Kamis, 26 Maret 2026
- Advertisement -

Pesona Budaya dan Wisata Cipang Kanan

PEKANBARU  (RIAUPOS.CO) — Untuk mencapai Desa Cipang Kanan, Kecamatan Rokan IV Koto, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) banyak rintangan yang harus dilewati. Mulai dari naik turun bukit hingga ekstrimnya badan jalan usai diguyur hujan.

Kepala Desa Cipang Kanan, Abadi, menceritakan kondisi desanya yang berada di perbatasan Riau dan Sumbar saat melakukan diskusi santai Nongkrong Bertuah (Nongkah) bersama Komunitas Seni Rumah Sunting di Basecamp Rumah Sunting, Jalan Handayani, Marpoyan Damai, Pekanbaru, Rabu (24/3) lalu.
 
Menurut Abadi, banyak hal tentang tanah kelahirannya, di Cipang Kanan yang tak pernah diketahui khalayak ramai. Desa ini sudah ada sejak ratusan tahun silam, dan dihuni 1.400 jiwa lebih dengan penghasilan bersumber dari kebun karet, pinang dan nelayan.

Baca Juga:  Buruh Ancam Gelar Aksi Tolak RUU Cipta Kerja, DPR: DIM Saja Belum Ada

Namun, kondisi infrastruktur jalan yang belum memadai serta sistem telekomunikasi yang kadang ada dan tidak, memang harus membuat dirinya dan sejumlah warga setempat bekerja lebih keras.

"Kami fokus pada infrastruktur jalan dan setiap tahun kami usulkan untuk perbaikan. Alhamdulillah selalu ada meski berangsur sedikit demi sedikit. Kami juga mengembangkan ekowisata Air Terjun Sarosah Tinggi. Saat ini sedang berjuang mencari cara agar jalan sepanjang 5 Km menuju air terjun bisa dibangun," jelas Abadi.

Laporan: Prapti Dwi Lestari (Pekanbaru)
Editor: Rinaldi

 

PEKANBARU  (RIAUPOS.CO) — Untuk mencapai Desa Cipang Kanan, Kecamatan Rokan IV Koto, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) banyak rintangan yang harus dilewati. Mulai dari naik turun bukit hingga ekstrimnya badan jalan usai diguyur hujan.

Kepala Desa Cipang Kanan, Abadi, menceritakan kondisi desanya yang berada di perbatasan Riau dan Sumbar saat melakukan diskusi santai Nongkrong Bertuah (Nongkah) bersama Komunitas Seni Rumah Sunting di Basecamp Rumah Sunting, Jalan Handayani, Marpoyan Damai, Pekanbaru, Rabu (24/3) lalu.
 
Menurut Abadi, banyak hal tentang tanah kelahirannya, di Cipang Kanan yang tak pernah diketahui khalayak ramai. Desa ini sudah ada sejak ratusan tahun silam, dan dihuni 1.400 jiwa lebih dengan penghasilan bersumber dari kebun karet, pinang dan nelayan.

Baca Juga:  Bareskrim Disebut Keluarkan Surat Jalan untuk Djoko Tjandra

Namun, kondisi infrastruktur jalan yang belum memadai serta sistem telekomunikasi yang kadang ada dan tidak, memang harus membuat dirinya dan sejumlah warga setempat bekerja lebih keras.

"Kami fokus pada infrastruktur jalan dan setiap tahun kami usulkan untuk perbaikan. Alhamdulillah selalu ada meski berangsur sedikit demi sedikit. Kami juga mengembangkan ekowisata Air Terjun Sarosah Tinggi. Saat ini sedang berjuang mencari cara agar jalan sepanjang 5 Km menuju air terjun bisa dibangun," jelas Abadi.

Laporan: Prapti Dwi Lestari (Pekanbaru)
Editor: Rinaldi

- Advertisement -

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU  (RIAUPOS.CO) — Untuk mencapai Desa Cipang Kanan, Kecamatan Rokan IV Koto, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) banyak rintangan yang harus dilewati. Mulai dari naik turun bukit hingga ekstrimnya badan jalan usai diguyur hujan.

Kepala Desa Cipang Kanan, Abadi, menceritakan kondisi desanya yang berada di perbatasan Riau dan Sumbar saat melakukan diskusi santai Nongkrong Bertuah (Nongkah) bersama Komunitas Seni Rumah Sunting di Basecamp Rumah Sunting, Jalan Handayani, Marpoyan Damai, Pekanbaru, Rabu (24/3) lalu.
 
Menurut Abadi, banyak hal tentang tanah kelahirannya, di Cipang Kanan yang tak pernah diketahui khalayak ramai. Desa ini sudah ada sejak ratusan tahun silam, dan dihuni 1.400 jiwa lebih dengan penghasilan bersumber dari kebun karet, pinang dan nelayan.

Baca Juga:  Tinjau Tol Bersama Para Jenderal, Gubri Berharap Segera Diresmikan Jokowi

Namun, kondisi infrastruktur jalan yang belum memadai serta sistem telekomunikasi yang kadang ada dan tidak, memang harus membuat dirinya dan sejumlah warga setempat bekerja lebih keras.

"Kami fokus pada infrastruktur jalan dan setiap tahun kami usulkan untuk perbaikan. Alhamdulillah selalu ada meski berangsur sedikit demi sedikit. Kami juga mengembangkan ekowisata Air Terjun Sarosah Tinggi. Saat ini sedang berjuang mencari cara agar jalan sepanjang 5 Km menuju air terjun bisa dibangun," jelas Abadi.

Laporan: Prapti Dwi Lestari (Pekanbaru)
Editor: Rinaldi

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari