Minggu, 16 Agustus 2026
- Advertisement -

3 Hektare Lahan Gambut di Kampar Terbakar, Petugas Masih Berjuang Padamkan Api

BANGKINANG (RIAUPOS.CO) — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kampar mencatat tiga kejadian kebakaran lahan hingga Sabtu (15/8/2026) sore. Petugas gabungan masih berjibaku di sejumlah lokasi karena sebagian lahan masih mengeluarkan asap.

Kepala Pusdalops PB BPBD Kampar Adi Candra Lukita, mewakili Kalaksa BPBD Kampar Azwan, mengatakan tiga lokasi tersebut berada di Desa Rimbo Panjang dan Desa Tarai Bangun, Kecamatan Tambang, serta Desa Sungai Jalau, Kecamatan Kampar Utara.

Kebakaran pertama terjadi di Jalan HM Nazir, tepat di depan Pondok Pesantren Gontor 7, Desa Rimbo Panjang. Luas lahan yang terbakar diperkirakan sekitar 0,3 hektare. Api sudah berhasil dipadamkan, tetapi petugas masih menemukan asap di lokasi.

Titik kedua berada di Desa Sungai Jalau dengan luas lahan terbakar sekitar 2 hektare. Kondisi api juga telah padam, meski asap masih terlihat. Area tersebut merupakan lahan mineral gambut dengan vegetasi berupa perkebunan sawit dan karet.

Baca Juga:  DKP Gelar GPM di Desa Pulau Birandang

Sementara itu, kondisi berbeda terjadi di Jalan Keluarga dan Jalan Perwira, Desa Tarai Bangun. Api di kawasan tersebut belum sepenuhnya berhasil dipadamkan. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3 hektare dan berada di lahan gambut yang ditumbuhi tanaman sawit.

“Petugas masih melakukan penanganan di lokasi yang belum padam. Kendala yang dihadapi antara lain lokasi yang jauh dari sumber air, akses yang sulit dijangkau kendaraan, serta kondisi angin yang cukup kencang,” jelas Adi.

Untuk mengendalikan kebakaran, BPBD Kampar mengerahkan personel bersama TNI, Polri, Manggala Agni dan masyarakat peduli api (MPA). Di Tarai Bangun, petugas melakukan penyekatan, pendinginan dan pemblokingan agar api tidak menjalar ke area lain.

Selain pemadaman, tim gabungan juga terus memantau kondisi cuaca serta keberadaan titik panas sebagai langkah antisipasi penyebaran kebakaran.

Baca Juga:  Minta Pemudik Tak Langgar Aturan

Dalam laporan yang diperbarui pada pukul 17.30 WIB, Sabtu (15/8/2026), BPBD Kampar menyebut BMKG memprakirakan cuaca di wilayah tersebut cerah dengan suhu 31–32 derajat Celsius dan kelembapan 67 persen.

Meski demikian, terdapat peringatan dini mengenai potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang di sejumlah wilayah Kabupaten Kampar.

BPBD Kampar juga menerima laporan satu titik hotspot berdasarkan sumber NASA-NOAA20 pada 15 Agustus 2026. Titik panas tersebut terdeteksi di Desa Pagaruyung, Kecamatan Tapung, dengan tingkat kepercayaan medium.

Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, terutama karena kondisi cuaca dapat berubah sewaktu-waktu. Warga juga diimbau segera melaporkan apabila menemukan api maupun kepulan asap di sekitar lingkungan.

“Penanganan terus dilakukan dan pemantauan tetap kami tingkatkan untuk mencegah kebakaran meluas,” tutup Adi Candra Lukita.

BANGKINANG (RIAUPOS.CO) — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kampar mencatat tiga kejadian kebakaran lahan hingga Sabtu (15/8/2026) sore. Petugas gabungan masih berjibaku di sejumlah lokasi karena sebagian lahan masih mengeluarkan asap.

Kepala Pusdalops PB BPBD Kampar Adi Candra Lukita, mewakili Kalaksa BPBD Kampar Azwan, mengatakan tiga lokasi tersebut berada di Desa Rimbo Panjang dan Desa Tarai Bangun, Kecamatan Tambang, serta Desa Sungai Jalau, Kecamatan Kampar Utara.

Kebakaran pertama terjadi di Jalan HM Nazir, tepat di depan Pondok Pesantren Gontor 7, Desa Rimbo Panjang. Luas lahan yang terbakar diperkirakan sekitar 0,3 hektare. Api sudah berhasil dipadamkan, tetapi petugas masih menemukan asap di lokasi.

Titik kedua berada di Desa Sungai Jalau dengan luas lahan terbakar sekitar 2 hektare. Kondisi api juga telah padam, meski asap masih terlihat. Area tersebut merupakan lahan mineral gambut dengan vegetasi berupa perkebunan sawit dan karet.

Baca Juga:  HSBL 2026 Masuk Seri Perawang, 8 Sekolah Siap Adu Gengsi di GOR Tualang

Sementara itu, kondisi berbeda terjadi di Jalan Keluarga dan Jalan Perwira, Desa Tarai Bangun. Api di kawasan tersebut belum sepenuhnya berhasil dipadamkan. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3 hektare dan berada di lahan gambut yang ditumbuhi tanaman sawit.

- Advertisement -

“Petugas masih melakukan penanganan di lokasi yang belum padam. Kendala yang dihadapi antara lain lokasi yang jauh dari sumber air, akses yang sulit dijangkau kendaraan, serta kondisi angin yang cukup kencang,” jelas Adi.

Untuk mengendalikan kebakaran, BPBD Kampar mengerahkan personel bersama TNI, Polri, Manggala Agni dan masyarakat peduli api (MPA). Di Tarai Bangun, petugas melakukan penyekatan, pendinginan dan pemblokingan agar api tidak menjalar ke area lain.

- Advertisement -

Selain pemadaman, tim gabungan juga terus memantau kondisi cuaca serta keberadaan titik panas sebagai langkah antisipasi penyebaran kebakaran.

Baca Juga:  Pj Gubri Imbau Kepala Daerah Jaga Wilayah dari Karhutla

Dalam laporan yang diperbarui pada pukul 17.30 WIB, Sabtu (15/8/2026), BPBD Kampar menyebut BMKG memprakirakan cuaca di wilayah tersebut cerah dengan suhu 31–32 derajat Celsius dan kelembapan 67 persen.

Meski demikian, terdapat peringatan dini mengenai potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang di sejumlah wilayah Kabupaten Kampar.

BPBD Kampar juga menerima laporan satu titik hotspot berdasarkan sumber NASA-NOAA20 pada 15 Agustus 2026. Titik panas tersebut terdeteksi di Desa Pagaruyung, Kecamatan Tapung, dengan tingkat kepercayaan medium.

Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, terutama karena kondisi cuaca dapat berubah sewaktu-waktu. Warga juga diimbau segera melaporkan apabila menemukan api maupun kepulan asap di sekitar lingkungan.

“Penanganan terus dilakukan dan pemantauan tetap kami tingkatkan untuk mencegah kebakaran meluas,” tutup Adi Candra Lukita.

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

BANGKINANG (RIAUPOS.CO) — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kampar mencatat tiga kejadian kebakaran lahan hingga Sabtu (15/8/2026) sore. Petugas gabungan masih berjibaku di sejumlah lokasi karena sebagian lahan masih mengeluarkan asap.

Kepala Pusdalops PB BPBD Kampar Adi Candra Lukita, mewakili Kalaksa BPBD Kampar Azwan, mengatakan tiga lokasi tersebut berada di Desa Rimbo Panjang dan Desa Tarai Bangun, Kecamatan Tambang, serta Desa Sungai Jalau, Kecamatan Kampar Utara.

Kebakaran pertama terjadi di Jalan HM Nazir, tepat di depan Pondok Pesantren Gontor 7, Desa Rimbo Panjang. Luas lahan yang terbakar diperkirakan sekitar 0,3 hektare. Api sudah berhasil dipadamkan, tetapi petugas masih menemukan asap di lokasi.

Titik kedua berada di Desa Sungai Jalau dengan luas lahan terbakar sekitar 2 hektare. Kondisi api juga telah padam, meski asap masih terlihat. Area tersebut merupakan lahan mineral gambut dengan vegetasi berupa perkebunan sawit dan karet.

Baca Juga:  Monyet Liar Kembali Menggigit Warga, Korban di Tembilahan Bertambah Jadi 11 Orang

Sementara itu, kondisi berbeda terjadi di Jalan Keluarga dan Jalan Perwira, Desa Tarai Bangun. Api di kawasan tersebut belum sepenuhnya berhasil dipadamkan. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3 hektare dan berada di lahan gambut yang ditumbuhi tanaman sawit.

“Petugas masih melakukan penanganan di lokasi yang belum padam. Kendala yang dihadapi antara lain lokasi yang jauh dari sumber air, akses yang sulit dijangkau kendaraan, serta kondisi angin yang cukup kencang,” jelas Adi.

Untuk mengendalikan kebakaran, BPBD Kampar mengerahkan personel bersama TNI, Polri, Manggala Agni dan masyarakat peduli api (MPA). Di Tarai Bangun, petugas melakukan penyekatan, pendinginan dan pemblokingan agar api tidak menjalar ke area lain.

Selain pemadaman, tim gabungan juga terus memantau kondisi cuaca serta keberadaan titik panas sebagai langkah antisipasi penyebaran kebakaran.

Baca Juga:  Kejari Kampar Sita Rp331 Juta dari Dugaan Korupsi KUR BNI

Dalam laporan yang diperbarui pada pukul 17.30 WIB, Sabtu (15/8/2026), BPBD Kampar menyebut BMKG memprakirakan cuaca di wilayah tersebut cerah dengan suhu 31–32 derajat Celsius dan kelembapan 67 persen.

Meski demikian, terdapat peringatan dini mengenai potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang di sejumlah wilayah Kabupaten Kampar.

BPBD Kampar juga menerima laporan satu titik hotspot berdasarkan sumber NASA-NOAA20 pada 15 Agustus 2026. Titik panas tersebut terdeteksi di Desa Pagaruyung, Kecamatan Tapung, dengan tingkat kepercayaan medium.

Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, terutama karena kondisi cuaca dapat berubah sewaktu-waktu. Warga juga diimbau segera melaporkan apabila menemukan api maupun kepulan asap di sekitar lingkungan.

“Penanganan terus dilakukan dan pemantauan tetap kami tingkatkan untuk mencegah kebakaran meluas,” tutup Adi Candra Lukita.

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari