Kamis, 25 Juni 2026
- Advertisement -

BI Turunkan Proyeksi Pertumbuhan Global Jadi 3 Persen

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Bank Indonesia (BI) menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global tahun ini dari 3,1 persen menjadi 3 persen. Meski begitu, pertumbuhan ekonomi tahun depan diproyeksikan meningkat menjadi 3,4 persen dari perkiraan semula 3,2 persen.

Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan, ketidakpastian global sempat menurun karena kesepakatan tahap pertama dalam perundingan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Cina. Akan tetapi, hal tersebut tertahan setelah munculnya wabah virus corona Cina yang menyebar hingga ke beberapa negara.

Menurutnya, terdapat sejumlah indikator dini ekonomi global seperti keyakinan pelaku ekonomi, Purchasing Manager Index (PMI) dan pesanan ekspor yang menunjukkan perbaikan pada Desember 2019 hingga Januari 2020.

Baca Juga:  Pemerintah Nego Pinjaman 250 Juta Dolar AS ke Bank Pembangunan Islam

"Optimisme berubah setelah terjadinya Covid-19 yang diprakirakan akan menekan perekonomian Cina dan menghambat keberlanjutan pemulihan ekonomi global, setidaknya pada triwulan I-2020," ucapnya.

Perry menuturkan, hal tersebut berdampak pada pasar keuangan global sehingga mendorong penyesuaian aliran dana global dari negara berkembang kepada aset keuangan dan komoditas yang dianggap aman. Di sisi lain, kondisi tersebut memberikan tekanan kepada mata uang negara berkembang.

Ke depan, Perry menambahkan, upaya penanggulangan virus corona perlu terus dicermati. Pasalnya wabah ini berpengaruh terhadap prospek pertumbuhan ekonomi, volume perdagangan, dan harga komoditas dunia, serta pergerakan aliran modal ke negara berkembang, termasuk Indonesia.

"Pertumbuhan ekonomi Indonesia perlu terus didorong sehingga tetap berdaya tahan di tengah risiko tertundanya prospek pemulihan perekonomian dunia," pungkasnya.

Baca Juga:  PT TKWL Wujudkan Permintaan Masyarakat Kampung Jayapura

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Bank Indonesia (BI) menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global tahun ini dari 3,1 persen menjadi 3 persen. Meski begitu, pertumbuhan ekonomi tahun depan diproyeksikan meningkat menjadi 3,4 persen dari perkiraan semula 3,2 persen.

Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan, ketidakpastian global sempat menurun karena kesepakatan tahap pertama dalam perundingan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Cina. Akan tetapi, hal tersebut tertahan setelah munculnya wabah virus corona Cina yang menyebar hingga ke beberapa negara.

Menurutnya, terdapat sejumlah indikator dini ekonomi global seperti keyakinan pelaku ekonomi, Purchasing Manager Index (PMI) dan pesanan ekspor yang menunjukkan perbaikan pada Desember 2019 hingga Januari 2020.

Baca Juga:  RI Pertama Pengguna Bahan Bakar B30

"Optimisme berubah setelah terjadinya Covid-19 yang diprakirakan akan menekan perekonomian Cina dan menghambat keberlanjutan pemulihan ekonomi global, setidaknya pada triwulan I-2020," ucapnya.

Perry menuturkan, hal tersebut berdampak pada pasar keuangan global sehingga mendorong penyesuaian aliran dana global dari negara berkembang kepada aset keuangan dan komoditas yang dianggap aman. Di sisi lain, kondisi tersebut memberikan tekanan kepada mata uang negara berkembang.

- Advertisement -

Ke depan, Perry menambahkan, upaya penanggulangan virus corona perlu terus dicermati. Pasalnya wabah ini berpengaruh terhadap prospek pertumbuhan ekonomi, volume perdagangan, dan harga komoditas dunia, serta pergerakan aliran modal ke negara berkembang, termasuk Indonesia.

"Pertumbuhan ekonomi Indonesia perlu terus didorong sehingga tetap berdaya tahan di tengah risiko tertundanya prospek pemulihan perekonomian dunia," pungkasnya.

- Advertisement -
Baca Juga:  Pemerintah Nego Pinjaman 250 Juta Dolar AS ke Bank Pembangunan Islam

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Bank Indonesia (BI) menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global tahun ini dari 3,1 persen menjadi 3 persen. Meski begitu, pertumbuhan ekonomi tahun depan diproyeksikan meningkat menjadi 3,4 persen dari perkiraan semula 3,2 persen.

Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan, ketidakpastian global sempat menurun karena kesepakatan tahap pertama dalam perundingan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Cina. Akan tetapi, hal tersebut tertahan setelah munculnya wabah virus corona Cina yang menyebar hingga ke beberapa negara.

Menurutnya, terdapat sejumlah indikator dini ekonomi global seperti keyakinan pelaku ekonomi, Purchasing Manager Index (PMI) dan pesanan ekspor yang menunjukkan perbaikan pada Desember 2019 hingga Januari 2020.

Baca Juga:  Penjualan Perdana iPhone 11, iPhone 11 Pro dan iPhone 11 Pro Max di Jaringan Ritel Erajaya Group

"Optimisme berubah setelah terjadinya Covid-19 yang diprakirakan akan menekan perekonomian Cina dan menghambat keberlanjutan pemulihan ekonomi global, setidaknya pada triwulan I-2020," ucapnya.

Perry menuturkan, hal tersebut berdampak pada pasar keuangan global sehingga mendorong penyesuaian aliran dana global dari negara berkembang kepada aset keuangan dan komoditas yang dianggap aman. Di sisi lain, kondisi tersebut memberikan tekanan kepada mata uang negara berkembang.

Ke depan, Perry menambahkan, upaya penanggulangan virus corona perlu terus dicermati. Pasalnya wabah ini berpengaruh terhadap prospek pertumbuhan ekonomi, volume perdagangan, dan harga komoditas dunia, serta pergerakan aliran modal ke negara berkembang, termasuk Indonesia.

"Pertumbuhan ekonomi Indonesia perlu terus didorong sehingga tetap berdaya tahan di tengah risiko tertundanya prospek pemulihan perekonomian dunia," pungkasnya.

Baca Juga:  Hendra Husin Menangkan Hadiah Rezeki Mitra Bangunan

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari