Jumat, 12 Juni 2026
- Advertisement -

Nono: Menyelesaikan Masalah Papua Tak Cukup dengan Hukum dan Senjata

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Gugurnya Kepala BIN Daerah Papua (Kabinda) Mayjen TNI (Anm) I Gusti Putu Danny Nugraha Karya karena ditembak oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kembali menjadi catatan kelam dalam menangani masalah Papua.

Wakil Ketua DPD RI sekaligus anggota MPR RI, Nono Sampono, menegaskan, menangani masalah Papua tidak cukup melalui pendeketan hukum dan senjata. Namun, harus juga melalui pendekatan kesejahteraan dan keadilan.

Hal itu disampaikannya dalam Diskusi Empat Pilar MPR RI bertajuk "Peran TNI Polri dalam Menumpas KKB Papua", di Media Center MPR/DPR/DPD, Senayan, Jakarta, Selasa (27/4/2021).

"Kesimpulan saya, maaf, saya harus  katakan menyelesaikan masalah Papua tidak cukup dengan hukum dan senjata," kata Nono.

Baca Juga:  Balai Bahasa Riau Beri Apresiasi Tinggi kepada Datuk Seri Al azhar

Menurut Nono, semua pihak harus jujur melihat persoalan Papua. Otonomi khusus yang telah diterapkan di Papua juga harus dievaluasi sebelum diperpanjang.

"Negara ini sudah memberikan otonomi khusus, di balik ini ada anggaran yang cukup besar dan sekarang walaupun ada polemik kita menghendaki akan ada lagi. Mari kita atur, jangan sampai ada lagi yang dikorbankan, terutama rakyat," ucap Purnawirawan TNI Angkatan Laut itu.

Lebih lanjut, Nono mendorong semua pihak untuk berperan dalam menyelesaikan masalah Papua. Jangan sampai pemerintah saat ini mewarisi masalah Papua yang berlarut-larut kepada generasi mendatang.

"Jangan warisan yang masa lalu dan sekarang nanti kita limpahkan lagi buat generasi berikutnya. Apalagi dalam keadaan lebih parah, kan itu masalahnya," katanya mengakhiri.

Baca Juga:  Pasien yang Sembuh Tidak Akan Tularkan Kembali

Turut hadir dalam diskusi tersebut Anggota MPR RI Fraksi Partai Golkar Dave Akbarshah Fikarno dan Anggota MPR RI Fraksi Gerindra Yan Permenas Mandenas. 

Laporan: Yusnir (Jakarta)
Editor: Hary B Koriun

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Gugurnya Kepala BIN Daerah Papua (Kabinda) Mayjen TNI (Anm) I Gusti Putu Danny Nugraha Karya karena ditembak oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kembali menjadi catatan kelam dalam menangani masalah Papua.

Wakil Ketua DPD RI sekaligus anggota MPR RI, Nono Sampono, menegaskan, menangani masalah Papua tidak cukup melalui pendeketan hukum dan senjata. Namun, harus juga melalui pendekatan kesejahteraan dan keadilan.

Hal itu disampaikannya dalam Diskusi Empat Pilar MPR RI bertajuk "Peran TNI Polri dalam Menumpas KKB Papua", di Media Center MPR/DPR/DPD, Senayan, Jakarta, Selasa (27/4/2021).

"Kesimpulan saya, maaf, saya harus  katakan menyelesaikan masalah Papua tidak cukup dengan hukum dan senjata," kata Nono.

Baca Juga:  Balai Bahasa Riau Beri Apresiasi Tinggi kepada Datuk Seri Al azhar

Menurut Nono, semua pihak harus jujur melihat persoalan Papua. Otonomi khusus yang telah diterapkan di Papua juga harus dievaluasi sebelum diperpanjang.

- Advertisement -

"Negara ini sudah memberikan otonomi khusus, di balik ini ada anggaran yang cukup besar dan sekarang walaupun ada polemik kita menghendaki akan ada lagi. Mari kita atur, jangan sampai ada lagi yang dikorbankan, terutama rakyat," ucap Purnawirawan TNI Angkatan Laut itu.

Lebih lanjut, Nono mendorong semua pihak untuk berperan dalam menyelesaikan masalah Papua. Jangan sampai pemerintah saat ini mewarisi masalah Papua yang berlarut-larut kepada generasi mendatang.

- Advertisement -

"Jangan warisan yang masa lalu dan sekarang nanti kita limpahkan lagi buat generasi berikutnya. Apalagi dalam keadaan lebih parah, kan itu masalahnya," katanya mengakhiri.

Baca Juga:  Anwar Ibrahim Ditelikung Mahathir, Muhyiddin Dapat Berkah

Turut hadir dalam diskusi tersebut Anggota MPR RI Fraksi Partai Golkar Dave Akbarshah Fikarno dan Anggota MPR RI Fraksi Gerindra Yan Permenas Mandenas. 

Laporan: Yusnir (Jakarta)
Editor: Hary B Koriun

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Gugurnya Kepala BIN Daerah Papua (Kabinda) Mayjen TNI (Anm) I Gusti Putu Danny Nugraha Karya karena ditembak oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kembali menjadi catatan kelam dalam menangani masalah Papua.

Wakil Ketua DPD RI sekaligus anggota MPR RI, Nono Sampono, menegaskan, menangani masalah Papua tidak cukup melalui pendeketan hukum dan senjata. Namun, harus juga melalui pendekatan kesejahteraan dan keadilan.

Hal itu disampaikannya dalam Diskusi Empat Pilar MPR RI bertajuk "Peran TNI Polri dalam Menumpas KKB Papua", di Media Center MPR/DPR/DPD, Senayan, Jakarta, Selasa (27/4/2021).

"Kesimpulan saya, maaf, saya harus  katakan menyelesaikan masalah Papua tidak cukup dengan hukum dan senjata," kata Nono.

Baca Juga:  Balai Bahasa Riau Beri Apresiasi Tinggi kepada Datuk Seri Al azhar

Menurut Nono, semua pihak harus jujur melihat persoalan Papua. Otonomi khusus yang telah diterapkan di Papua juga harus dievaluasi sebelum diperpanjang.

"Negara ini sudah memberikan otonomi khusus, di balik ini ada anggaran yang cukup besar dan sekarang walaupun ada polemik kita menghendaki akan ada lagi. Mari kita atur, jangan sampai ada lagi yang dikorbankan, terutama rakyat," ucap Purnawirawan TNI Angkatan Laut itu.

Lebih lanjut, Nono mendorong semua pihak untuk berperan dalam menyelesaikan masalah Papua. Jangan sampai pemerintah saat ini mewarisi masalah Papua yang berlarut-larut kepada generasi mendatang.

"Jangan warisan yang masa lalu dan sekarang nanti kita limpahkan lagi buat generasi berikutnya. Apalagi dalam keadaan lebih parah, kan itu masalahnya," katanya mengakhiri.

Baca Juga:  Jangan Ngebut, Mulai 1 April Polri Berlakukan Tilang Elektronik di Jalan Tol

Turut hadir dalam diskusi tersebut Anggota MPR RI Fraksi Partai Golkar Dave Akbarshah Fikarno dan Anggota MPR RI Fraksi Gerindra Yan Permenas Mandenas. 

Laporan: Yusnir (Jakarta)
Editor: Hary B Koriun

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari