Jumat, 4 September 2026
- Advertisement -

Sekolah Tatap Muka Masih Belum Pasti

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Sekolah tatap muka yang direncanakan mulai diberlakukan awal 2021 masih belum pasti. Hingga jelang akhir Desember 2020 ini, kepastian dari pemerintah pusat terkait rencana ini belum didapat. 

Demikian disampaikan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Pekanbaru Dr Ismardi Ilyas, Senin (28/12). "Untuk sekolah sudah ada secara lisan disampaikan,baik media cetak maupun media elektronik. Tapi sampai saat ini belum ada edaran yang sampai kepada kita," kata dia. 

Dia melanjutkan, sejumlah sekolah di Kota Pekanbaru sudah siap untuk melakukan proses sekolah tatap muka. Hanya saja, Disdik Kota Pekanbaru masih menunggu edaran dari pusat dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sebagai pedoman pelaksanaan sekolah tatap muka tersebut.

Baca Juga:  Disdik Ingin Tatap Muka Dimulai Pekan Depan

Ismardi menyebut, pihaknya sudah mengatur skema jika surat keputusan dari Kemendikbud sudah turun ke Pemko Pekanbaru. Sekolah tatap muka akan dilakukan secara bertahap dan tetap dibarengi dengan sistem dalam jaringan (daring).

"Kita sudah siap, kalau memang nanti pemerintah suruh buka, kita sudah siap. Dan kita melakukan survei terus," terangnya. 

Dijelaskannya, kalaupun memang sekolah tatap muka dibuka, belum tentu dibuka secara keseluruhan. Sekolah tatap muka itu tetap dilakukan secara bertahap. "Kita akan lihat mana sekolah yang paling siap, dan mereka itu berada di wilayah mana. Apakah zona merah, kuning atau hijau," ucapnya.

Berdasarkan zona itu kata Ismardi, masing-masing sekolah nantinya akan berbeda-beda. Bisa saja sekolah satu dengan yang lainnya berbeda jumlah belajar tatap muka dalam sepekan. Kalau merah bisa saja satu kali sepekan, kuning dua kali sepekan dan hijau tiga kali sepekan. 

Baca Juga:  Bagikan Paket Bansos di Posko PPKM di Kota Pekanbaru

Selain itu, ditegaskannya bahwa sekolah tatap muka itu tetap dibarengi dengan pembelajaran jarak jauh. Karena sekolah saat ini masih dalam kondisi pandemi Covid-19.(ali)

 

Pesan Redaksi:

Mari bersama-sama melawan Covid-19. Riaupos.co mengajak seluruh pembaca ikut mengampanyekan gerakan 3M Lawan Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan dalam aktivitas sehari-hari. Ingat pesan Ibu, selalu Memakai masker, Mencuci tangan dan Menjaga jarak serta hindari kerumunan.

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagajarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Sekolah tatap muka yang direncanakan mulai diberlakukan awal 2021 masih belum pasti. Hingga jelang akhir Desember 2020 ini, kepastian dari pemerintah pusat terkait rencana ini belum didapat. 

Demikian disampaikan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Pekanbaru Dr Ismardi Ilyas, Senin (28/12). "Untuk sekolah sudah ada secara lisan disampaikan,baik media cetak maupun media elektronik. Tapi sampai saat ini belum ada edaran yang sampai kepada kita," kata dia. 

Dia melanjutkan, sejumlah sekolah di Kota Pekanbaru sudah siap untuk melakukan proses sekolah tatap muka. Hanya saja, Disdik Kota Pekanbaru masih menunggu edaran dari pusat dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sebagai pedoman pelaksanaan sekolah tatap muka tersebut.

Baca Juga:  Perempuan Terjatuh dari Fly Over Pasar Pagi Arengka, Ditemukan Tak Sadarkan Diri

Ismardi menyebut, pihaknya sudah mengatur skema jika surat keputusan dari Kemendikbud sudah turun ke Pemko Pekanbaru. Sekolah tatap muka akan dilakukan secara bertahap dan tetap dibarengi dengan sistem dalam jaringan (daring).

"Kita sudah siap, kalau memang nanti pemerintah suruh buka, kita sudah siap. Dan kita melakukan survei terus," terangnya. 

- Advertisement -

Dijelaskannya, kalaupun memang sekolah tatap muka dibuka, belum tentu dibuka secara keseluruhan. Sekolah tatap muka itu tetap dilakukan secara bertahap. "Kita akan lihat mana sekolah yang paling siap, dan mereka itu berada di wilayah mana. Apakah zona merah, kuning atau hijau," ucapnya.

Berdasarkan zona itu kata Ismardi, masing-masing sekolah nantinya akan berbeda-beda. Bisa saja sekolah satu dengan yang lainnya berbeda jumlah belajar tatap muka dalam sepekan. Kalau merah bisa saja satu kali sepekan, kuning dua kali sepekan dan hijau tiga kali sepekan. 

- Advertisement -
Baca Juga:  Terowongan Pejalan Kaki Segera Difungsikan

Selain itu, ditegaskannya bahwa sekolah tatap muka itu tetap dibarengi dengan pembelajaran jarak jauh. Karena sekolah saat ini masih dalam kondisi pandemi Covid-19.(ali)

 

Pesan Redaksi:

Mari bersama-sama melawan Covid-19. Riaupos.co mengajak seluruh pembaca ikut mengampanyekan gerakan 3M Lawan Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan dalam aktivitas sehari-hari. Ingat pesan Ibu, selalu Memakai masker, Mencuci tangan dan Menjaga jarak serta hindari kerumunan.

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagajarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Sekolah tatap muka yang direncanakan mulai diberlakukan awal 2021 masih belum pasti. Hingga jelang akhir Desember 2020 ini, kepastian dari pemerintah pusat terkait rencana ini belum didapat. 

Demikian disampaikan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Pekanbaru Dr Ismardi Ilyas, Senin (28/12). "Untuk sekolah sudah ada secara lisan disampaikan,baik media cetak maupun media elektronik. Tapi sampai saat ini belum ada edaran yang sampai kepada kita," kata dia. 

Dia melanjutkan, sejumlah sekolah di Kota Pekanbaru sudah siap untuk melakukan proses sekolah tatap muka. Hanya saja, Disdik Kota Pekanbaru masih menunggu edaran dari pusat dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sebagai pedoman pelaksanaan sekolah tatap muka tersebut.

Baca Juga:  Imlek 2577 Kongzili di Pekanbaru Tampil Berbeda, Fokus Kebersamaan dan Toleransi

Ismardi menyebut, pihaknya sudah mengatur skema jika surat keputusan dari Kemendikbud sudah turun ke Pemko Pekanbaru. Sekolah tatap muka akan dilakukan secara bertahap dan tetap dibarengi dengan sistem dalam jaringan (daring).

"Kita sudah siap, kalau memang nanti pemerintah suruh buka, kita sudah siap. Dan kita melakukan survei terus," terangnya. 

Dijelaskannya, kalaupun memang sekolah tatap muka dibuka, belum tentu dibuka secara keseluruhan. Sekolah tatap muka itu tetap dilakukan secara bertahap. "Kita akan lihat mana sekolah yang paling siap, dan mereka itu berada di wilayah mana. Apakah zona merah, kuning atau hijau," ucapnya.

Berdasarkan zona itu kata Ismardi, masing-masing sekolah nantinya akan berbeda-beda. Bisa saja sekolah satu dengan yang lainnya berbeda jumlah belajar tatap muka dalam sepekan. Kalau merah bisa saja satu kali sepekan, kuning dua kali sepekan dan hijau tiga kali sepekan. 

Baca Juga:  Jangan Mudah Tergiur Promosi Kosmetik Ilegal

Selain itu, ditegaskannya bahwa sekolah tatap muka itu tetap dibarengi dengan pembelajaran jarak jauh. Karena sekolah saat ini masih dalam kondisi pandemi Covid-19.(ali)

 

Pesan Redaksi:

Mari bersama-sama melawan Covid-19. Riaupos.co mengajak seluruh pembaca ikut mengampanyekan gerakan 3M Lawan Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan dalam aktivitas sehari-hari. Ingat pesan Ibu, selalu Memakai masker, Mencuci tangan dan Menjaga jarak serta hindari kerumunan.

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagajarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari