Selasa, 22 September 2026
- Advertisement -

Kabut Asap Kepung Pekanbaru, 21 Puskesmas Kini Disiagakan 24 Jam

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menyiagakan 21 Puskesmas di berbagai kecamatan untuk menghadapi dampak kabut asap yang muncul akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Fasilitas kesehatan tersebut disiapkan sebagai posko utama bagi warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap.

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan, pelayanan kesehatan di seluruh Puskesmas tetap berjalan seperti biasa, termasuk ketika memasuki hari libur atau tanggal merah. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan karena kondisi kabut asap dinilai cukup serius dan berpotensi memengaruhi kesehatan masyarakat.

“Kita menjadikan setiap Puskesmas yang ada di Pekanbaru sebagai posko utama terkait korban bencana asap yang ada di Kota Pekanbaru,” kata Agung, Rabu (26/8/2026).

Baca Juga:  Pencairan Gaji Karyawan TMP Masih Belum Jelas

Ia menyebutkan, jajaran terkait telah diminta memastikan tenaga kesehatan tetap tersedia di seluruh Puskesmas. Bahkan, fasilitas yang biasanya tidak melayani masyarakat ketika hari libur juga diminta tetap memberikan pelayanan.

Menurut Agung, kesiapan tersebut diperlukan agar masyarakat yang merasakan dampak kabut asap tidak kesulitan mendapatkan pertolongan medis ketika membutuhkan penanganan.

Berbagai kebutuhan untuk menangani gangguan kesehatan akibat asap juga telah disiapkan. Di antaranya masker, vitamin, serta perlengkapan untuk menangani penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

“Di Puskesmas kita menyiapkan ada masker, ada vitamin, termasuk juga peralatan-peralatan untuk penanganan ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut),” jelasnya.

Di tengah kondisi udara yang terdampak kabut asap, Agung mengingatkan masyarakat untuk membatasi kegiatan di luar ruangan. Warga yang harus tetap beraktivitas di luar rumah dianjurkan mengenakan masker dan memperbanyak minum air putih.

Baca Juga:  2.570 Lampion dan Kue Bulan Meriahkan Zhong Qiu

Pemko Pekanbaru juga kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara dibakar. Larangan tersebut menjadi salah satu langkah untuk mencegah munculnya titik api baru yang dapat memperburuk kondisi kabut asap.

Bagi masyarakat yang menemukan kebakaran atau menghadapi situasi darurat, Pemko Pekanbaru meminta segera menghubungi TRC 112 Pekanbaru AMAN. Layanan tersebut tersedia gratis selama 24 jam untuk membantu masyarakat dalam kondisi yang membutuhkan penanganan segera. (ilo)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menyiagakan 21 Puskesmas di berbagai kecamatan untuk menghadapi dampak kabut asap yang muncul akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Fasilitas kesehatan tersebut disiapkan sebagai posko utama bagi warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap.

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan, pelayanan kesehatan di seluruh Puskesmas tetap berjalan seperti biasa, termasuk ketika memasuki hari libur atau tanggal merah. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan karena kondisi kabut asap dinilai cukup serius dan berpotensi memengaruhi kesehatan masyarakat.

“Kita menjadikan setiap Puskesmas yang ada di Pekanbaru sebagai posko utama terkait korban bencana asap yang ada di Kota Pekanbaru,” kata Agung, Rabu (26/8/2026).

Baca Juga:  Heboh, Motor Tergeletak di Semak-semak 

Ia menyebutkan, jajaran terkait telah diminta memastikan tenaga kesehatan tetap tersedia di seluruh Puskesmas. Bahkan, fasilitas yang biasanya tidak melayani masyarakat ketika hari libur juga diminta tetap memberikan pelayanan.

Menurut Agung, kesiapan tersebut diperlukan agar masyarakat yang merasakan dampak kabut asap tidak kesulitan mendapatkan pertolongan medis ketika membutuhkan penanganan.

- Advertisement -

Berbagai kebutuhan untuk menangani gangguan kesehatan akibat asap juga telah disiapkan. Di antaranya masker, vitamin, serta perlengkapan untuk menangani penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

“Di Puskesmas kita menyiapkan ada masker, ada vitamin, termasuk juga peralatan-peralatan untuk penanganan ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut),” jelasnya.

- Advertisement -

Di tengah kondisi udara yang terdampak kabut asap, Agung mengingatkan masyarakat untuk membatasi kegiatan di luar ruangan. Warga yang harus tetap beraktivitas di luar rumah dianjurkan mengenakan masker dan memperbanyak minum air putih.

Baca Juga:  2.570 Lampion dan Kue Bulan Meriahkan Zhong Qiu

Pemko Pekanbaru juga kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara dibakar. Larangan tersebut menjadi salah satu langkah untuk mencegah munculnya titik api baru yang dapat memperburuk kondisi kabut asap.

Bagi masyarakat yang menemukan kebakaran atau menghadapi situasi darurat, Pemko Pekanbaru meminta segera menghubungi TRC 112 Pekanbaru AMAN. Layanan tersebut tersedia gratis selama 24 jam untuk membantu masyarakat dalam kondisi yang membutuhkan penanganan segera. (ilo)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menyiagakan 21 Puskesmas di berbagai kecamatan untuk menghadapi dampak kabut asap yang muncul akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Fasilitas kesehatan tersebut disiapkan sebagai posko utama bagi warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap.

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan, pelayanan kesehatan di seluruh Puskesmas tetap berjalan seperti biasa, termasuk ketika memasuki hari libur atau tanggal merah. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan karena kondisi kabut asap dinilai cukup serius dan berpotensi memengaruhi kesehatan masyarakat.

“Kita menjadikan setiap Puskesmas yang ada di Pekanbaru sebagai posko utama terkait korban bencana asap yang ada di Kota Pekanbaru,” kata Agung, Rabu (26/8/2026).

Baca Juga:  Pemko Pekanbaru Klaim 1.300 Titik Jalan Rusak Sudah Diperbaiki, Tersisa 700 Lagi

Ia menyebutkan, jajaran terkait telah diminta memastikan tenaga kesehatan tetap tersedia di seluruh Puskesmas. Bahkan, fasilitas yang biasanya tidak melayani masyarakat ketika hari libur juga diminta tetap memberikan pelayanan.

Menurut Agung, kesiapan tersebut diperlukan agar masyarakat yang merasakan dampak kabut asap tidak kesulitan mendapatkan pertolongan medis ketika membutuhkan penanganan.

Berbagai kebutuhan untuk menangani gangguan kesehatan akibat asap juga telah disiapkan. Di antaranya masker, vitamin, serta perlengkapan untuk menangani penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

“Di Puskesmas kita menyiapkan ada masker, ada vitamin, termasuk juga peralatan-peralatan untuk penanganan ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut),” jelasnya.

Di tengah kondisi udara yang terdampak kabut asap, Agung mengingatkan masyarakat untuk membatasi kegiatan di luar ruangan. Warga yang harus tetap beraktivitas di luar rumah dianjurkan mengenakan masker dan memperbanyak minum air putih.

Baca Juga:  Waduk Cipta Karya Dibersihkan

Pemko Pekanbaru juga kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara dibakar. Larangan tersebut menjadi salah satu langkah untuk mencegah munculnya titik api baru yang dapat memperburuk kondisi kabut asap.

Bagi masyarakat yang menemukan kebakaran atau menghadapi situasi darurat, Pemko Pekanbaru meminta segera menghubungi TRC 112 Pekanbaru AMAN. Layanan tersebut tersedia gratis selama 24 jam untuk membantu masyarakat dalam kondisi yang membutuhkan penanganan segera. (ilo)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari