Selasa, 23 Juni 2026
- Advertisement -

Dukung Bibit Unggul, HPT Endurance Ride 20 KM Digelar

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Dalam rangka mencari dan mendukung bibit-bibit ungul untuk bisa berlaga di kancah nasional dan internasional, House Power Tambusai (HPT) menyelenggarakan Endurance Ride 20 km, Ahad (26/9/2021).

Ketua Panitia HPT Endurance Ride 20 km 2021 Dede Firmansyah mengatakan, sebelum pandemi agenda ini rutin dilaksanakan setiap tahun. "Agenda ini untuk mendukung dan mencari bibit unggul agar bisa berlaga di kancah nasional dan internasional. Tahun 2017 lalu, Riau pernah kirimkam atlet berkuda ke Kuala Lumput untuk berlaga," katanya.

Dede berharap, iven ini didukung oleh Pemerintah Kota Pekanbaru, Pemerintah Provinsi Riau dan lain-lain. Menurutnya Riau pernah menyabet juara tiga Halal Tourism berkat adanya iven berkuda di Pekanbaru. "Ini jadi catatan khusus Pemko dan Pemprov, semoga bisa disupport pemerintah setempat," ujarnya

Baca Juga:  Wali Kota Ajak Warga Rohil Ikut Bangun Kota Dumai

Dijelaskan Dede Endurance Ride adalah iven berkuda yang pertama kali diadakan di Indonesia pada tahun 2016 lalu dan diadakan setiap akhir Oktober dalam rangka menyambut Hari Sumpah Pemuda. Selama tiga tahun, iven ini menjadi kalender iven oleh Pemko Pekanbaru, sebelum pandemi menyerang.

"Tahun 2017 sampai 2019, disupport Walikota Pekanbaru. Ini setelah dua tahun semenjak pandemi, sudah lama tidak digelar. Jadi kami melaksanakan warming up di HPT. Untuk agenda selanjutnya direncanakan di akhir Oktober memperingati Sumpah Pemuda atau di awal November memperingati Hari Pahlawan," tukasnya.

Dijelaskannya, endurance ride berbeda dengan pacuan kuda. Dalam endurance ride, penunggang atau rider harus menyatu dengan kuda yang ditunggangi, yaitu tidak boleh menyiksa seperti memakai pecut dan spur.

Baca Juga:  Persentase Kesembuhan Terus Naik

"Kalau di pacu boleh, kalau di endurance tidak boleh. Pemenang dari endurance ini bukan yang pertama finish, tapi dicek jantungnya, paling tinggi 58. Jika di atas itu didiskualifikasi. Juga dicek apakah kudanya pincang atau tidak," ujarnya.

Dede mengungkapkan, iven ini adalah iven dengan standar internasional. Peserta yang berhasil akan mendapatkan sertifikat internasional dan bisa menggunakannya untuk berlaga di ajang endurance ride yang lebih tinggi. "Sertifikat 20 km ini diakui internasional, namun harus lulus dua kali dulu batu bisa ikut iven yang 40 km," pungkasnya.

 

Laporan: Mujawaroh Annafi (Pekanbaru)

Editor: E Sulaiman

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Dalam rangka mencari dan mendukung bibit-bibit ungul untuk bisa berlaga di kancah nasional dan internasional, House Power Tambusai (HPT) menyelenggarakan Endurance Ride 20 km, Ahad (26/9/2021).

Ketua Panitia HPT Endurance Ride 20 km 2021 Dede Firmansyah mengatakan, sebelum pandemi agenda ini rutin dilaksanakan setiap tahun. "Agenda ini untuk mendukung dan mencari bibit unggul agar bisa berlaga di kancah nasional dan internasional. Tahun 2017 lalu, Riau pernah kirimkam atlet berkuda ke Kuala Lumput untuk berlaga," katanya.

Dede berharap, iven ini didukung oleh Pemerintah Kota Pekanbaru, Pemerintah Provinsi Riau dan lain-lain. Menurutnya Riau pernah menyabet juara tiga Halal Tourism berkat adanya iven berkuda di Pekanbaru. "Ini jadi catatan khusus Pemko dan Pemprov, semoga bisa disupport pemerintah setempat," ujarnya

Baca Juga:  Kapolda Riau Tegaskan Jalur Riau-Sumut Kondusif

Dijelaskan Dede Endurance Ride adalah iven berkuda yang pertama kali diadakan di Indonesia pada tahun 2016 lalu dan diadakan setiap akhir Oktober dalam rangka menyambut Hari Sumpah Pemuda. Selama tiga tahun, iven ini menjadi kalender iven oleh Pemko Pekanbaru, sebelum pandemi menyerang.

"Tahun 2017 sampai 2019, disupport Walikota Pekanbaru. Ini setelah dua tahun semenjak pandemi, sudah lama tidak digelar. Jadi kami melaksanakan warming up di HPT. Untuk agenda selanjutnya direncanakan di akhir Oktober memperingati Sumpah Pemuda atau di awal November memperingati Hari Pahlawan," tukasnya.

- Advertisement -

Dijelaskannya, endurance ride berbeda dengan pacuan kuda. Dalam endurance ride, penunggang atau rider harus menyatu dengan kuda yang ditunggangi, yaitu tidak boleh menyiksa seperti memakai pecut dan spur.

Baca Juga:  Musda Kagama Riau 2025 Diawali Aksi Nyata: Bakti Sosial dan Penanaman Pohon

"Kalau di pacu boleh, kalau di endurance tidak boleh. Pemenang dari endurance ini bukan yang pertama finish, tapi dicek jantungnya, paling tinggi 58. Jika di atas itu didiskualifikasi. Juga dicek apakah kudanya pincang atau tidak," ujarnya.

- Advertisement -

Dede mengungkapkan, iven ini adalah iven dengan standar internasional. Peserta yang berhasil akan mendapatkan sertifikat internasional dan bisa menggunakannya untuk berlaga di ajang endurance ride yang lebih tinggi. "Sertifikat 20 km ini diakui internasional, namun harus lulus dua kali dulu batu bisa ikut iven yang 40 km," pungkasnya.

 

Laporan: Mujawaroh Annafi (Pekanbaru)

Editor: E Sulaiman

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Dalam rangka mencari dan mendukung bibit-bibit ungul untuk bisa berlaga di kancah nasional dan internasional, House Power Tambusai (HPT) menyelenggarakan Endurance Ride 20 km, Ahad (26/9/2021).

Ketua Panitia HPT Endurance Ride 20 km 2021 Dede Firmansyah mengatakan, sebelum pandemi agenda ini rutin dilaksanakan setiap tahun. "Agenda ini untuk mendukung dan mencari bibit unggul agar bisa berlaga di kancah nasional dan internasional. Tahun 2017 lalu, Riau pernah kirimkam atlet berkuda ke Kuala Lumput untuk berlaga," katanya.

Dede berharap, iven ini didukung oleh Pemerintah Kota Pekanbaru, Pemerintah Provinsi Riau dan lain-lain. Menurutnya Riau pernah menyabet juara tiga Halal Tourism berkat adanya iven berkuda di Pekanbaru. "Ini jadi catatan khusus Pemko dan Pemprov, semoga bisa disupport pemerintah setempat," ujarnya

Baca Juga:  Apresiasi atas Kerja Keras dan Keberhasilan Polri

Dijelaskan Dede Endurance Ride adalah iven berkuda yang pertama kali diadakan di Indonesia pada tahun 2016 lalu dan diadakan setiap akhir Oktober dalam rangka menyambut Hari Sumpah Pemuda. Selama tiga tahun, iven ini menjadi kalender iven oleh Pemko Pekanbaru, sebelum pandemi menyerang.

"Tahun 2017 sampai 2019, disupport Walikota Pekanbaru. Ini setelah dua tahun semenjak pandemi, sudah lama tidak digelar. Jadi kami melaksanakan warming up di HPT. Untuk agenda selanjutnya direncanakan di akhir Oktober memperingati Sumpah Pemuda atau di awal November memperingati Hari Pahlawan," tukasnya.

Dijelaskannya, endurance ride berbeda dengan pacuan kuda. Dalam endurance ride, penunggang atau rider harus menyatu dengan kuda yang ditunggangi, yaitu tidak boleh menyiksa seperti memakai pecut dan spur.

Baca Juga:  Kemendiktisaintek-Unilak Bawa Angin Segar Bisnis Songket Melayu, Angkat Derajat IRT ke Pasar Digital

"Kalau di pacu boleh, kalau di endurance tidak boleh. Pemenang dari endurance ini bukan yang pertama finish, tapi dicek jantungnya, paling tinggi 58. Jika di atas itu didiskualifikasi. Juga dicek apakah kudanya pincang atau tidak," ujarnya.

Dede mengungkapkan, iven ini adalah iven dengan standar internasional. Peserta yang berhasil akan mendapatkan sertifikat internasional dan bisa menggunakannya untuk berlaga di ajang endurance ride yang lebih tinggi. "Sertifikat 20 km ini diakui internasional, namun harus lulus dua kali dulu batu bisa ikut iven yang 40 km," pungkasnya.

 

Laporan: Mujawaroh Annafi (Pekanbaru)

Editor: E Sulaiman

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari