agresi yang tidak beralasan.

Rusia telah memfokuskan serangannya di wilayah Luhansk dan Donetsk, atau dikenal sebagai Donbas. Itu setelah pasukannya dikalahkan di pinggiran Kiev pada Maret dan mundur dari kota terbesar kedua Kharkiv bulan lalu.

Baca Juga:  Ternyata Mahathir Mundur sebagai PM Malaysia Bukan karena Anwar 

Sumber: Jawapos.com

Editor: Edwar Yaman

 

 

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari