Minggu, 30 November 2025
spot_img

Banjir, Proses Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19 Hadapi Kendala

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Petugas pemulasaran jenazah Covid-19 Polda Metro Jaya harus berjibaku dengan banjir untuk menguburkan jenazah Covid-19. Petugas harus menerjang genangan air di permukiman warga untuk bisa membawa jenazah ke pemakaman khusus Covid-19.

Dalam sebuah video pendek terlihat jika petugas pemulasaran jenazah Covid-19 dari Direktorat Samapta Polda Metro Jaya yang dipimpin oleh perwira pengawas Ipda Nuryasin, melakukan salat jenazah untuk korban sebelum dikebumikan. Jenazah yang telah dibungkus sesuai protokol Covid-19, diletakan di atas ranjang tidur yang di bawahnya terdapat genangan air.

Setelah disalatkan, jenazah dimasukan ke dalam peti lalu dibawa menggunakan perahu karet warna biru, agar bisa keluar dari area banjir. Pemandangan ini sebelumnya tidak pernah terjadi sebelum banjir datang.

Baca Juga:  Cina dan AS Berlomba Ciptakan Vaksin Virus Corona

“Hari ini di Jakarta Timur kita lakukan evakuasi dan pemakaman jenazah,” kata Nuryasin kepada wartawan, Sabtu (20/2).

Nuryasin menyampaikan, petugas pemulasaran harus tetap bekerja dalam keadaan apapun. Termasuk ketika banjir datang. Tugas dilaksanakan demi keselamatan warga dari paparam Covid-19.

“Ini adalah tugas kita, dan kita akan terus lakukan tugas ini,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Samapta Polda Metro Jaya Kombes Pol Gatot Haribowo mengatakan, jumlah jenazah Covid-19 yang ditangani oleh jajarannya sampai hari ini berjumlah 330 jenazah. Semua petugas telah diintruksikan untuk tetao bekerja dalam keadaan apapun.

“Banjir menggenang Jakarta, Tim Pemusalaran tetap melayani masyarakat dengan baik. Apapun kondisi yang ada. Jenazah sendiri akan dimakamkan di Bambu Apus,” ucap Gatot.

Baca Juga:  Polisi Amankan Pelaku Penyalahgunaan Narkoba

Untuk pemulasaran jenazah Covid-19, Samapta Polda Metro Jaya mengerahkan 6 personel Dit Samapta, 3 anggota Polwan, 1 personel Damkar, 1 anggota Satpol PP, dan 1 anggota personel Biro Umum.(jpg)

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Petugas pemulasaran jenazah Covid-19 Polda Metro Jaya harus berjibaku dengan banjir untuk menguburkan jenazah Covid-19. Petugas harus menerjang genangan air di permukiman warga untuk bisa membawa jenazah ke pemakaman khusus Covid-19.

Dalam sebuah video pendek terlihat jika petugas pemulasaran jenazah Covid-19 dari Direktorat Samapta Polda Metro Jaya yang dipimpin oleh perwira pengawas Ipda Nuryasin, melakukan salat jenazah untuk korban sebelum dikebumikan. Jenazah yang telah dibungkus sesuai protokol Covid-19, diletakan di atas ranjang tidur yang di bawahnya terdapat genangan air.

Setelah disalatkan, jenazah dimasukan ke dalam peti lalu dibawa menggunakan perahu karet warna biru, agar bisa keluar dari area banjir. Pemandangan ini sebelumnya tidak pernah terjadi sebelum banjir datang.

Baca Juga:  Polisi Telusuri Penadah Kendaraan Bermotor

“Hari ini di Jakarta Timur kita lakukan evakuasi dan pemakaman jenazah,” kata Nuryasin kepada wartawan, Sabtu (20/2).

Nuryasin menyampaikan, petugas pemulasaran harus tetap bekerja dalam keadaan apapun. Termasuk ketika banjir datang. Tugas dilaksanakan demi keselamatan warga dari paparam Covid-19.

- Advertisement -

“Ini adalah tugas kita, dan kita akan terus lakukan tugas ini,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Samapta Polda Metro Jaya Kombes Pol Gatot Haribowo mengatakan, jumlah jenazah Covid-19 yang ditangani oleh jajarannya sampai hari ini berjumlah 330 jenazah. Semua petugas telah diintruksikan untuk tetao bekerja dalam keadaan apapun.

- Advertisement -

“Banjir menggenang Jakarta, Tim Pemusalaran tetap melayani masyarakat dengan baik. Apapun kondisi yang ada. Jenazah sendiri akan dimakamkan di Bambu Apus,” ucap Gatot.

Baca Juga:  Cina dan AS Berlomba Ciptakan Vaksin Virus Corona

Untuk pemulasaran jenazah Covid-19, Samapta Polda Metro Jaya mengerahkan 6 personel Dit Samapta, 3 anggota Polwan, 1 personel Damkar, 1 anggota Satpol PP, dan 1 anggota personel Biro Umum.(jpg)

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Petugas pemulasaran jenazah Covid-19 Polda Metro Jaya harus berjibaku dengan banjir untuk menguburkan jenazah Covid-19. Petugas harus menerjang genangan air di permukiman warga untuk bisa membawa jenazah ke pemakaman khusus Covid-19.

Dalam sebuah video pendek terlihat jika petugas pemulasaran jenazah Covid-19 dari Direktorat Samapta Polda Metro Jaya yang dipimpin oleh perwira pengawas Ipda Nuryasin, melakukan salat jenazah untuk korban sebelum dikebumikan. Jenazah yang telah dibungkus sesuai protokol Covid-19, diletakan di atas ranjang tidur yang di bawahnya terdapat genangan air.

Setelah disalatkan, jenazah dimasukan ke dalam peti lalu dibawa menggunakan perahu karet warna biru, agar bisa keluar dari area banjir. Pemandangan ini sebelumnya tidak pernah terjadi sebelum banjir datang.

Baca Juga:  Polisi Amankan Pelaku Penyalahgunaan Narkoba

“Hari ini di Jakarta Timur kita lakukan evakuasi dan pemakaman jenazah,” kata Nuryasin kepada wartawan, Sabtu (20/2).

Nuryasin menyampaikan, petugas pemulasaran harus tetap bekerja dalam keadaan apapun. Termasuk ketika banjir datang. Tugas dilaksanakan demi keselamatan warga dari paparam Covid-19.

“Ini adalah tugas kita, dan kita akan terus lakukan tugas ini,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Samapta Polda Metro Jaya Kombes Pol Gatot Haribowo mengatakan, jumlah jenazah Covid-19 yang ditangani oleh jajarannya sampai hari ini berjumlah 330 jenazah. Semua petugas telah diintruksikan untuk tetao bekerja dalam keadaan apapun.

“Banjir menggenang Jakarta, Tim Pemusalaran tetap melayani masyarakat dengan baik. Apapun kondisi yang ada. Jenazah sendiri akan dimakamkan di Bambu Apus,” ucap Gatot.

Baca Juga:  Jelang Demo, Delapan Pemuda Diamankan Polisi

Untuk pemulasaran jenazah Covid-19, Samapta Polda Metro Jaya mengerahkan 6 personel Dit Samapta, 3 anggota Polwan, 1 personel Damkar, 1 anggota Satpol PP, dan 1 anggota personel Biro Umum.(jpg)

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari