Jumat, 24 Juli 2026
- Advertisement -

Rohil Cetak Rekor MURI, 7.750 Penari Perempuan Tampilkan Tari Sapin Bagan

BAGANSIAPIAPI (RIAUPOS.CO) – Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) mencatat prestasi membanggakan dengan meraih rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) melalui penampilan Tari Sapin Bagan. Sebanyak 7.750 penari perempuan dari 18 kecamatan tampil secara serentak dalam pertunjukan budaya tersebut.

Pemecahan rekor yang masuk kategori rekor dunia itu mencatatkan Tari Sapin Bagan dengan jumlah penari perempuan terbanyak. Kegiatan tersebut berlangsung di Bagansiapiapi, Kamis (23/7/2026).

Pemecahan rekor digelar dalam rangkaian Semarak Tari Rohil sekaligus memeriahkan Hari Anak Nasional (HAN) 2026. Ribuan perempuan yang mengenakan busana khas Melayu tampil kompak, menjadikan kegiatan tersebut sebagai salah satu pertunjukan budaya terbesar yang pernah digelar di Bagansiapiapi.

Bupati Rohil H Bistamam menyampaikan rasa syukur atas pencapaian tersebut. Ia menyebut keberhasilan memecahkan rekor MURI merupakan buah dari kerja keras panitia, dukungan masyarakat, serta semangat seluruh peserta yang terlibat.

“Alhamdulillah, hari ini berhasil memperoleh Rekor MURI untuk Tari Sapin Bagan dengan peserta perempuan terbanyak, sebanyak 7.750 orang. Atas nama pemerintah dan masyarakat, saya mengucapkan terima kasih kepada panitia penyelenggara yang telah bekerja luar biasa hingga kegiatan ini sukses terlaksana,” ujar Bistamam.

Baca Juga:  Istri Korban Minta Hukuman Mati bagi Pelaku Penikaman di Bagansiapiapi

Ia mengakui persiapan kegiatan tersebut dilakukan dalam waktu yang tidak terlalu panjang. Meski demikian, kekompakan dan semangat seluruh panitia serta pihak yang terlibat membuat pelaksanaan kegiatan dapat berjalan dengan lancar.

Sementara itu, Manajer Representatif MURI Andre Purwandono mengatakan, proses pemecahan rekor tersebut telah melalui tahapan verifikasi secara menyeluruh yang dilakukan oleh tim MURI.

Andre menjelaskan, rekor yang dicatatkan tersebut termasuk dalam kategori eksplorasi budaya, yakni kegiatan yang dapat diukur atau dihitung berdasarkan kriteria tertentu. Dalam pemecahan rekor kali ini, jumlah penari perempuan yang mencapai 7.750 orang menjadi dasar utama penilaian.

“Kami dari MURI melakukan verifikasi terhadap rekor yang luar biasa ini. Tari Sapin Bagan dengan penari perempuan terbanyak sebanyak 7.750 orang merupakan kategori eksplorasi. Peserta berasal dari 18 kecamatan di Rohil, sehingga seluruh persyaratan telah terpenuhi,” jelas Andre.

Baca Juga:  Tradisi Sepak Rago Tinggi Hidup Kembali di Kuansing, Warisan Leluhur yang Memikat

Menurutnya, Tari Sapin Bagan mempunyai karakteristik dan keunikan tersendiri yang membedakannya dari berbagai tarian tradisional lainnya. Karena itu, penilaian dilakukan secara khusus dan tidak disamakan dengan kategori tari daerah lain yang sebelumnya pernah tercatat di MURI.

“Setiap tarian budaya memiliki ciri khas masing-masing. Kami tidak menyamakan satu dengan yang lain. Tari Sapin Bagan memiliki keunikan tersendiri sehingga layak memperoleh pengakuan ini. Bahkan, untuk kategori rekor massal biasanya minimal melibatkan seribu peserta, sedangkan di Rohil jumlahnya mencapai 7.750 penari. Ini merupakan pencapaian yang sangat membanggakan,” ungkapnya.

Andre berharap keberhasilan memecahkan rekor tersebut tidak menjadi akhir dari upaya pelestarian budaya. Ia mendorong agar kegiatan serupa dapat terus digelar secara berkelanjutan sehingga Tari Sapin Bagan dan budaya Melayu tetap hidup serta dikenal oleh generasi mendatang. (fad)

BAGANSIAPIAPI (RIAUPOS.CO) – Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) mencatat prestasi membanggakan dengan meraih rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) melalui penampilan Tari Sapin Bagan. Sebanyak 7.750 penari perempuan dari 18 kecamatan tampil secara serentak dalam pertunjukan budaya tersebut.

Pemecahan rekor yang masuk kategori rekor dunia itu mencatatkan Tari Sapin Bagan dengan jumlah penari perempuan terbanyak. Kegiatan tersebut berlangsung di Bagansiapiapi, Kamis (23/7/2026).

Pemecahan rekor digelar dalam rangkaian Semarak Tari Rohil sekaligus memeriahkan Hari Anak Nasional (HAN) 2026. Ribuan perempuan yang mengenakan busana khas Melayu tampil kompak, menjadikan kegiatan tersebut sebagai salah satu pertunjukan budaya terbesar yang pernah digelar di Bagansiapiapi.

Bupati Rohil H Bistamam menyampaikan rasa syukur atas pencapaian tersebut. Ia menyebut keberhasilan memecahkan rekor MURI merupakan buah dari kerja keras panitia, dukungan masyarakat, serta semangat seluruh peserta yang terlibat.

“Alhamdulillah, hari ini berhasil memperoleh Rekor MURI untuk Tari Sapin Bagan dengan peserta perempuan terbanyak, sebanyak 7.750 orang. Atas nama pemerintah dan masyarakat, saya mengucapkan terima kasih kepada panitia penyelenggara yang telah bekerja luar biasa hingga kegiatan ini sukses terlaksana,” ujar Bistamam.

- Advertisement -
Baca Juga:  Istri Korban Minta Hukuman Mati bagi Pelaku Penikaman di Bagansiapiapi

Ia mengakui persiapan kegiatan tersebut dilakukan dalam waktu yang tidak terlalu panjang. Meski demikian, kekompakan dan semangat seluruh panitia serta pihak yang terlibat membuat pelaksanaan kegiatan dapat berjalan dengan lancar.

Sementara itu, Manajer Representatif MURI Andre Purwandono mengatakan, proses pemecahan rekor tersebut telah melalui tahapan verifikasi secara menyeluruh yang dilakukan oleh tim MURI.

- Advertisement -

Andre menjelaskan, rekor yang dicatatkan tersebut termasuk dalam kategori eksplorasi budaya, yakni kegiatan yang dapat diukur atau dihitung berdasarkan kriteria tertentu. Dalam pemecahan rekor kali ini, jumlah penari perempuan yang mencapai 7.750 orang menjadi dasar utama penilaian.

“Kami dari MURI melakukan verifikasi terhadap rekor yang luar biasa ini. Tari Sapin Bagan dengan penari perempuan terbanyak sebanyak 7.750 orang merupakan kategori eksplorasi. Peserta berasal dari 18 kecamatan di Rohil, sehingga seluruh persyaratan telah terpenuhi,” jelas Andre.

Baca Juga:  RS Awal Bros Pekanbaru Raih Predikat Perusahaan Layak Anak Utama

Menurutnya, Tari Sapin Bagan mempunyai karakteristik dan keunikan tersendiri yang membedakannya dari berbagai tarian tradisional lainnya. Karena itu, penilaian dilakukan secara khusus dan tidak disamakan dengan kategori tari daerah lain yang sebelumnya pernah tercatat di MURI.

“Setiap tarian budaya memiliki ciri khas masing-masing. Kami tidak menyamakan satu dengan yang lain. Tari Sapin Bagan memiliki keunikan tersendiri sehingga layak memperoleh pengakuan ini. Bahkan, untuk kategori rekor massal biasanya minimal melibatkan seribu peserta, sedangkan di Rohil jumlahnya mencapai 7.750 penari. Ini merupakan pencapaian yang sangat membanggakan,” ungkapnya.

Andre berharap keberhasilan memecahkan rekor tersebut tidak menjadi akhir dari upaya pelestarian budaya. Ia mendorong agar kegiatan serupa dapat terus digelar secara berkelanjutan sehingga Tari Sapin Bagan dan budaya Melayu tetap hidup serta dikenal oleh generasi mendatang. (fad)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

BAGANSIAPIAPI (RIAUPOS.CO) – Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) mencatat prestasi membanggakan dengan meraih rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) melalui penampilan Tari Sapin Bagan. Sebanyak 7.750 penari perempuan dari 18 kecamatan tampil secara serentak dalam pertunjukan budaya tersebut.

Pemecahan rekor yang masuk kategori rekor dunia itu mencatatkan Tari Sapin Bagan dengan jumlah penari perempuan terbanyak. Kegiatan tersebut berlangsung di Bagansiapiapi, Kamis (23/7/2026).

Pemecahan rekor digelar dalam rangkaian Semarak Tari Rohil sekaligus memeriahkan Hari Anak Nasional (HAN) 2026. Ribuan perempuan yang mengenakan busana khas Melayu tampil kompak, menjadikan kegiatan tersebut sebagai salah satu pertunjukan budaya terbesar yang pernah digelar di Bagansiapiapi.

Bupati Rohil H Bistamam menyampaikan rasa syukur atas pencapaian tersebut. Ia menyebut keberhasilan memecahkan rekor MURI merupakan buah dari kerja keras panitia, dukungan masyarakat, serta semangat seluruh peserta yang terlibat.

“Alhamdulillah, hari ini berhasil memperoleh Rekor MURI untuk Tari Sapin Bagan dengan peserta perempuan terbanyak, sebanyak 7.750 orang. Atas nama pemerintah dan masyarakat, saya mengucapkan terima kasih kepada panitia penyelenggara yang telah bekerja luar biasa hingga kegiatan ini sukses terlaksana,” ujar Bistamam.

Baca Juga:  RS Awal Bros Pekanbaru Raih Predikat Perusahaan Layak Anak Utama

Ia mengakui persiapan kegiatan tersebut dilakukan dalam waktu yang tidak terlalu panjang. Meski demikian, kekompakan dan semangat seluruh panitia serta pihak yang terlibat membuat pelaksanaan kegiatan dapat berjalan dengan lancar.

Sementara itu, Manajer Representatif MURI Andre Purwandono mengatakan, proses pemecahan rekor tersebut telah melalui tahapan verifikasi secara menyeluruh yang dilakukan oleh tim MURI.

Andre menjelaskan, rekor yang dicatatkan tersebut termasuk dalam kategori eksplorasi budaya, yakni kegiatan yang dapat diukur atau dihitung berdasarkan kriteria tertentu. Dalam pemecahan rekor kali ini, jumlah penari perempuan yang mencapai 7.750 orang menjadi dasar utama penilaian.

“Kami dari MURI melakukan verifikasi terhadap rekor yang luar biasa ini. Tari Sapin Bagan dengan penari perempuan terbanyak sebanyak 7.750 orang merupakan kategori eksplorasi. Peserta berasal dari 18 kecamatan di Rohil, sehingga seluruh persyaratan telah terpenuhi,” jelas Andre.

Baca Juga:  Kasus Malaria Kembali Naik, Sinaboi Catat 44 Pasien di Awal Tahun

Menurutnya, Tari Sapin Bagan mempunyai karakteristik dan keunikan tersendiri yang membedakannya dari berbagai tarian tradisional lainnya. Karena itu, penilaian dilakukan secara khusus dan tidak disamakan dengan kategori tari daerah lain yang sebelumnya pernah tercatat di MURI.

“Setiap tarian budaya memiliki ciri khas masing-masing. Kami tidak menyamakan satu dengan yang lain. Tari Sapin Bagan memiliki keunikan tersendiri sehingga layak memperoleh pengakuan ini. Bahkan, untuk kategori rekor massal biasanya minimal melibatkan seribu peserta, sedangkan di Rohil jumlahnya mencapai 7.750 penari. Ini merupakan pencapaian yang sangat membanggakan,” ungkapnya.

Andre berharap keberhasilan memecahkan rekor tersebut tidak menjadi akhir dari upaya pelestarian budaya. Ia mendorong agar kegiatan serupa dapat terus digelar secara berkelanjutan sehingga Tari Sapin Bagan dan budaya Melayu tetap hidup serta dikenal oleh generasi mendatang. (fad)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari