Selasa, 16 Juni 2026
- Advertisement -

Jokowi Akui Faktor Cuaca Memengaruhi Pesatnya Penyebaran Covid-19

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Presiden Joko Widodo menyampaikan, faktor cuaca turut mempengaruhi penularan virus korona atau Covid-19. Hal ini membuat masyarakat tetap diminta untuk menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sebagai upaya pencegahan Covid-19.

“Kalau kita lihat dengan musim yang ada sekarang, saya kira cuaca juga sangat mempengaruhi berkembangnya Covid-19 ini,” kata Jokowi dalam rapat terbatas lanjutan antisipasi mudik 2020 melalui video conference di Istana Bogor, Kamis (2/4).

Jokowi tak merinci soal kaitannya musim dengan mewabahnya Covid-19. Namun, ia mengatakan bahwa Indonesia akan memasuki puncal musim panas pada Agustus 2020 mendatang.

Sebagai upaya pencegahan penularan Covid-19, Jokowi menegaskan bahwa protokol kesehatan harus diterapkan secara ketat. Skenario jarak aman dan PSBB harus sejalan antara pemerintah pusat dan daerah.

Baca Juga:  Tak Ada Pemangkasan Insentif Tenaga Kesehatan

“Jaga jarak yang aman ini sesuai protokol kesehatan dengan kedisiplinan yang kuat saya kira akan berikan pengaruh yang besar terhadap jumlah yang positif Covid-19,” ucap Jokowi.

Oleh karena itu, pada level hilir, Jokowi menginginkan pengendalian penyebaran Covid-19 harus melibatkan satuan pemerintahan terkecil, misalnya keluruhan, desa, hingga RT/RW. Menurutnya, mereka dapat melakukan pengawasan terhadap pemudik dari Jabodetabek yang baru tiba di kampung halamannya.

“Pengawasan dan pengendalian di level daerah, utamanya di level kelurahan dan level desas sekarang ini saya lihat sudah mulai digerakkan oleh daerah dan mulai bergerak,” ucap Jokowi.

Jokowi mengharapkan, partisipasi masyarakat di satuan terkecil dapat bergerak dengan baik sebagai upaya pencegahan menularnya Covid-19. Pemudik yang tiba di kampung halaman harus mengisolasi diri selama 14 hari karena statusnya ODP.

Baca Juga:  Direktur KPK: Pimpinan KPK dan BKN Melawan Arahan Presiden

“Saya ingin mendorong agar ada partisipasi di tingkat komunitas baik itu RW maupun RT,” tegasnya.

 

Sumber: Jawapos.com

Editor: E Sulaiman

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Presiden Joko Widodo menyampaikan, faktor cuaca turut mempengaruhi penularan virus korona atau Covid-19. Hal ini membuat masyarakat tetap diminta untuk menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sebagai upaya pencegahan Covid-19.

“Kalau kita lihat dengan musim yang ada sekarang, saya kira cuaca juga sangat mempengaruhi berkembangnya Covid-19 ini,” kata Jokowi dalam rapat terbatas lanjutan antisipasi mudik 2020 melalui video conference di Istana Bogor, Kamis (2/4).

Jokowi tak merinci soal kaitannya musim dengan mewabahnya Covid-19. Namun, ia mengatakan bahwa Indonesia akan memasuki puncal musim panas pada Agustus 2020 mendatang.

Sebagai upaya pencegahan penularan Covid-19, Jokowi menegaskan bahwa protokol kesehatan harus diterapkan secara ketat. Skenario jarak aman dan PSBB harus sejalan antara pemerintah pusat dan daerah.

Baca Juga:  Direktur KPK: Pimpinan KPK dan BKN Melawan Arahan Presiden

“Jaga jarak yang aman ini sesuai protokol kesehatan dengan kedisiplinan yang kuat saya kira akan berikan pengaruh yang besar terhadap jumlah yang positif Covid-19,” ucap Jokowi.

- Advertisement -

Oleh karena itu, pada level hilir, Jokowi menginginkan pengendalian penyebaran Covid-19 harus melibatkan satuan pemerintahan terkecil, misalnya keluruhan, desa, hingga RT/RW. Menurutnya, mereka dapat melakukan pengawasan terhadap pemudik dari Jabodetabek yang baru tiba di kampung halamannya.

“Pengawasan dan pengendalian di level daerah, utamanya di level kelurahan dan level desas sekarang ini saya lihat sudah mulai digerakkan oleh daerah dan mulai bergerak,” ucap Jokowi.

- Advertisement -

Jokowi mengharapkan, partisipasi masyarakat di satuan terkecil dapat bergerak dengan baik sebagai upaya pencegahan menularnya Covid-19. Pemudik yang tiba di kampung halaman harus mengisolasi diri selama 14 hari karena statusnya ODP.

Baca Juga:  Soraya Abdullah Meninggal, Ini Kata Umi Pipik

“Saya ingin mendorong agar ada partisipasi di tingkat komunitas baik itu RW maupun RT,” tegasnya.

 

Sumber: Jawapos.com

Editor: E Sulaiman

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Presiden Joko Widodo menyampaikan, faktor cuaca turut mempengaruhi penularan virus korona atau Covid-19. Hal ini membuat masyarakat tetap diminta untuk menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sebagai upaya pencegahan Covid-19.

“Kalau kita lihat dengan musim yang ada sekarang, saya kira cuaca juga sangat mempengaruhi berkembangnya Covid-19 ini,” kata Jokowi dalam rapat terbatas lanjutan antisipasi mudik 2020 melalui video conference di Istana Bogor, Kamis (2/4).

Jokowi tak merinci soal kaitannya musim dengan mewabahnya Covid-19. Namun, ia mengatakan bahwa Indonesia akan memasuki puncal musim panas pada Agustus 2020 mendatang.

Sebagai upaya pencegahan penularan Covid-19, Jokowi menegaskan bahwa protokol kesehatan harus diterapkan secara ketat. Skenario jarak aman dan PSBB harus sejalan antara pemerintah pusat dan daerah.

Baca Juga:  KPU Rohil Ikuti Peluncuran Hari Pemungutan Suara Pemilu Serentak 2024

“Jaga jarak yang aman ini sesuai protokol kesehatan dengan kedisiplinan yang kuat saya kira akan berikan pengaruh yang besar terhadap jumlah yang positif Covid-19,” ucap Jokowi.

Oleh karena itu, pada level hilir, Jokowi menginginkan pengendalian penyebaran Covid-19 harus melibatkan satuan pemerintahan terkecil, misalnya keluruhan, desa, hingga RT/RW. Menurutnya, mereka dapat melakukan pengawasan terhadap pemudik dari Jabodetabek yang baru tiba di kampung halamannya.

“Pengawasan dan pengendalian di level daerah, utamanya di level kelurahan dan level desas sekarang ini saya lihat sudah mulai digerakkan oleh daerah dan mulai bergerak,” ucap Jokowi.

Jokowi mengharapkan, partisipasi masyarakat di satuan terkecil dapat bergerak dengan baik sebagai upaya pencegahan menularnya Covid-19. Pemudik yang tiba di kampung halaman harus mengisolasi diri selama 14 hari karena statusnya ODP.

Baca Juga:  Cerita Perambah yang Kini Merawat Hutan

“Saya ingin mendorong agar ada partisipasi di tingkat komunitas baik itu RW maupun RT,” tegasnya.

 

Sumber: Jawapos.com

Editor: E Sulaiman

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari