Sabtu, 30 Mei 2026
- Advertisement -

Sekjen PPP Apresiasi Sikap Amien Rais

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (Sekjen PPP) Arsul Sani menilai pernyataan Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais mempersilakan Jokowi – KH Ma’ruf Amin bekerja memimpin Indonesia selama periode 2019 – 2024 sudah tepat. Menurut Arsul, sebuah kompetisi pemilu harus ada akhirnya.

Dalam Undang-Undang Pemilu, kata dia, ketika KPU sudah menetapkan presiden dan wakil presiden terpilih maka kompetisi itu telah berakhir.

“Jadi memang yang disampaikan Pak Amien itu memang sudah seharusnya seperti itu. Dan itu menandakan bahwa demokrasi kita berjalan dengan baik,” kata Arsul di gedung DPR, Jakarta, Selasa (16/7).

Arsul mengatakan, kalau elite partai tidak bersikap seperti itu, maka hal tersebut menandakan demokrasi tidak berjalan dengan baik karena kompetisi seperti tidak akhir.

Baca Juga:  Gerindra Tentukan Sikap di Rumah Prabowo

“Bahkan di negara-negara maju pihak yang kalah selalu menyampaikan pidato confiding speech atau pidato pengakuan kekalahan,” ungkap wakil ketua Tim Kampanye Nasional Joko Widodo – KH Ma’ruf Amin itu.

Menurut Arsul, partai politik yang berada di luar pemerintahan tetap punya tugas mengkritik. Hanya saja, ujar Arsul, jangan sampai perubahan sikap yang dari awal keras menjadi lembut, diartikan sebagai tanda-tanda bergabung dalam pemerintahan.

“Jangan dimaknai bahwa kalau kemudian keras menjadi soft itu tanda-tanda mau masuk dalam pemerintahan, jangan begitu jugalah karena tidak mungkin semua masuk di pemerintahan. Orang seperti Pak Amin juga mengatakan demokrasi akan mati kalau semua (di pemerintahan), kalau tidak ada oposisinya,” katanya. (boy)

Baca Juga:  RUU Omnibus Law Berpotensi Maladministrasi

Sumber: JPNN.com
Editor: Deslina

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (Sekjen PPP) Arsul Sani menilai pernyataan Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais mempersilakan Jokowi – KH Ma’ruf Amin bekerja memimpin Indonesia selama periode 2019 – 2024 sudah tepat. Menurut Arsul, sebuah kompetisi pemilu harus ada akhirnya.

Dalam Undang-Undang Pemilu, kata dia, ketika KPU sudah menetapkan presiden dan wakil presiden terpilih maka kompetisi itu telah berakhir.

“Jadi memang yang disampaikan Pak Amien itu memang sudah seharusnya seperti itu. Dan itu menandakan bahwa demokrasi kita berjalan dengan baik,” kata Arsul di gedung DPR, Jakarta, Selasa (16/7).

Arsul mengatakan, kalau elite partai tidak bersikap seperti itu, maka hal tersebut menandakan demokrasi tidak berjalan dengan baik karena kompetisi seperti tidak akhir.

Baca Juga:  Saatnya Masyarakat Dapil I Coblos H Halim Nomor 3

“Bahkan di negara-negara maju pihak yang kalah selalu menyampaikan pidato confiding speech atau pidato pengakuan kekalahan,” ungkap wakil ketua Tim Kampanye Nasional Joko Widodo – KH Ma’ruf Amin itu.

- Advertisement -

Menurut Arsul, partai politik yang berada di luar pemerintahan tetap punya tugas mengkritik. Hanya saja, ujar Arsul, jangan sampai perubahan sikap yang dari awal keras menjadi lembut, diartikan sebagai tanda-tanda bergabung dalam pemerintahan.

“Jangan dimaknai bahwa kalau kemudian keras menjadi soft itu tanda-tanda mau masuk dalam pemerintahan, jangan begitu jugalah karena tidak mungkin semua masuk di pemerintahan. Orang seperti Pak Amin juga mengatakan demokrasi akan mati kalau semua (di pemerintahan), kalau tidak ada oposisinya,” katanya. (boy)

- Advertisement -
Baca Juga:  Wakil Ketua Komisi III Dukung Marhum Pekan Menjadi Pahlawan Nasional

Sumber: JPNN.com
Editor: Deslina

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (Sekjen PPP) Arsul Sani menilai pernyataan Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais mempersilakan Jokowi – KH Ma’ruf Amin bekerja memimpin Indonesia selama periode 2019 – 2024 sudah tepat. Menurut Arsul, sebuah kompetisi pemilu harus ada akhirnya.

Dalam Undang-Undang Pemilu, kata dia, ketika KPU sudah menetapkan presiden dan wakil presiden terpilih maka kompetisi itu telah berakhir.

“Jadi memang yang disampaikan Pak Amien itu memang sudah seharusnya seperti itu. Dan itu menandakan bahwa demokrasi kita berjalan dengan baik,” kata Arsul di gedung DPR, Jakarta, Selasa (16/7).

Arsul mengatakan, kalau elite partai tidak bersikap seperti itu, maka hal tersebut menandakan demokrasi tidak berjalan dengan baik karena kompetisi seperti tidak akhir.

Baca Juga:  Gerindra Tentukan Sikap di Rumah Prabowo

“Bahkan di negara-negara maju pihak yang kalah selalu menyampaikan pidato confiding speech atau pidato pengakuan kekalahan,” ungkap wakil ketua Tim Kampanye Nasional Joko Widodo – KH Ma’ruf Amin itu.

Menurut Arsul, partai politik yang berada di luar pemerintahan tetap punya tugas mengkritik. Hanya saja, ujar Arsul, jangan sampai perubahan sikap yang dari awal keras menjadi lembut, diartikan sebagai tanda-tanda bergabung dalam pemerintahan.

“Jangan dimaknai bahwa kalau kemudian keras menjadi soft itu tanda-tanda mau masuk dalam pemerintahan, jangan begitu jugalah karena tidak mungkin semua masuk di pemerintahan. Orang seperti Pak Amin juga mengatakan demokrasi akan mati kalau semua (di pemerintahan), kalau tidak ada oposisinya,” katanya. (boy)

Baca Juga:  KPU RI Bantah Hentikan Tahapan Rekapitulasi

Sumber: JPNN.com
Editor: Deslina

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari