Senin, 9 Maret 2026
- Advertisement -

Pak Menteri, Ini Cara Jadikan PJJ Permanen

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim akan mengadopsi teknologi dalam sistem pendidikan Indonesia di masa mendatang atau yang disebut pembelajaran jarak jauh (PJJ). Namun, untuk caranya, masih belum dijelaskan lebih lanjut.

Wakil Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (Wasekjen FSGI) Satriawan Salim pun memberikan masukan bagaimana hal tersebut bisa tercapai. Salah satunya adalah mengubah kebiasaan, dari offline ke online.

Adapun, pihak Kemendikbud dan Dinas Pendidikan (Disdik) setempat harus memiliki intervensi terhadap hal tersebut. Tidak hanya dengan memberikan penjelasan saja tanpa instruksi bagaimana mengoperasikan teknologi.

"Harus ada pendampingan dan pelatihan dari Kemendikbud dan Disdik karena mereka juga punya tanggungjawab, beri pelatihan kepada para guru, baik online maupun offline, itu harus diberikan pelatihan, kalau tidak gurunya akan ngeraba-raba sendiri," jelas dia ketika dihubungi JawaPos.com, Sabtu (18/7).

Baca Juga:  Ingin Lolos ke Australia, WN Bangladesh dan Rohingya Bayar Rp 172 Juta ke Agen

Meskipun mengikuti filosifi Ki Hajar Dewantara dalam program Merdeka Belajar, bukan berarti Kemendikbud lepas tangan dalam mengayomi para guru untuk pelatihan pengoperasian teknologi.

"Dalam hal ini, guru memiliki kemerdekaan dalam pembelajaran, tetapi konteks guru-guru di Indonesia masih butuh pendampingan, jangan menggunakan kacamata Jakarta saja. Lihat saja hasil uji kompetensi guru, kan masih rendah. Artinya butuh pendampingan, masa orang yang uji kompetensinya rendah dibiarin aja," tutur dia.

Dia juga mengungkapkan, tidak bisa dipungkiri bahwa keterbatasan infrastruktur menjadi hambatan besar dalam mengadopsi teknologi. Maka dari itu, dibutuhkan peran pemerintah pusat, dalam hal ini Kemendikbud untuk mempercepat pemerataan teknologi, khususnya di daerah 3T (tertinggal, terdepan dan terluar).

Baca Juga:  Ibu Hamil Wajib Tes HIV/AIDS

"Kebutuhan terhadap gawai dan internet itu sebagai kebutuhan pokok pembelajaran, pemerintah harus mengintervensi itu, hadirkan sekolah-sekolah di seluruh Indonesia itu internet, gratis kalau perlu di sekolah-sekolah negeri dan swasta itu," ucapnya.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim akan mengadopsi teknologi dalam sistem pendidikan Indonesia di masa mendatang atau yang disebut pembelajaran jarak jauh (PJJ). Namun, untuk caranya, masih belum dijelaskan lebih lanjut.

Wakil Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (Wasekjen FSGI) Satriawan Salim pun memberikan masukan bagaimana hal tersebut bisa tercapai. Salah satunya adalah mengubah kebiasaan, dari offline ke online.

Adapun, pihak Kemendikbud dan Dinas Pendidikan (Disdik) setempat harus memiliki intervensi terhadap hal tersebut. Tidak hanya dengan memberikan penjelasan saja tanpa instruksi bagaimana mengoperasikan teknologi.

"Harus ada pendampingan dan pelatihan dari Kemendikbud dan Disdik karena mereka juga punya tanggungjawab, beri pelatihan kepada para guru, baik online maupun offline, itu harus diberikan pelatihan, kalau tidak gurunya akan ngeraba-raba sendiri," jelas dia ketika dihubungi JawaPos.com, Sabtu (18/7).

Baca Juga:  Adik Kim Jong Un Warning AS: Jangan Bikin Kesal Kalau Ingin Damai

Meskipun mengikuti filosifi Ki Hajar Dewantara dalam program Merdeka Belajar, bukan berarti Kemendikbud lepas tangan dalam mengayomi para guru untuk pelatihan pengoperasian teknologi.

- Advertisement -

"Dalam hal ini, guru memiliki kemerdekaan dalam pembelajaran, tetapi konteks guru-guru di Indonesia masih butuh pendampingan, jangan menggunakan kacamata Jakarta saja. Lihat saja hasil uji kompetensi guru, kan masih rendah. Artinya butuh pendampingan, masa orang yang uji kompetensinya rendah dibiarin aja," tutur dia.

Dia juga mengungkapkan, tidak bisa dipungkiri bahwa keterbatasan infrastruktur menjadi hambatan besar dalam mengadopsi teknologi. Maka dari itu, dibutuhkan peran pemerintah pusat, dalam hal ini Kemendikbud untuk mempercepat pemerataan teknologi, khususnya di daerah 3T (tertinggal, terdepan dan terluar).

- Advertisement -
Baca Juga:  Ibu Hamil Wajib Tes HIV/AIDS

"Kebutuhan terhadap gawai dan internet itu sebagai kebutuhan pokok pembelajaran, pemerintah harus mengintervensi itu, hadirkan sekolah-sekolah di seluruh Indonesia itu internet, gratis kalau perlu di sekolah-sekolah negeri dan swasta itu," ucapnya.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim akan mengadopsi teknologi dalam sistem pendidikan Indonesia di masa mendatang atau yang disebut pembelajaran jarak jauh (PJJ). Namun, untuk caranya, masih belum dijelaskan lebih lanjut.

Wakil Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (Wasekjen FSGI) Satriawan Salim pun memberikan masukan bagaimana hal tersebut bisa tercapai. Salah satunya adalah mengubah kebiasaan, dari offline ke online.

Adapun, pihak Kemendikbud dan Dinas Pendidikan (Disdik) setempat harus memiliki intervensi terhadap hal tersebut. Tidak hanya dengan memberikan penjelasan saja tanpa instruksi bagaimana mengoperasikan teknologi.

"Harus ada pendampingan dan pelatihan dari Kemendikbud dan Disdik karena mereka juga punya tanggungjawab, beri pelatihan kepada para guru, baik online maupun offline, itu harus diberikan pelatihan, kalau tidak gurunya akan ngeraba-raba sendiri," jelas dia ketika dihubungi JawaPos.com, Sabtu (18/7).

Baca Juga:  BPK Sumbar Temukan Penggelembungan Harga Hand Sanitizer hingga 4,9 M

Meskipun mengikuti filosifi Ki Hajar Dewantara dalam program Merdeka Belajar, bukan berarti Kemendikbud lepas tangan dalam mengayomi para guru untuk pelatihan pengoperasian teknologi.

"Dalam hal ini, guru memiliki kemerdekaan dalam pembelajaran, tetapi konteks guru-guru di Indonesia masih butuh pendampingan, jangan menggunakan kacamata Jakarta saja. Lihat saja hasil uji kompetensi guru, kan masih rendah. Artinya butuh pendampingan, masa orang yang uji kompetensinya rendah dibiarin aja," tutur dia.

Dia juga mengungkapkan, tidak bisa dipungkiri bahwa keterbatasan infrastruktur menjadi hambatan besar dalam mengadopsi teknologi. Maka dari itu, dibutuhkan peran pemerintah pusat, dalam hal ini Kemendikbud untuk mempercepat pemerataan teknologi, khususnya di daerah 3T (tertinggal, terdepan dan terluar).

Baca Juga:  Indikator Lomba Aku Hatinya PKK Rohul Cukup Bagus 

"Kebutuhan terhadap gawai dan internet itu sebagai kebutuhan pokok pembelajaran, pemerintah harus mengintervensi itu, hadirkan sekolah-sekolah di seluruh Indonesia itu internet, gratis kalau perlu di sekolah-sekolah negeri dan swasta itu," ucapnya.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari