Selasa, 10 Maret 2026
- Advertisement -

Tunggal Indonesia Juara Secara Dramatis

JAKARTA (RIAUPOS.CO) –Tunggal putri Indonesia Saifi Rizka Nurhidayah tidak masuk ke dalam daftar unggulan Dutch Junior International 2020.

Saifi tidak memiliki ranking dunia. Usianya juga masih 17 tahun, cukup muda untuk turnamen kategori U-19 ini. Namun, Saifi melakukan kejutan dengan menembus final dan bablas menjadi juara pada hari yang sama.

Pada partai final di Badmintonhall Degiro, Haarlem, Belanda, (1/3) malam, Saifi mengalahkan unggulan ketiga asal Korea Selatan Lee So-yul dalam rubber game yang berlangsung sangat menegangkan dengan skor 21-18, 17-21, dan 26-24.

Game ketiga menjadi pertunjukan mentalitas luar biasa yang diperlihatkan Saifi. Dia awalnya tertinggal 2-8, namun bisa bangkit dan unggul dalam situasi 11-9.

Baca Juga:  Greysia/Apriyani: Semoga Kami Bisa Memberikan yang Terbaik

Pertandingan lantas menjadi sangat ketat. Saifi beberapa kali hampir kalah karena selalu berada di belakang. Mulai dari kondisi 19-16, 19-20, 21-22, dan 24-23.

Namun, walau dalam situasi yang sangat tertekan, Saifi berhasil membalikkan situasi yang merebut gelar juara dengan kemenangan 26-24 pada game penentuan.

Saifi yang merupakan pemain asuhan PB Mutiara Cardinal Bandung itu menyelesaikan pertandingan dalam tempo panjang mencapai 1 jam dan 02 menit.

Selain Saifi, Indonesia total memborong empat gelar melalui Lanny Tria Mayasari/Jesita Putri Miantoro (ganda putri), Muhammad Rayhan Nur Fadillah/Rahmat Hidayat (ganda putra), dan Teges Satriaji Cahyo Hutomo/Indah Cahya Sari Jamil (ganda campuran).

Satu-satunya gelar yang lepas dari genggaman Indonesia adalah sektor tunggal putra.

Baca Juga:  Inter Dipermalukan Bologna di Kandang Sendiri

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) –Tunggal putri Indonesia Saifi Rizka Nurhidayah tidak masuk ke dalam daftar unggulan Dutch Junior International 2020.

Saifi tidak memiliki ranking dunia. Usianya juga masih 17 tahun, cukup muda untuk turnamen kategori U-19 ini. Namun, Saifi melakukan kejutan dengan menembus final dan bablas menjadi juara pada hari yang sama.

Pada partai final di Badmintonhall Degiro, Haarlem, Belanda, (1/3) malam, Saifi mengalahkan unggulan ketiga asal Korea Selatan Lee So-yul dalam rubber game yang berlangsung sangat menegangkan dengan skor 21-18, 17-21, dan 26-24.

Game ketiga menjadi pertunjukan mentalitas luar biasa yang diperlihatkan Saifi. Dia awalnya tertinggal 2-8, namun bisa bangkit dan unggul dalam situasi 11-9.

Baca Juga:  Kapten MU Harry Maguire Dapat Ancaman Bom

Pertandingan lantas menjadi sangat ketat. Saifi beberapa kali hampir kalah karena selalu berada di belakang. Mulai dari kondisi 19-16, 19-20, 21-22, dan 24-23.

- Advertisement -

Namun, walau dalam situasi yang sangat tertekan, Saifi berhasil membalikkan situasi yang merebut gelar juara dengan kemenangan 26-24 pada game penentuan.

Saifi yang merupakan pemain asuhan PB Mutiara Cardinal Bandung itu menyelesaikan pertandingan dalam tempo panjang mencapai 1 jam dan 02 menit.

- Advertisement -

Selain Saifi, Indonesia total memborong empat gelar melalui Lanny Tria Mayasari/Jesita Putri Miantoro (ganda putri), Muhammad Rayhan Nur Fadillah/Rahmat Hidayat (ganda putra), dan Teges Satriaji Cahyo Hutomo/Indah Cahya Sari Jamil (ganda campuran).

Satu-satunya gelar yang lepas dari genggaman Indonesia adalah sektor tunggal putra.

Baca Juga:  Jorge Lorenzo Tak Sabar Jajal Lintasan Bergelombang Silverstone

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) –Tunggal putri Indonesia Saifi Rizka Nurhidayah tidak masuk ke dalam daftar unggulan Dutch Junior International 2020.

Saifi tidak memiliki ranking dunia. Usianya juga masih 17 tahun, cukup muda untuk turnamen kategori U-19 ini. Namun, Saifi melakukan kejutan dengan menembus final dan bablas menjadi juara pada hari yang sama.

Pada partai final di Badmintonhall Degiro, Haarlem, Belanda, (1/3) malam, Saifi mengalahkan unggulan ketiga asal Korea Selatan Lee So-yul dalam rubber game yang berlangsung sangat menegangkan dengan skor 21-18, 17-21, dan 26-24.

Game ketiga menjadi pertunjukan mentalitas luar biasa yang diperlihatkan Saifi. Dia awalnya tertinggal 2-8, namun bisa bangkit dan unggul dalam situasi 11-9.

Baca Juga:  Inter Dipermalukan Bologna di Kandang Sendiri

Pertandingan lantas menjadi sangat ketat. Saifi beberapa kali hampir kalah karena selalu berada di belakang. Mulai dari kondisi 19-16, 19-20, 21-22, dan 24-23.

Namun, walau dalam situasi yang sangat tertekan, Saifi berhasil membalikkan situasi yang merebut gelar juara dengan kemenangan 26-24 pada game penentuan.

Saifi yang merupakan pemain asuhan PB Mutiara Cardinal Bandung itu menyelesaikan pertandingan dalam tempo panjang mencapai 1 jam dan 02 menit.

Selain Saifi, Indonesia total memborong empat gelar melalui Lanny Tria Mayasari/Jesita Putri Miantoro (ganda putri), Muhammad Rayhan Nur Fadillah/Rahmat Hidayat (ganda putra), dan Teges Satriaji Cahyo Hutomo/Indah Cahya Sari Jamil (ganda campuran).

Satu-satunya gelar yang lepas dari genggaman Indonesia adalah sektor tunggal putra.

Baca Juga:  Jorge Lorenzo Tak Sabar Jajal Lintasan Bergelombang Silverstone

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari