Jumat, 5 Juni 2026
- Advertisement -

Masyarakat Bukit Batrem Merasa Pemko Kurang Peduli

DUMAI (RIAUPOS.CO) — Masyarakat Kelurahan Bukit Batrem merasa Pemko Dumai kurang peduli dengan pembangunan di wilayah tersebut. Padahal mereka merupakan warga yang memiliki status sah sebagai warga Dumai, namun pembangunan di wilayah yang berada di Kecamatan Dumai Timur tersebut masih minim.

"Kami ini warga Kota Dumai, itu dibuktikan kami memiliki KTP, tapi pembangunan infrastruktur masih sangat kurang," ujar Usman (41) di hadapan Wali Kota Dumai Zulkifli As saat Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RAKPD) Kota Dumai 2021, di Balai Sri Bunga Tanjung, Senin (3/2).

Ia berharap Pemko Dumai tidak menganaktirikan mereka yang tinggal di wilayah Bukit Batrem. "Kami ingin hak yang sama," tuturnya.

Baca Juga:  Hiiiii.... Ada Mayat di Parit di Dumai Timur

Ia mengatakan di Kelurahan Bukit Batrem ada danau yang memiliki potensi besar sebagai pariwisata, namun tidak dimanfaatkan. "Tolong, kami juga berhak menerima pembangunan," tuturnya.

Sementara itu, Wali Kota Dumai Zulkifli As mengatakan Pemko Dumai tidak pernah menganaktirikan warga. "Jadi tidak ada anak tiri atau anak kandung, namun di Kelurahan Bukit Batrem ini berbeda, banyak tempat yang masuk wilayah konsesi PT Chevron," tuturnya.(hsb)

DUMAI (RIAUPOS.CO) — Masyarakat Kelurahan Bukit Batrem merasa Pemko Dumai kurang peduli dengan pembangunan di wilayah tersebut. Padahal mereka merupakan warga yang memiliki status sah sebagai warga Dumai, namun pembangunan di wilayah yang berada di Kecamatan Dumai Timur tersebut masih minim.

"Kami ini warga Kota Dumai, itu dibuktikan kami memiliki KTP, tapi pembangunan infrastruktur masih sangat kurang," ujar Usman (41) di hadapan Wali Kota Dumai Zulkifli As saat Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RAKPD) Kota Dumai 2021, di Balai Sri Bunga Tanjung, Senin (3/2).

Ia berharap Pemko Dumai tidak menganaktirikan mereka yang tinggal di wilayah Bukit Batrem. "Kami ingin hak yang sama," tuturnya.

Baca Juga:  Berharap Miftachul Akhyar Tetap Jadi Ketum MUI

Ia mengatakan di Kelurahan Bukit Batrem ada danau yang memiliki potensi besar sebagai pariwisata, namun tidak dimanfaatkan. "Tolong, kami juga berhak menerima pembangunan," tuturnya.

Sementara itu, Wali Kota Dumai Zulkifli As mengatakan Pemko Dumai tidak pernah menganaktirikan warga. "Jadi tidak ada anak tiri atau anak kandung, namun di Kelurahan Bukit Batrem ini berbeda, banyak tempat yang masuk wilayah konsesi PT Chevron," tuturnya.(hsb)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

DUMAI (RIAUPOS.CO) — Masyarakat Kelurahan Bukit Batrem merasa Pemko Dumai kurang peduli dengan pembangunan di wilayah tersebut. Padahal mereka merupakan warga yang memiliki status sah sebagai warga Dumai, namun pembangunan di wilayah yang berada di Kecamatan Dumai Timur tersebut masih minim.

"Kami ini warga Kota Dumai, itu dibuktikan kami memiliki KTP, tapi pembangunan infrastruktur masih sangat kurang," ujar Usman (41) di hadapan Wali Kota Dumai Zulkifli As saat Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RAKPD) Kota Dumai 2021, di Balai Sri Bunga Tanjung, Senin (3/2).

Ia berharap Pemko Dumai tidak menganaktirikan mereka yang tinggal di wilayah Bukit Batrem. "Kami ingin hak yang sama," tuturnya.

Baca Juga:  Pendisiplinan Protokol Kesehatan, Kapolda Minta Kampar Bentuk Perda

Ia mengatakan di Kelurahan Bukit Batrem ada danau yang memiliki potensi besar sebagai pariwisata, namun tidak dimanfaatkan. "Tolong, kami juga berhak menerima pembangunan," tuturnya.

Sementara itu, Wali Kota Dumai Zulkifli As mengatakan Pemko Dumai tidak pernah menganaktirikan warga. "Jadi tidak ada anak tiri atau anak kandung, namun di Kelurahan Bukit Batrem ini berbeda, banyak tempat yang masuk wilayah konsesi PT Chevron," tuturnya.(hsb)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari